Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menerbitkan 3 peraturan baru terkait kegiatan perusahaan efek dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).
Ketiga peraturan baru yang dirilis Bapepam-LK pada Selasa (28/12/2010) adalah:
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Menjalankan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.4 tentang Pengendalian dan Perlindungan Efek Yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek.
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.
10:27 PM |
Posted in
Finance,
Investmen/Stock
|
Read More »
PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) mencatatkan peningkatan rugi bersih yang signifikan pada periode Januari-September 2010. Rugi bersih perusahaan induk (holding) usaha dari Grup Bakrie tersebut melonjak hingga 737 persen.
Rugi bersih perseroan pada periode Januari-September 2010 tersebut bertambah menjadi Rp565,99 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 yang sebesar Rp67,62 miliar.
Kondisi ini diakibatkan beban bunga yang meningkat hingga 441,5 persen karena besarnya utang perseroan serta naiknya beban pokok penjualan hingga 130,45 persen.
7:58 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »
Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Selasa (9/11), para pemegang saham PT Bank OCBC NISP Tbk menyatakan persetujuan proses penggabungan usaha (merger) antara Bank OCBC NISP dengan PT Bank OCBC Indonesia.
Dengan merger tersebut, bank yang tetap bernama Bank OCBC NISP akan memiliki total aset Rp47,606 triliun dari sebelumnya Rp41,523 triliun.
Direktur Bank OCBC NISP Rama Pranata Kusumaputra menyampaikan bahwa semua aset dan kewajiban yang dimiliki oleh Bank OCBC Indonesia pada tanggal efektif penggabungan, yaitu 1 Januari 2011, beralih kepada dan menjadi hak atau kepunyaan serta kewajiban atau beban dari dan akan dijalankan oleh Bank OCBC NISP.
6:59 AM |
Posted in
Ekonomi,
Finance
|
Read More »
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selama semester pertama 2010 berhasil membukukan penghasilan usaha bersih Rp6,03 triliun atau meningkat 74,20 persen dari periode yang sama 2009 sebesar Rp3,46 triliun.
Berdasarkan publikasi perseroan hari ini, Selasa 7 September 2010, laba kotor dan laba usaha BNBR juga bertambah masing-masing menjadi Rp2,04 triliun dan Rp508,76 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,79 triliun dan Rp399,75 miliar.
9:48 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »
Direktur Utama PT Bank Mandiri Agus Martowardojo punya kans paling kuat menduduki jabatan Menteri Keuangan yang ditinggalkan Sri Mulyani Indrawati. Bahkan, sumber Istana mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memilih Agus sebagai menkeu baru untuk diumumkan pada Rabu (19/5/2010) malam.
Dibandingkan calon lain yang sempat muncul, kata sumber tadi, Agus dinilai punya kelebihan dalam micro management. Agus dinilai paling menguasai kemampuan yang dibutuhkan di Kementerian Keuangan. Nama-nama yang sempat muncul di bursa menkeu antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Ani Ratnawati, dan Kepala Badan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu.
6:19 PM |
Posted in
Finance,
National
|
Read More »
Beberapa nama sudah mulai digadang-gadang untuk menggantikan posisi Menteri Keuangan RI yang ditinggalkan oleh Sri Mulyani Indrawati. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun, menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Adrian Pasha, sudah mengantongi calon-calon suksesor Sri Mulyani.
Sementara Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, Presiden akan menetapkan Menkeu sebelum 1 Juni 2010.
Berikut beberapa profil kandidat yang didengung-dengungkan pengganti salah satu wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes itu.
1. Darmin Nasution
Saat ini pria yang akan genap berusia 62 tahun pada 12 Desember mendatang itu menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia setelah sebelumnya menjadi Direktur Jenderal Pajak.
12:14 PM |
Posted in
Finance,
National
|
Read More »

Bank Mandiri masih kokoh di peringkat pertama sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia. Nilai aset bank pelat merah ini per Agustus 2009 mencapai Rp 346,124 triliun atau naik dari Rp 340,181 triliun dibandingkan setengah tahun sebelumnya.
