|

Jakarta Property Market Outlook 2011



Tingkat permintaan bersih tahunan sektor perkantoran dan kondominium di Jakarta pada tahun 2010 masing-masing mencapai 37% dan 58%, atau lebih tinggi dibanding permintaan bersih yang dicapai di tahun 2009.

Membaiknya tingkat permintaan tersebut menjadikan tingkat hunian perkantoran mengalami kenaikan sekitar 3% selama tahun 2010, sementara tingkat penjualan kumulatif unit kondominium naik sebesar 1,5%. Hal ini cerminan membaiknya pasar properti di Jakarta tahun 2010 yang tumbuh cukup signifikan dari permintaan maupun harga sewa dan harga jual. 

Demikian Coldwell Banker Commercial melalui siaran persnya, dalam Jakarta Property Market Outlook 2011, 

Dengan kondisi demikian telah memberikan dorongan kepada harga sewa ruang perkantoran dan harga jual kondominium di Jakarta bergerak positif sebesar 2,4% dan 2,2%. 

Meskipun Coldwell Banker mencatat terjadinya penurunan permintaan bersih ruang ritel selama tahun 2010 lebih diakibatkan oleh terbatasnya pasokan baru yang masuk ke pasar dibanding tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan permintaan sektor ritel ini masih lebih tinggi dibanding pasokannya sehingga tingkat hunian mengalami kenaikan sebesar 0,7% selama 2010.

Menurut Coldwell Banker berdasarkan pertumbuhan harga sewa atau harga jualnya, semua sektor properti Jakarta saat ini telah melewati siklus terendahnya semenjak terjadinya global krisis di akhir tahun 2008, dan terus bergerak kearah yang lebih positif. Diantara semua sektor properti, pasar perkantoran merupakan sektor dengan kinerja paling baik dan saat ini memasuki siklus percepatan kenaikan harga sewa.

Sejak awal perkembangannya, kinerja pasar properti di Jakarta memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi ekonomi sebagai penggerak pertumbuhan sektor properti selama ini. Keterkaitan yang erat tersebut ditunjukan oleh beberapa indikator ekonomi seperti pada grafik-grafik di bawah ini.

Kondisi ekonomi sangat berpengaruh terhadap kinerja pasar properti setiap periodenya. Kinerja pasar perkantoran di Jakarta berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat investasi. 

Permintaan terhadap ruang perkantoran mengalami kenaikan pada saat ekonomi tumbuh positif dan investasi meningkat, begitu pula sebaliknya. Hal ini berlaku juga untuk sektor ritel dimana permintaan ruang ritel berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi.

Tidak seperti kinerja pasar perkantoran dan ritel, kinerja pasar kondominium lebih dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat suku bunga yang berlaku. tingkat permintaan unit kondominium cenderung menurun pada saat suku bunga tinggi, begitupun sebaliknya, jumlah transaksi unit kondominium mengalami kenaikan pada saat suku bunga berada ditingkat yang lebih rendah. 

Hal ini terjadi karena pembelian unit kondominium masih cukup tergantung terhadap fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) dari perbankan. Disamping itu dengan menurunnya tingkat suku bunga maka kondominium menjadi salah satu alternatif investasi yang lebih menjanjikan dibanding simpanan perbankan.

Kinerja pasar properti di Jakarta terus menunjukan indikasi yang semakin positif selama tahun 2010 ini. Membaiknya kinerja pasar properti tersebut ditunjukan oleh indikator-indikator berikut ini:


  • Aktivitas konstruksi yang semakin aktif baik di dalam pusat kota maupun di luar kawasan pusat kota
  • Meningkatnya jumlah proyek baru yang diluncurkan ke pasar
  • Meningkatnya jumlah transaksi penyewaan dan penjualan hampir disemua sektor properti
  • Rata-rata tingkat hunian dan penjualan mengalami kenaikan
  • Harga sewa dan harga jual beberapa sektor properti menunjukan pergerakan yang positif

Posted by david pangaribuan on 11:00 AM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response