Buku The Grand Design : Bumi Bukan Ciptaan Tuhan




Nama Ilmuwan ini sangat  kondang, walau harus menghabiskan hidupnya diatas kursi roda dan bantuan alat untuk dapat berbicara, kepintarannya diakui oleh dunia. dialah Prof Stephen Hawking. Dalam buku terbarunya "Hawking" telah membuat teori yang sangat Kontroversial dan mengguncang dunia.


Stephen Hawking, telah membuat teori yang sangat kontroversial di dalam buku yang baru dia tulis. Menurut Hawking, Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta.  Buku "The Grand Design"  Co-ditulis oleh fisikawan Amerika Leonard Mlodinow, dan diterbitkan pada 9 September. 

Pandangan itu dilontarkan dalam buku terbaru Prof Hawking berjudul "The Grand Design," yang mulai diluncurkan di toko-toko buku pekan depan. "Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk menyalakan kertas biru dan menggerakkan alam semesta," tulis Hawking dalam ringkasan bukunya yang dimuat di harian Inggris, The Times, dan juga dimuat di laman New York Daily News


"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan mencipta dirinya sendiri," tulis Hawking, yang mengalami kelumpuhan sehingga terus duduk di kursi roda khusus. 



Para pemimpin agama marah, atas pernyataan Hawking ini yang telah menyatakan bahwa alam semesta bukan diciptakan oleh Tuhan, dan ada bukti sebaliknya.  I
man yang diperlukan untuk menerima hal tentang Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhanlah adalah maha pencipta.

10:24 AM | Posted in | Read More »

Buku “Korupsi Bibit dan Chandra” Oleh OC Kaligis

Pengacara OC Kaligis meluncurkan buku berjudul “Korupsi Bibit dan Chandra” setebal 632 halaman yang mengupas ketidakadilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus korupsi.

KPK terkesan super power tanpa ada pengawasan. “Harus ada pihak yang mengawasi KPK, karena selama ini dianggap terlalu kuat, maka kami harus membuat buku tentang itu agar masyarakat dapat mengetahui,” kata OC Kaligis saat dihubungi Kamis.

Dia mengatakan, dalam buku yang diterbitkan oleh “Indonesia Against Injustice” itu terdapat 16 Bab termasuk testimoni mantan Ketua KPK Antasari Azhar serta pendapat sejumlah ahli hukum diantaranya Prof. Dr. Indriyanto Seno Aji dan Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya.

Menurut dia, tindak pidana yang dilakukan Bibit Samad Rianto (Bibit) dan Chanda Martha Hamzah (Chandra) tidak sampai ke meja hijau akibat tekanan publik.

Padahal kasus yang menimpa Anggodo Widjojo, adik bos PT Masaro Radiokom, identik dengan Bibit dan Chandra, namun perbedaannya adalah diskriminasi.

Bahkan Anggodo ditahan dan perkaranya terus dilanjutkan tanpa dasar hukum sementara Bibit dan Chandra meski berkas perkara dinyatakan rampung (P-21) oleh jaksa, tapi tidak sampai ke meja hijau.

Dia menambahkan berdasarkan asas “Equality Before The Law” bahwa Hukum tidak mengenal diskriminasi, semua sama dimata hukum tanpa harus ada perbedaan, tapi bagi Anggodo hal itu dianggap tidak adil.

Pelaku yang diduga memberi suap ditahan sementara yang menerima tidak diajukan ke pengadilan, ini namanya tidak adil, katanya.

Sedangkan untuk kasus Bibit dan Chandra, maka Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono dipaksa untuk menghentikan penyidikan dan penuntutan.

Demikian pula, katanya, dalam pengantar bukut tersebut KPK saat ini dianggap sebagai super power dalam penegakan hukum tanda ada pihak yang mengawasi.

Adanya kasus yang menimpa Anggodo disangka melakukan tindak pidana korupsi dengan dasar bahwa menghalang-halangi pemeriksaan adalah tanpa alasan, karena dalam kasus Bibit dan Chandra maka Anggodo tidak berhubungan langsung dengan KPK.