Sementara itu, Bank CIMB Niaga berhasil menggeser Bank Danamon dari peringkat 5 dari daftar 10 besar bank dengan aset terbesar per Agustus 2009 yang di rilis Bank Indonesia, kemarin.
Selain itu, Bank Rakyat Indonesia juga berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kedua dari kejaran Bank Central Asia. BRI merebut posisi kedua dari BCA pada Desember 2008. Total nilai aset 10 bank pada Agustus 2009 naik menjadi Rp 1.514,444 triliun dibandingkan aset pada Desember 2008, Rp 1,437,567 triliun.
Mayoritas bank yang termasuk ke dalam daftar ini mengalami kenaikan aset, kecuali Danamon dan Citibank yang justru turun.
Berikut daftar 10 Bank dengan aset terbesar di Indonesia :
1. PT Bank Mandiri Tbk Rp 346,124 triliun.
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 268,700 triliun, naik dari Rp 250,134 Desember 2008.
3. PT Bank Central Asia Tbk Rp 266,202 dari Rp 246,702 triliun (Desember 2008).
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 204,364 triliun dari Rp 200,974 triliun.
5. PT CIMB Niaga Tbk Rp 100,496 triliun dari Rp 69,305 triliun.
6. PT Bank Danamon Indonesia Tbk Rp 97,161 turunn dari Rp 104,842 triliun.
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk Rp 69,671 triliun dari Rp 63,628 triliun.
8. PT Bank Permata Tbk Rp 54,381 dari Rp 54,220 triliun.
9. PT Bank Internasional Indonesia Tbk Rp 54,291 triliun dari Rp 54,068 triliun.
10. Citibank NA Rp 53,055 triliun dari Rp 53,503 triliun.
12:03 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »

Obligasi adalah surat pengakuan utang. Dengan kata lain obligasi bisa juga kita terjemahkan sebagai sertifikat yang berisi kontrak antara investor dan perusahaan, yang menyatakan bahwa investor tersebut atau pemegang obligasi telah meminjamkan sejumlah uang kepada perusahaan. Dan untuk, selanjutnya, perusahaan atau pihak yang menerbitkan obligasi mempunyai kewajiban untuk membayar bunga secara reguler sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.
Obligasi KonversiYang dimaksud dengan Obligasi Konversi (Convertible Bond) adalah obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham. Karena sifatnya yang bisa dikonversi itu, obligasi konversi ini biasa juga disebut dengan obligasi tukar. Penukaran saham biasanya dengan prasarat tertentu, misalnya saat jatuh tempo, atau pada harga tertentu. Untuk dicermati dalam obligasi konversi ini adalah kecenderungan harga saham pada saat menjelang obligasi dikonversi. Misalnya ditetapkan harga konversi Rp1.000 per saham, maka pemegang obligasi dengan nilai Rp1 juta akan bisa mengkonversi menjadi 1.000 unit saham.
Kalau pada beberapa waktu sebelum penukaran harga saham di bursa ada pada kisaran Rp 1.100, maka hampir pasti pada saat penukaran pasar akan melakukan koreksi atas harga saham itu menjadi setara dengan harga konversi. Begitu pula sebaliknya, bila harga pasar saham lebih rendah, maka bisa jadi harga pasar dari saham itu akan menyamai harga konversi. Karena itu, harga konversi ini lazimnya disebutkan ketika obligasi tersebut ditawarkan, sehingga sebelum obligasi tersebut jatuh tempo, investor masih bisa menikmati pendapatan yang berupa bunga. Tapi begitu jatuh tempo maka obligasi itu harus ditukar dengan saham sesuai dengan harga yang ditetapkan.
Bagi emiten, obligasi konversi merupakan daya tarik yang ditujukan kepada para investor untuk meningkatkan penjualan obligasi. Di Bursa Efek Indonesia tidak banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi dengan sifat konversi ini.
