|

Likuiditas Perbankan Masuk Tahap Waspada

Everyday is Good Day ....,
Hari ini saya membaca berita di Harian "Daily Investor" yang menurut saya sangat penting untuk dapat kita ketahui. Saya bukanlah ekonom ataupun ahli keuangan dan perbankan hanyalah pribadi biasa seperti orang pada umumnya.

"Likuiditas Perbankan Masuk Tahap Waspada" Perbanas mengingatkan anggotanya agar mewaspadai masalah likuiditas perbankan. Penempatan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI)di bulan agustus menjadi 149 T dibanding di bulan Juli yang mencapai 280 T atau mengalami penurunan 87,92%.

Wakil Ketua Umum Perbanas " Jahja Setiaatmadja " mengatakan diawal tahun jumlah dana perbankan di SBI mencapai 300 T, oleh karena itu Perbankan harus waspada

"Jika Perbankan tidak menahan laju kredit, krisis perbankan perbankan mengancam atau krisis 1996-1997 dapat terulang dengan resiko mematikan industri kecil dan resiko kredit semakin tinggi", jelas Jahja.
Bagaimana sebenarnya yang terjadi .... ?

Kredit perbankan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi yang selama 6 bulan mencapai 145 T, pertumbuhan angka kredit mencapai 3 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan dana. Kondisi inilah yang menggerus dana SBI yang berakibat terhadap Likuiditas Perbankan.

Saat ini kita melihat bagaimana banyak Bank bersaing dan berlomba meningkatkan pertumbuhan dana simpanan dengan mulai menaikkan suku bunga simpanan nasabah, beberapa bank berani memberikan suku bunga 10% sd 12% untuk deposito. Suku bunga yang diberikan sudah melebihi suku bunga penjaminan oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) suku bunga diatas 8,75% sudah tidak menjadi tanggung jawab oleh LPS dan bila terjadi masalah dengan likuiditas perbankan, Nasabah tidak mendapatkan pengembalian dana dari LPS. Suatu kondisi yang dapat merugikan Nasabah, pihak otoritas perbankan harus dapat segera menyelesaikan kondisi ini untuk dapat menghindari situasi yang lebih buruk, Nasabah harus dapat perlindungan dan tidak menjadi korban karena tidak mengerti.

Apakah dengan menaikkan suku bunga SBI dapat mengerem laju pertumbuhan kredit ? apakah dengan berlomba menaikkan suku bunga simpanan dapat mengatasi permasalahan likuidatas perbankan ? dan Apa dampak terburuk yang dapat terjadi dari kondisi saat ini ? Apakah ini sebagai gejala awal dari krisis perbankan ?

Seiring dengan ketatnya likuiditas tersebut, masing-masing bank akan memilih menjaga ketersediaan uang untuk menopang kebutuhannya. Peminjaman uang ke bank lain, kalaupun dilakukan, akan disertai dengan bunga yang tinggi.11,85%. 

" Inflasi"
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada bulan Agustus 2008 tercatat 0,51%, dengan laju inflasi Januari-Agustus 9,54% dan realisasi inflasi. Laju inflasi Januari-Agustus ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,51%. Lebaran, Natal dan Tahun Baru menurut saya akan memberikan tanda meningkatnya nilai inflasi. Inflasi mencapai 2 digit semakin memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi negara kita di semester II ini.

Bagaimana menurut teman-teman yang saya yakin lebih banyak mengetahui dan menganalisa situasi dan kondisi ekonomi kita saat ini. Dengan pemahaman dan dapat mengerti sebagai jalan terbaik kita untuk terhindar dari dampak yang lebih buruk. "Sedia payung sebelum hujan"


Posted by david pangaribuan on 10:53 PM. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response