Sedangkan Anggodo tidak dalam kapasitas dan wewenang untuk memberi perintah kepada KPK, padahal yang memiliki akses ke KPK adalah Ari Muladi, bahkan Anggodo hanya korban pemerasan Ari Muladi.

Kaligis mengatakan, dalam buku itu juga diulas tentang adanya pemberitaan bahwa media massa televisi maupun surat kabar telah menvonis Anggodo melanggar pasal 53 KHUP jonto pasal 15 dan pasal 25 UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut dia, KPK dalam menyelidiki dan menyidik mengunakan KUHAP, dalam prakteknya banyak hal yang telah menyimpang, hal itu karena tidak ada yang mengawasi, sehingga KPK yang dianggap super power itu dapat berkurang.

Sebagai contoh, bahwa dalam pemeriksaan terhadap saksi tidak pernah bisa didampingi oleh penasehat hukum di depan penyidik KPK hal ini tentu sangat berbeda dengan penyidik polisi atau jaksa.

Tidak banyak Pengacara seperti Pak OC Kaligis, mau membagikan ilmunya melalui penerbitan buku-buku. Apa yang telah dilakukan oleh Pengacara kondang semoga dapat diikuti oleh Pengacara-pengacara senior lainnya di Indonesia. Terima kasih Pak OC Kaligis.

Buku ini sangat bagus, memberikan kita pemahaman akan nilai-nilai Hukum dan bagaimana penerapannya di dalam praktek. Penegakan hukum di Indonesia masih menjadi sebuah permasalahan besar yang memerlukan keseriusan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menegakkannya.

4:01 PM | Posted in , | Read More »

Tip & Trik Mengoptimalkan Microblogging

Jejaring Media online semakin berkembang dengan pengikut puluhan hingga ratusan juta orang pengguna internet. Setelah Friendster, kemudian muncul Facebook, Twitter dan kini mulai merebak Google Buzz.

Microblogging ? Pasti kata ini masih asing buat kamu, tapi kalo Twitter, Plurk, Jaiku, atau Koprol pasti kamu sudah tau dong. Nah, buku Tip & Trik Mengoptimalkan Microblogging akan memandu kamu dengan mudah untuk dapat memaksimalkan semua fitur yang ada di dunia microblogging, yaitu Twitter, Plurk, Jaiku, dan Koprol.

Banyak manfaat yang diperoleh dari media jejaring soal tersebut. Selain menemukan kembali teman lama, ajang bersosialisasi, belakangan fungsinya pun menyebar. Tak sedikit orang yang memanfaatkan jasa Facebook untuk berbisnis. Bahkan, bukan cuma Facebook, ajang bisnis juga merambah ke Twitter.

Bahkan, ini mungkin menjadi media efektif untuk berbisnis secara online. Tak sedikit yang menjadikan Twitter sebagai media perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen. Itu bisa berupa informasi produk, update perkembangan berita dan harga saham, hingga komunikasi dengan konsumennya.

Salah satu buku yang menulis soal kiat berbisnis di Twitter adalah Tip & Trik Mengoptimalkan Microblogging. Dalam buku yang diterbitkan oleh Bukunè disebutkan enam tips berbisnis lewat Twitter. Berikut ini enam tips yang yang disinggung dalam buku tersebut.

1. Riset Pasar
Riset pasar merupakan satu poin penting, khususnya untuk mengetahui bagaimana respons pelanggan tentang bisnis, baik berupa nama perusahaan, bidang, industri, brand, atau produk sebagai kata kunci di Twitter search yang terletak di halaman home akun Twitter-mu.

2. Feedback
Gunakan Twitter sebagai cara menerima umpan balik dari pelanggan. Misalnya meminta pendapat follower tentang suatu program bisnis. Contohnya, bagaimana pendapat follower tentang diskon tarif sebuah maskapai penerbangan.

3. Membangun Jaringan
Lewat Twitter, kita bisa membangun jaringan dengan mencari dan mengikuti orang-orang yang memiliki minat serupa. Misalnya, bisa menghimpun jaringan melalui profesi yang sama, sekolah yang sama hingga wilayah yang sama.

4. Nge-link Konten dari Blog atau Website
Twitter juga dimanfaatkan dengan cara nge-link konten dari blog atau website. Ini bisa juga dimanfaatkan untuk memasarkan blog dan website bisnis kita.