10:33 PM |
Posted in
Finance
|
Read More »
Bank Indonesia (BI) telah merilis daftar 10 bank terbesar di Indonesia berdasarkan nilai aset, kemarin (11/5). Berlandaskan data pada Maret lalu, terdapat beberapa bank yang mengalami pergeseran posisi.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), misalnya, mnempati di posisi kedua menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA).Sebelumnya, BCA selalu menduduki peringkat kedua. Namun pada akhir Maret 2009, aset BRI melonjak melebihi BCA.Pertukaran posisi juga menimpa PT Bank Permata Tbk dan Citibank. Adapun Standart Chartered harus tersingkir dari daftar dan memberi jalan bagi Bank Internasional Indonesia (BII) masuk lagi, setelah tergusur bulan lalu.
Direktur Utama PT BRI Tbk Sofyan Basir mengatakan, naik turun aset merupakan hal biasa bagi bank. Ia mencontohkan, setiap awal tahun aset BRI turun karena ada penarikan Dana Pihak Ketiga. Tetapi di bulan Maret dana-dana itu kembali masuk.
Kepala Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, daftar BI itu bisa menjadi indikator agresivitas bank dalam menarik dana pihak ketiga dan menyalurkan kredit. " Dari daftar itu tampak saat ini BRI yang paling agresif," katanya.
Daftar Bank berdasarkan aset pada Maret 2009 (dalam triliun rupiah)
Nama Bank Total aset
1. PT Bank Mandiri Tbk = 328,01
2. PT BRI Tbk = 250,54
3. PT BCA Tbk = 247,61
4. PT BNI Tbk = 198,92
5. PT Bank Danamon Tbk = 102,98
6. PT Bank CIMB Niaga Tbk = 74,48
7. PT Pan Indonesia Bank Tbk = 68,14
8. Citibank NA = 55,49
9. PT Bank Permata Tbk = 54,37
10 PT BII Tbk = 53,09
Sumber: Kompas
9:08 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »

Panik dan kacau, gambaran yang terjadi hari ini pasar valuta asing, Borong Dollar US $ itu yang terjadi sampai siang ini. Banyak Money Changer sementara tidak melayani transaksi jual dan beli US $. Krisis global membuat nilai tukar rupiah smakin melemah. Hari ini dalam perdagangan Valuta Asing nilai tukar per 1 dollar sudah menyentuh angka 12.100 rupiah.
Kepanikan sudah melanda pasar, masyarakat banyak dan institusi (organisasi) ramai-ramai memborong dollar dengan berbagai alasan dan kepentingan , sungguh sudah sangat mengkhawatirkan ! bila kita bandingkan dengan minggu lalu Rupiah yang bertengger di kisaran 9.800 rupiah per dollarnya.
Kepercayaan pasar sudah sangat rendah dan melihat berbagai langkah dan kebijakan penyelamatan kondisi keuangan oleh banyak Negara tidak berhasil.
Kini krisis keuangan global terjadi kembali seperti satu dasa warsa yang lalu. Nilai rupiah dikhawatirkan akan mengalami kondisi yang buruk bila krisis ini terus berlanjut. Rupiah yang semakin terpuruk tentu sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi, industri dan sektor lainnya. Ujung-ujungnya, rakyat kecil juga yang menjadi korban.
Pemerintah bersama Bank Indonesia harus berani menerapkan kebijakan pengawasan devisa (capital control) terbatas untuk menyelamatkan rupiah. Pasalnya, penyelamatan melalui operasi pasar terbuka (OPT) sudah tidak efektif lagi menjaga stabilitas rupiah yang hingga kemarin siang terpuruk di atas level Rp 10.700 per dolar Amerika. Terjerembabnya nilai tukar rupiah ini terhadap US $ merupakan fenomena global krisis finansial saat ini.
Hal itu diungkap ekonom dari Universitas Gajah Mada A Prasetyantoko berujar " Menurutnya, jika hanya mengandalkan OPT selain biayanya mahal, efektivitas terlihat kecil. Padahal, BI sedikitnya sudah menggelontorkan cadangan devisanya hingga lebih dari US$4,1 miliar".
