|

Ini Dia Pernyataan Prof Dr Thamrin Amal Tomagola Yang Menyinggung Suku Dayak



Pernyataan Prof  Tamrin Amal Tamagola yang dihadirkan sebagai saksi dalam pekara Ariel di Pengadilan Negeri Bandung menuai kecaman dan dianggap telah melakukan penghinaan harga diri dan martabat suku bangsa Dayak. 

Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tamagola, mengatakan bahwa video porno dengan pemeran mirip Ariel tidak meresahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia menganggap hal itu biasa.


“Di Indonesia itu ada 653 suku bangsa. Sebagiannya menganggap biasa,” kata Tamrin seusai menjadi saksi kasus Ariel di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (30/12/2010).

Tamrin mengatakan, contoh masyarakat yang tidak resah terhadap video tersebut adalah masyarakat suku Dayak, sejumlah masyarakat Bali, Mentawai, dan masyarakat Papua.

“Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa diikat oleh perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah, hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks,” kata Tamrin.

Pernyataan ini dipandang oleh 23 organisasi masyarakat Dayak dipandang bahwa ‘’yang bersangkutan tidak sensitif dan tidak memahami keragaman suku bangsa di Indonesia pada umumnya, dan khususnya suku Dayak secara utuh’’, “telah mendiskreditkan dan menimbulkan persepsi negatif publik terhadap masyarakat Dayak”;

Terhadap reaksi ini, kepada Kompas.com,  Thamrin menjelaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan dimaksudkan untuk menyamaratakan semua suku Dayak. “Saya sebutkan detail di pengadilan dalam penjelasan selama satu jam lebih bahwa itu hasil penelitian saya terhadap beberapa suku di Indonesia. Bukan menyamaratakan’’. 




Posted by david pangaribuan on 7:34 PM. Filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response