5. Berkomunikasi dengan Tim
Twitter bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar karyawan di suatu perusahaan. Group Update semacam ini biasanya di-set privat untuk masalah keamanan.

6. Notifikasi
Gunakan Twitter untuk notifikasi produk baru atau produk bestseller kepada konsumen dan mengabarkan event yang akan diselenggarakan perusahaan.

5:53 PM | Posted in , | Read More »

"Bukan Testimoni Susno" itu, Buku Baru Susno



MANTAN Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji secara resmi akan melaunching bukunya, Rabu (24/2/2010). Buku tulisan Izharry Agusjaya Moenzhir itu akan mengungkap segala cerita sebenarnya di balik tudingan negatif kepada mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

Dalam buku berjudul, "Bukan Testimoni Susno" itu, Susno mengungkap tentang dirinya yang sebenarnya tidak terkait sama sekali dengan proses hukum penyelidikan Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah.

Dia juga akan menjawab segala pertanyaan tentang istilah cicak versus buaya. "Itu kan wartawan nanya kalau terkait alat sadap yang Polri dan KPK punya diperbandingkan seperti apa?" katanya.

Susno akan menceritakan alasan di balik keteguhannya tidak mau mundur dari jabatannya sebagai Kabareskrim dan perasaan hatinya kala dia menangis untuk kali pertama dalam hidupnya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR dalam kasus Bibit-Chandra dan Century. "Bahkan ibu saya meninggal pun saya tidak menangis," katanya.

Terkait Century, Susno akan mengungkapkan dirinya yang sempat akan memeriksa Boediono, namun urung karena yang bersangkutan sedang mengikuti pertarungan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 serta klarifikasinya terkait tudingan dia membantu upaya pencairan dana Budi Sampoerna di Bank Century karena dijanjikan imbalan 10 milliar.

Izharry Agusjaya Moenzhir dalam buku itu juga akan menulis tentang pertemuan Susno dengan Anggoro di Singapura atas perintah Kapolri dan Anggodo Widjojo di ruang kerjanya di Bareskrim.


Tak cukup sampai di sana, Susno juga akan berbicara tentang kehadirannya sebagai saksi berseragam polisi lengkap dalam persidangan Antasari. Penangkapan Robert Tantular, yang dibantahnya hanya berdasar perintah Jusuf Kalla juga akan menghiasi buku itu. "Kapolri bertanya sama saya apakah cukup alasan untuk menangkap dia (Robert), saya bilang sudah cukup," ujar Susno.

Kisah keluarga besar di balik segala badai yang menerpa Susno dalam jabatannya sebagai Kabareskrim serta ceritanya dengan Adnan Buyung Nasution, orang pertama yang mendesaknya mundur namun akhirnya mendukung langkah Susno mengungkap kebenaran, dikatakan Susno akan semakin menghiasi warna buku.

Buku yang cukup menarik untuk dibaca, Komjen Susno memang sudah seharusnya menuliskan kebenaran dari permasalahan2 yang menyeret2 namanya.




7:00 AM | Posted in | Read More »

Buku The Jack Welch Secrets



AGAR sebuah perusahaan bereputasi besar dan struktur organisasi yang kompleks tetap dinamis, tak sekadar diperlukan sebuah perubahan tapi diperlukan lompatan besar yang revolusioner. Biasanya perusahaan yang telah memiliki nama besar dengan “postur” yang “tambun” cenderung bersikap moderat dan memilih menikmati reputasi yang telah dibangun.

John Francis Welch Junior atau yang kemudian popular dengan sapaan Jack Welch pun mengambil keputusan besar dan revolusioner begitu dirinya ditunjuk untuk menjabat sebagai CEO dan chairman General Electric (GE) pada Desember 1980. Penunjukkan pria asal Peabody, Massachusetts ini sebagai CEO GE kedelapan saat berusia 45 tahun merupakan rekor tersendiri. Jack Welch merupakan CEO termuda sepanjang sejarah 92 tahun GE.