"Saya melihat pelaksanaan OPT yang telah lebih dari US$4,1 miliar tidak berhasil memperkuat rupiah. Apalagi, pelemahan rupiah saat ini memang fenomena global akibat sentimen negatif dari krisis keuangan yang berlarut-larut," jelas Prasetyantoko
Lebih jauh, Prasetyantoko mengingatkan pemakaian devisa untuk stabilitasi rupiah bukanlah satu-satunya jalan untuk menjaga rupiah. Meski dia mengakui meredam sentimen negatif pasar memang sangat sulit.
Dalam situasi sekarang, apa yang dapat kita lakukan ? apakah kita ikut memborong US $ seperti banyak orang lakukan ?. Mari kita mulai dari diri kita sendiri (kita tidak dapat hanya menonton saja), untuk menyelamatkan Rupiah kita, agar situasi dan ketakutan akan krisis Finansial bertambah besar tidak terjadi.
1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan cairkan uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda, maka akan terjadi bank rush (kesulitan likuiditas), dan krisis keuangan akan semakin bertambah parah.
2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.
3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.
4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu.
5. Mari kita sebarkan "Cinta Rupiah" kepada seluruh orang yang ada disekitar kita.
6. Mencintai produk dalam negri agar sektor riil kita dapat eksis.
Harapan kita perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.
Gerakan Moral "LET’S SAVE OUR RUPIAH" ….. perbanyak transaksi dengan rupiah sehingga akan membantu memperkuat nilai mata uang kita terhadap mata uang asing … dan yang paling mudah adalah gunakanlah produk dalam negeri semaksimal mungkin.
Masukan dan pendapat lain dari sahabat Blogger "terhadap kondisi rupiah saat" menambah pemahaman kita.
Terima kasih telah membaca posting ini dan mengunjungi Blog saya. Semoga dapat bermanfaat, Sukses untuk kita semua.
1:29 PM |
Posted in
Finance
|
Read More »

Bank Indonesia Tuesday cut the overnight repurchase rate to 10.25% from 12.25% to help boost liquidity in the banking system.
At the same time the central bank increased the overnight Fasilitas Bank Indonesia, or FASBI, rate to 8.25% from 7.25%. The rate is the return given on funds that commercial banks deposit with the central bank.
With such changes, which became effective immediately, the repo rate is 100 basis points above the benchmark rate that is now at 9.25%. Meanwhile, the FASBI rate is now 100 basis points below the key rate.
Bank Indonesia's move, however, hasn't had much impact on the market, with the overnight interbank rate still at 9.35% as of Tuesday.
"The liquidity in the interbank money market isn't extremely tight (despite a recent liquidity squeeze) so the central bank's move doesn't have an immediate impact," a money market dealer with a foreign bank said.
Liquidity in the banking system has been gradually tightening mainly because aggressive government tax collection wasn't followed by speedy disbursement of its budget spending. This boosted the average amount of the government cash deposited with Bank Indonesia to IDR124 trillion during the first seven months of the year from IDR66 trillion in the same period last year.
Meanwhile, the 34% on-year growth in banks' new loans during the first seven months of the year wasn't met by a sufficient increase in deposit growth, which was only 11.3% on year for the same period.
The government said Monday that it would expedite spending disbursement to help improve liquidity in the banking system.
Before the end of the month, the government will disburse IDR22 trillion, the Finance Ministry said Monday.
11:45 PM |
Posted in
Finance
|
Read More »

Mengajukan Kredit kepada Bank, Leasing ataupun pihak lain untuk membeli sesuatu barang yang kita idamkan suatu yang wajar. Kredit sangat umum, kredit ada disekeliling kita, setiap saat mungkin kita mendapatkan tawaran kredit atau mungkin saat ini sedang mengajukan kredit ataupun akan merencanakan mengajukan kredit. Saya percaya bahwa yang menjadi pemikiran kita pertama sekali adalah 'besarnya cicilan' perbulannya, berapa bunga kredit dan bagaimana proses kredit tersebut : cepat dan tidak ribet dengan data-data yang dibutuhkan menjadi pilihan banyak konsumen.
Salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik untuk mengambil KTA adalah Ilusi bunga Flat. Satu hal yang saya sayangkan adalah masih banyak orang yang belum memahami apa itu bunga flat, sehingga saya kerap mendengar kalimat seperti “Ambil KTA aja, bunganya cuma 2% sebulan“. Sistem bunga Flat yang umumnya dipakai untuk KTA, memang menimbulkan ilusi bahwa bunga yang kita bayar tidak terlalu mahal, padahal kenyataannya tidak demikian.
