|

Brigjen TNI Bachtiar Dilantik Menjadi Gubernur Akmil Yang Baru



Penyelenggaraan sistem pendidikan yang terarah dan terprogram, serta melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan lainnya, baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI, guna mendukung terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif dan tepat sasaran harus terus ditingkatkan. 

Hal tersebut disampaikan Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo, dalam membacakan amanat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), pada serah terima jabatan Gubernur Akademi Militer (Akmil), dari Mayjen TNI Suharsono kepada penggantinya Brigjen TNI Bachtiar, di lapangan Upacara Akmil Magelang, Rabu (16/2), selanjutnya Mayjen TNI Suharsono akan menduduki jabatan Panglima Kodam XVI/Patimura.
Akademi Militer adalah salah satu Badan Pelaksana Pusat tingkat Mabesad, yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira TNI Angkatan Darat tingkat akademi, mempunyai peran yang sangat penting dan strategis khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi dan kompetensi tinggi.

Tugas yang tidak ringan dan sangat mulia tersebut, menuntut daya inovasi yang konsepsional dan berwawasan jauh ke depan sehingga mampu meningkatkan kualitas keluaran pendidikan yang memiliki bekal profesionalisme dan kejuangan, serta berkepribadian Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI yang berbasis pada Jatidiri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional, dalam setiap pelaksanaan tugasnya di masa mendatang.

Ditambahkan, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Akademi Militer ini tentunya tidak terlepas dari pengelolaan administrasi pendidikan yang baik melalui penyiapan dan pelaksanaan operasional pendidikan secara benar serta kemampuan dalam menyiapkan sepuluh komponen pendidikan yang efektif dan efisien. 

“Meskipun dalam kehidupan keprajuritan adalah kehidupan yang keras, namun bukan berarti melegalkan kekerasan. Kehidupan yang keras, harus dimaknai dengan penerapan aturan, disiplin, loyalitas, tekad dan kemauan dari diri setiap Prajurit, bukan kehidupan yang diwarnai oleh tindakan kekerasan yang justru merugikan dan merusak moralitas serta Jati Diri TNI”,  tegas Kasad.

Sejalan dengan itu, Kasad mengharapkan agar kualitas pengasuhan sebagai wahana pemantapan kepribadian serta latihan kepemimpinan semakin ditingkatkan dengan memberikan kesempatan kepada Taruna  untuk dapat mengembangkan daya kreasi dan inovasinya yang dilandasi sikap saling asih, asah dan asuh.

Posted by david pangaribuan on 10:25 AM. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response