Walaupun menyandang sebagai CEO termuda dan memegang kendali sebuah perusahaan yang menjadi model keperkasaan korporat Amerika Serikat dan dikenal memiliki teknik manajemen modern, Jack Welch tak mau terlena menikmati reputasi besar GE. Sebaliknya, dia menilai GE yang begitu besar terlihat lambat bergerak, walaupun ketika itu pendapatan bersihnya USD1,7 miliar dan pertumbuhan 9% per tahun.

Jack Welch yang selama ini dikenal sebagai orang dalam GE, awalnya dianggap tak akan banyak mengubah budaya kerja di perusahaan yang didirikan oleh Thomas Alva Edison pada 1787 ini. Apalagi dia dipilih melalui proses pengkaderan yang panjang dan dipersiapkan secara matang oleh pendahulunya, Reginald “Reg” Jones. Namun, anggapan itu terbalik 180 derajat, Jack Welch malah membuat GE berguncang dengan serangkaian gebrakan yang diambilnya.

Dalam kamus Jack Welch tak ada perubahan bertahap, semua dilakukan dengan lompatan besar. Dia tak mau hanya diam di ruangan dan kursi empuk, sebaliknya malah tak bisa diam dan turun ke bawah untuk memosisikan ulang keberadaan GE agar adaptif dan kreatif. Dia berusaha membangkitkan potensi seluruh karyawan untuk memastikan GE tetap dinamis.

Alhasil, pada 1997 saja total aset GE membengkak menjadi USD272,4 miliar dolar, pendapatan total USD79,18 miliar. Itu belum termasuk laba yang dihasilkan sebesar USD7,3 miliar dan membuat GE bernilai USD200 miliar. Dengan jumlah karyawan yang lebih ramping sekitar 260.000 orang di seluruh dunia.

Padahal ketika pertama kali menjadi CEO pada 1981, aset GE hanya USD20 miliar dan revenue USD27,24 miliar. Laba yang dihasilkan saat itu hanya USD1,65 miliar dan nilai GE hanya USD12 miliar. Padahal karyawannya saat itu lebih banyak sekitar 440.000 orang di seluruh dunia.

Saat menjelang lengser pada tahun 2000, pendapatan GE telah mencapai USD129.853 miliar dan laba USD12.735 miliar. Kapitalisasi GE pada April 2000 adalah yang tertinggi di dunia sekitarUSD518 miliar. Dengan jumlah karyawan 313.000 orang, memiliki 250 pabrik di 26 negara dan beroperasi di lebih 100 negara.

Kunci sukses Jack Welch selama 20 tahun memimpin GE dikupas secara apik dalam buku The Jack Welch Secrets karya Stuart Crainer. Buku setebal 208 halaman yang diterbitkan Daras Books secara lugas menuturkan sepuluh kunci sukses kepemimpinan Jack Welch. Buku ini membuat kita bisa memahami sikap keras Jack Welch dalam memimpin yang membuatnya dijuluki “Neutron Jack”.

Betapa tidak, Jack Welch dikenal sebagai CEO paling keras di masanya. Baru empat tahun duduk di tampuk pimpinan GE, dia sudah mengurangi (downsizing) hampir 200.000 karyawan. Lalu, pada tahun 1989 sekitar 100.000 karyawan pun meninggal GE, sehingga membuat banyak pihak khawatir dengan masa perusahaan legendaris ini karena kehilangan banyak potensi besar.

Namun, di sini Jack Welch membuktikan kepiawaiannya. Dengan jumlah karyawan yang ramping dan organisasi perusahaan yang sederhana, dia mampu melejitkan kinerja GE. Dengan konsep Work Out dan Sigma Six, dia berhasil mengoptimalkan kreativitas karyawan. Karena dia tak segan-segan mendidik langsung bawahannya dan menyediakan seperempat waktu kerjanya untuk melatih mereka.

Hal itu membuat dia cepat menangkap ide kreatif dari karyawan dari setiap lapisan dan memastikan kualitas setiap produk GE. Bagi Jack Welch bisnis berisi ide dan produk berkualitas. Jadi pahlawan dalam bisnis adalah orang punya kreativitas dan mampu mewujudkan menjadi produk berkualitas.