Dalam sistem bunga Flat, bunga yang kita bayar diperhitungkan atas nilai awal hutang kita. Misalkan kita berhutang Rp 10 juta, maka besarnya bunga yang kita bayar itu selalu dihitung berdasarkan angka 10 juta ini, bahkan jika kita sudah mencicil sebagian dari 10 juta itu. Ini berbeda dengan sistem bunga “normal” (efektif) di mana besarnya bunga yang harus kita bayar itu dihitung berdasarkan kepada sisa hutang kita. Jika kita berhutang Rp 10 juta, tetapi sudah kita cicil Rp 1 juta, maka bunga yang kita bayar hanyalah bunga atas Rp 9 juta.
Perbedaan di atas menimbulkan selisih yang besar antara bunga flat dan bunga efektif. Sebagai contoh, jika kita mengambil KTA tempo 1 tahun dengan bunga “cuma” 2%/bulan (24%/thn), bunga efektif yang harus kita bayar sebenarnya adalah sebesar kurang lebih 42%. Dengan tingkat bunga seperti ini, tidaklah mengherankan jika institusi perbankan begitu bernafsu meminjamkan uangnya kepada kita dalam bentuk produk KTA ini (bandingkan dengan bunga deposito yang kita terima jika kita “meminjamkan” uang kita kepada bank).

Setiap kali kita ditawarkan hutang (untuk apapun juga) dengan sistem bunga flat, ada baiknya jika kita menghitung berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar. Secara kasar, biasanya jika suku bunga flat diubah menjadi suku bunga efektif, maka besarnya kira kira akan menjadi hampir 2 kali lipat (lihat kembali contoh di atas)
Untuk mengkonversi bunga flat menjadi bunga efektif dengan lebih tepat, untuk teman-teman yang “tidak ada waktu” untuk menghitung secara manual, bisa menggunakan berbagai kalkulator online seperti yang tersedia di sini
Pertama-tama masukkan nilai pinjaman, suku bunga FLAT, tipe pinjaman (FLAT) serta lama pinjaman (dalam bulan). Misalkan saja kita masukkan nilai pinjaman 100 juta, suku bunga flat 8%/thn, serta lama pinjaman 24 bulan. Maka hasil yang diberikan oleh kalkulator itu adalah : Total Amount Repayable (jumlah total pembayaran) = 116 juta dan cicilan perbulan 4.833.333.
Selanjutnya untuk mengetahui berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar, maka kita lakukan sekali lagi penghitungan. Nilai pinjaman tetap 100 juta, tipe pinjaman diganti ke Compound, lama pinjaman tetap 24 bulan. Karena kita justru sedang mencari tahu berapa tingkat suku bunga efektif, maka kita tidak mengetahui berapa suku bunga efektif yang harus dimasukkan. Untuk mencari besarnya suku bunga ini, kita akan memakai metode “trial and error” (meskipun “trial and error” tetapi tidak membutuhkan waktu lama).

Utk percobaan pertama, masukkan saja misalnya suku bunga compound=16% (dua kali lipat dari suku bunga flat). Hasil yang kita dapatkan : Total Amount Repayable = 117 juta+ dan cicilan bunga per bulan = 4.896.311. Angka ini lebih besar daripada angka 116 juta pada penghitungan suku bunga flat. Oleh karena itu, kita turunkan sedikit angka suku bunga compound itu, misalnya menjadi 15%. Hasil baru yang kita dapatkan akan menurun menjadi 116,367 juta. Kecilkan terus suku bunga compound hingga hasil yang kita dapat = 116 juta, yang akan didapat pada tingkat suku bunga compound 14,68%Dengan demikian berarti bahwa suku bunga flat di atas (8% selama 24 bulan) adalah sama dengan bunga efektif sebesar 14,68%.
Contoh :
Datanya :
Harga : Rp 114.000.000
Uang Muka : Rp 5.760.000
Cicilan : Rp 1.089.376
Asumsi Bunga : 9.5%
Jangka waktu cicilan : 20 Tahun
Jawab :
Harga : Rp 114.000.000
Uang Muka : Rp 5.760.000
Cicilan : Rp 1.089.376
Asumsi Bunga : 9.5% (Informasi dari Bank)
Jangka waktu cicilan : 20 th = 240 bulan
Jumlah utang = 114.000.000-5.760.000 = 108.24
=RATE(240,-1.089376,108.24)*12
=0.1062 =10.62%
Tapi menurut gw sih Rp.5.760.000 terdiri dari (cicilan pertama + biaya administrasi)
kalopun bener pake bunga 9.5% berarti:
(pake excel lagi)
=PV(0.095/12,239,-1.089376)
=116.71 juta
biaya administrasi = 116.71+5.76-114 = 8.47 juta
note:
biaya adm = notaris, fee bank, asuransi jiwa,etc
gw rasa tiap komputer punya ms-excel, biar excel yg nge-iterasi
bisa pake ini:
Utang = 100 juta
Cicilan = 4,833333 juta
Durasi = 24 bulan
Masukin ini di cell excel
=RATE(24,-4.833333,100)*12
hasilnya 0.14677 atau 14.68%

Ini sebenarnya yang harus juga diedukasikan, bahwa jangan hanya terpukau dengan jumlah uang yang akan didapat, ataupun cicilan yang kelihatannya ringan, tapi total uang yang harus dikembalikan juga harus diperhitungkan. Banyak orang yang kemampuan finansialnya sudah scraping the barrel, tapi masih ambil KTA kiri-kanan karena mengalami ‘ilusi’ ini. Akhirnya begitu sadar, terpaksa ambil KTA baru lagi untuk menutupi pembayaran KTA yang lain, sehingga — mengutip kata pepatah yang sudah diperbarui — Gali Lubang Tutup Jurang !
Sumber : Edison
12:30 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »
Maybank In Discussions To Resolve BII Acquisition - Report
KUALA LUMPUR (Dow Jones)--Malayan Banking (1155.KU) is in discussions with various parties, including Indonesian regulators, to try to resolve whether it can proceed with its plan to buy PT Bank Internasional Indonesia Tbk, (BNII.JK), the Bernama news agency reported Monday.
"The underlying issue is actually with regard to the introduction of new takeover rules...which has triggered the change in event," said Maybank's President and Chief Executive Abdul Wahid Omar, according to the report.
In March, Maybank won the bid to acquire a 55.5% stake in BII from Temasek Holdings Pte. Ltd, Singapore's state-owned investment company, for $2.7 billion. It planned to buy the remaining BII stake for an additional $1.2 billion.
It signed the acquisition agreement on March 26 and has until Sept. 26 to complete the deal.
However, in July, Bank Negara Malaysia revoked its approval for the transaction on the grounds that Maybank would suffer heavy losses if it proceeded with the acquisition under new Indonesian takeover rules.
The new rules require Maybank to sell a 20% stake in BII within two years of the acquisition.
Talks are being held with Temasek and Indonesian regulators to resolve the issue, the report said.
"We are still keen to proceed with this transaction," Abdul Wahid said.
He added that discussions don't include the offer price, but are focused on addressing the takeover rule, according to the report.
"There is no issue of renegotiating the price," he said.
-By Kuala Lumpur bureau; Dow Jones Newswires; 603-2692-5254; djnews.kldowjones.com
8:59 PM |
Posted in
Finance
|
Read More »

JAKARTA - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengungkapkan minat untuk membeli sebagian saham PT Indosat Tbk (ISAT).
Hal tersebut seperti dikutip dalam Buletin Ciptadana, di Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Menurut buletin tersebut, keinginan BNBR membeli Indosat terungkap pada acara Corporate Day yang digelar CIMB-GK di Bali pada 14-15 Agustus 2008 lalu.
Terdapat spekulasi yang berkembang di pasar bahwa BNBR bisa menggunakan hasil repo saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk membeli Indosat
12:39 AM |
Posted in
Finance
|
Read More »