Dia pun tak segan-segan mengaji tinggi karyawannya untuk mendapat ide terbaik dan siap menghadapi tekanan yang berat. Bukan sekadar mengandalkan loyalitas karyawan untuk memajukan GE. “Kualitas seseorang dilihat dari ide dan kemampuan mewujudkannya, bukan loyalitasnya. Kalau loyalitas dianggap sebagai kualitas seseorang, maka kualitas itu buta,” tandas Jack Welch.


8:34 PM | Posted in , , | Read More »

Outliers : The Story of Succes By Malcolm Gladwell



”Success….is grounded in a web of advantages and inheritances, some deserved, some not, some earned, some just plain lucky,” demikian Gladwell menuliskan salah satu kesimpulannya.

Sebuah buku yang sangat sayang untuk dapat dilewatkan, buku ini berjudul : Outliers : The Story of Succes karangan Malcolm Gladwell. Gladwell telah membius publik dunia melalui dua buku sebelumnya, berjudul Tipping Point (yang merubah cara kita memahami dunia) dan Blink (yang telah merubah the way we think about thinking). Dua buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sama seperti dua buku sebelumnya, dalam bukunya yang ketiga ini Gladwell menyuguhkan kejeniusannya dalam merangkai cerita : setiap paragraf dalam bukunya selalu dirajut dengan penuh keindahan, menghanyutkan, dan semuanya dibalut dalam kerenyahan yang menggiurkan dan yang pasti sangat berguna bagi para pembacanya.

Jadi, apa rahasia sebenarnya untuk meraih kesuksesan ? Dalam banyak buku populer, kesuksesan acap dipahami sebagai sebuah produk dari kejeniusan seseorang, mentalitas atau mindset yang positif, motivasi kerja yang kuat, dan serangkaian karakter positif lainnya. Demikianlah, kita lalu menempatkan kisah sukses Bill Gates misalnya, dalam konteks semacam itu. Kita memandangnya sebagai tokoh visioner yang jenius dan brilian, dan melalui kerja keras serta talentanya ia bisa membangun kesuksesan yang luar biasa. Dengan kata lain, kesuksesan acap dibaca sebagai hasil dari kehebatan yang bersifat individual.

Gladwell menjelaskan narasi kesuksesan semacam itu hanyalah ilusi. Benar, elemen-elemen tentang kerja keras dan talenta memegang peran, namun kesuksesan sesorang ternyata jauh lebih banyak ditentukan oleh serangkaian keberuntungan, lingkungan dimana kita bekerja, dari mana kita berasal, dan juga kultur hidup yang membesarkan kita. ”Success….is grounded in a web of advantages and inheritances, some deserved, some not, some earned, some just plain lucky,” demikian Gladwell menuliskan salah satu kesimpulannya.

Kisah kesuksesan semacam itu mungkin secara dramatis bisa kita baca dari kisah berikut ini. Alkisah, terdapat dua sarjana yang sama-sama brilian dan lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama di tanah air. Keduanya merupakan sahabat, dan keduanya memiliki prestasi yang mengagumkan, baik dalam aspek akademis ataupun aspek ekstra kurikuler (keduanya aktif dalam organisasi kampus dan dua-duanya dikenal memiliki talenta kepemimpinan yang sangat baik).

Ketika lulus, satu orang diterima bekerja di sebuah perusahaan yang relatif baru, dinamis, dan berada dalam industri yang tengah berkembang pesat. Satunya lagi memilih bekerja di sebuah perusahaan yang amat besar dengan usaha yang mendekati monopoli, kultur kerja yang birokratis, dan penuh kemapanan. Begitulah, sepuluh tahun kemudian mereka bertemu kembali, dan betapa bedanya nasib mereka. Kawan kita yang bekerja di perusahaan dinamis itu telah tumbuh menjadi top eksekutif yang sukses dan diburu para headhunter; sementara kawan kita satunya lagi stuck on the middle of nowhere.

Apakah kesuksesan itu karena kawan kita yang satu lebih hebat, lebih positif mindsetnya, lebih termotivasi dibanding satunya lagi ? Tidak. Kawan kita yang satu berhasil karena ia bekerja pada lingkungan yang benar; dan kantornya telah memberikan serangkaian “kesempatan” dan “keberuntungan” (misal perusahaannya beruntung di-akuisisi oleh perusahaan asing sehingga ia berkesempatan melakukan banyak penugasan kerja di luar negeri; juga ia beruntung karena industri dimana perusahaannya berkiprah tumbuh pesat sehingga dengan cepat tersedia banyak posisi kosong ; dan ia beruntung perusahaan itu masih muda, sehingga ia bisa cepat melesat naik posisinya).

Sementara kawan kita satunya lagi “stuck” lantaran ia berada pada habitat yang salah. Kantor tempatnya bekerja penuh dengan politicking, tidak peduli dengan pengembangan SDM, dan penuh dengan birokrasi yang mematikan. Talentanya layu sebelum sempat tumbuh; dan kesuksesan karir tak pernah bisa ia raih.

Esensi dari kisah diatas sama dengan apa yang dinarasikan dalam buku Gladwell ini. Sukses ternyata memang lebih banyak ditentukan oleh dinamika lingkungan dimana kita berkiprah dan berkarya.

Pertanyaanya sekarang adalah : apakah habitat atau lingkungan tempat Anda berkarya saat ini merupakan lingkungan yang tepat ? Sebuah lingkungan yang bisa menyodorkan “keajaiban”, “luck”, dan serangkaian “berkah terselubung” dalam perjalanan hidup Anda ? Atau sebaliknya, sebuah tempat dimana kesuksesan senantiasa merupakan sebuah impian kosong; bak buih fatamorgana yang selalu lenyap setiap kali kita hendak mendekatinya ?

7:27 PM | Posted in | Read More »

Buku Boediono "Ekonomi Indonesia Mau Kemana ?"



Calon wakil presiden Boediono yang mendapingi calon presiden incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono, memaparkan pemikiran ekonominya dalam sebuah buku berjudul "Ekonomi Indonesia Mau Kemana?"

"Tulisan ini merupakan tulisan saya dari dulu. Buku ini bukan untuk kampanye melainkan sebagai bagian pencerahan dan mengajak masyarakat untuk berpikir rasional dan jernih," katanya dalam kata sambutan diskusi bukunya di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin.

Pakar Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut mengatakan dalam buku ini Boediono mengangkat tema Ekonomi Indonesia mau kemana, namun secara substansial dia menjelaskan mengenai hubungan negara dan pasar.

Dia juga menyadari bahwa di Indonesia keduanya masih belum sempurna baik itu pemerintah dan pasar.

Menurutnya "goverment failure" atau kesalahan kebijakan pemerintah akan lebih berbahaya daripada "market failure" atau kesalahan kebijakan pasar karena kesalahan kebijakan pasar masih bisa diubah kapan saja, sedangkan kesalahan kebijakan pemerintah baru bisa diperbaiki dalam jangka waktu setidaknya dalam waktu lima tahun.

Dalam bukunya, Boediono juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan mengenai minat para investor menanamkan modalnya di dalam negeri. Konsistensi kebijakan ini juga tergantung oleh sikap baik dari para pemimpin, politik, masyarakat dan individu, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan secara berkesinambungan, tambah Faisal.

Saat ini, proses pembangunan Indonesia tidak ada yang melalui jalan pintas. Untuk mencapai tujuan, pemerintah tidak boleh menghalalkan segala cara.

Jika itu dilakukan, katanya, maka akan sama saja dengan mencabik-cabik peraturan yang ada dan memperparah institusi.

Toni Prasetianto yang juga dosen ekonomi di UGM mengatakan, dari kumpulan esai yang ditulis Boediono, semua orang yang belajar ekonomi pasti akan mencium bau neoliberal dalam tulisan ini, meski diperlukan kebijaksanaan dalam menerapkannya.

"Neoliberalisasi bukan sebuah dosa," kata Toni yang dalam kesempatan itu juga menjadi pembicara.

Toni mencontohkan kebijakan ekonomi sebagai sebuah resep obat yang jika penggunaannya tidak pada waktunya dan melebihi dosis yang seharusnya akan menimbulkan kontraindikasi.

Ia juga menegaskan bahwa privatisasi BUMN tidak salah asalkan memungkinkan, selain privatisasi juga mendorong pemerintah untuk menjadi lebih transparan .

"Pak Boed juga mengajak untuk memberikan sebuah keteladanan untuk menciptakan terjadinya good governance" katanya.

Toni menambahakan untuk menciptakan "good governance" diperlukan keteladanan dari para pemimpinnya agar bisa diikuti dan menjadi panutan masyarakat.



1:35 AM | Posted in | Read More »

Good to Great

Buku Good to Great sendiri dianggap oleh banyak pengamat sebagai salah satu buku manajemen terbaik sepanjang sejarah.
Ditulis dengan gaya memikat dan ditopang oleh data riset yang ekstensif, buku ini pada dasarnya mencoba mencari jawaban kunci mengapa sebuah organisasi bisnis menjadi GREAT.

Lalu poin-poin penting apa yang tercantum dalam buku itu ? Sejatinya buku ini memaparkan hasil riset selama lebih dari lima tahun yang dilakukan Jim Collins dkk untuk menjawab pertanyaan kunci tersebut yakni: faktor apa sebenarnya yang paling menentukan bagi terciptanya GREAT COMPANY. Dari riset itu, mereka menemukan adanya enam poin, yakni sbb:

Poin pertama menunjukkan bahwa great companies ternyata selalu dipimpin oleh CEO yang memiliki kualitas Level 5 Leadership. Ciri-ciri Level 5 Leadership adalah : fokus yang amat tinggi pada results, memiliki kapasitas eksekusi yang baik (good executor), dan cenderung bersikap low profile.

Poin kedua adalah First Who…Then What.
Good-to-great companies selalu memulai proses transformasi dengan memilih orang-orang yang tepat (dan membuang orang-orang yang under-performance), baru kemudian menentukan ke arah mana layar perusahaan akan dilabuhkan. Spirit utama dalam elemen kedua ini bukan hanya tentang “getting the right people on the team”. Poin yang lebih penting adalah “pertanyaan tentang siapa” selalu lebih dahulu dibanding “pertanyaan tentang apa”. Good-to-great companies selalu bergerak pertama-tama dengan berpikir tentang MANUSIA, baru kemudian berbicara mengenai strategi, anggaran, struktur organisasi, dan lain-lain.

Poin ketiga adalah Confront the Brutal Facts (Yet Never Lose Faith).
Semua good-to-great companies memulai proses pertumbuhannya dengan cara confronting the brutal facts of their current reality. Good-to-Great Companies selalu menerapkan prinsip the Stockdale Paradox: atau sebuah keyakinan yang kuat bahwa kami pada akhirnya akan berhasil, meski dihadapkan pada rintangan yang amat sulit. Dan pada saat yang bersamaan, kami akan terus berani menghadapi realitas persaingan bisnis, betapapun kerasnya derap persaingan itu.

Poin keempat, good-to-great companies ternyata cenderung mirip seperti hedgehogs — sejenis entitas yang sederhana, simpel, memahami “one big thing” and stick to it. Perusahaan pembanding cenderung seperti foxes — mencoba mengetahui banyak hal, namun lack consistency.

Poin kelima adalah adalah A Culture of Discipline.
Good-to-great companies dari luar terlihat sebagai entitas yang membosankan, “garing”, biasa-biasa saja, namun jika ditelisik lebih dalam ternyata….. they’re full of people who display extreme diligence and a stunning intensity. A culture of discipline is not just about action. It is about getting disciplined people who engage in disciplined thought and who then take disciplined action. A culture of discipline ini melibatkan dua dimensi. Pada satu sisi, kultur itu menuntut para anggotanya untuk selalu mengacu pada proses dan sistem kerja yang konsisten. Pada sisi lain, ia juga memberikan kebebasan dan tanggungjawab dalam kerangka sistem itu.

Poin keenam atau terakhir adalah Technology Accelerators.
Dalam isu tentang IT ini, good-to-great companies selalu mengajukan pertanyaan : apakah aplikasi teknologi ini fit directly dengan konsep Hedgehog kami ? Jika ya, maka kami akan menjadi a pioneer in the application of that technology. Jika tidak, kami akan melupakannya. Good-to-great companies menggunakan teknologi lebih sebagai an accelerator of momentum, not a creator of it. Tidak ada satupun good-to-great companies yang memulai transformasinya dengan pioneering technology, yet they all became pioneers in the application of technology once they grasped how it fit with their strategies.

Demikianlah enam elemen kunci yang menurut Jim Collins menjadi rahasia mengapa sebuah organisasi bisnis menjadi great company. Good to Great, demikian judul bukunya.



9:27 AM | Posted in | Read More »

Snowball Warrent Buffet


Kharisma Warrent Buffet memang sangat besar begitu juga kekaguman akan apa yang telah diraih olehnya membuat banyak orang berusaha untuk dapat menggali kekuatan dan kunci sukses Warrent Buffet dalam bisnis. Satu lagi Buku baru yang baru diterbitkan di awal sept 2008 tentang "Business Wisdom" Warrent Buffet. Buku baru yang memberikan kita pemahaman lebih dalam dari seorang Warrent Buffet.

Warren Buffett adalah laki-laki yang paling kaya di dunia, reputasinya terbangun karena kehematan, kebijaksanaan sederhana, dan konsisten dengan ucapannya. Kegiatan dan aktifitas bisnis seperti orang biasa saja, Hal-hal lain yang dapat dipelajari dari biliuner ini adalah.

Beberapa biografi Buffett sudah kita lihat dan dicetak kedalam beberapa bahasa dalam bebera tahun ini seperti "The Making seorang Kapitalis Amerika", "Orang Baik Wall Street", dll. Tetapi pada akhir September, pengarang Alice Schroeder akan menerbitkan yang baru yang berjudul: Snowball: Warren Buffet and Business of Life

Dalam buku ini penulis menyampaikan ada 10 cara untuk dapat menjadi kaya sebagaimana yang menjadi rahasia dan kekuatan dari "Warrent Buffet" atau deperhalus oleh penulisnya sebagai 10 cara bijaksana yang dapat kita lakukan di dalam kehidupan ini.
Buffet advises:
1.Reinvest your profits.
Investasikan kembali keuntungan anda. “Even dalam jumlah kecil bisa berputar ke dalam jumlah yang besar. ” Schroeder menulis, jika kita harus berdisiplin untuk tidak menyentuh keuntungan anda. Hal ini untuk mencapai hasil dari keuntungan yang kita putarkan kembabi di dalam bisnis.

2. Be willing to be different.
Bersedia menjadi berbeda atau kita berani untuk berbeda. Tidak menjadi orang seperti pada umumnya. Kita yang paling mengetahui akan kondisi dan situasi dimana kita berada dan akan menjadi apa tujuan kita. Cara terbaik dan hal yang dapat kita lakukan bukanlah harus seperti apa yang telah dilakukan oleh banyak orang.

3. Never suck your thumb
Jangan pernah isap ibu jari anda. Ah, bagaimana saya bisa belajar dari yang satu ini. Buffett membuat keputusan dengan cepat berdasarkan informasi yang ada. Saya cenderung duduk dan berembuk mengenai banyak hal. Bertindak dengan pasti bisa memberi anda keuntungan dan dapat mencegah hal yang tidak kita inginkan. Hal yang menarik menurut saya penulis menyampaikan bahwasanya "tindakan yang cepat" harus dilakukan atas hal yang telah kita tetapkan dan pastikan untuk dapat dilakukan. Jangan pernah menunda hal apapun.

4. Spell out the deal before you start.
Uraikan transaksi sebelum anda mulai. Saya menitikberatkan ini terus: jangan pernah terjadi penandatangan sehelai kontrak kecuali kalau kita telah membacanya. Baca dan pelajari serta dapat dengan jelas mengerti akan kontrak ataupun perjanjian bisnis. Mengerti dapat kita lakukan dengan cara terjun langsung dan ikut di dalamnya, Buffet mengaskan kita harus menghindari membuat sebuah keputusan hanya berdasarkan laporan dan informasi dari pihak lain. Buffet memberikan sebuah nasehat agar kita memahami secara keseluruhan dari setiap tindakan yang akan kita lakukan.

5.Watch small expenses.
Biaya sekecil apapun adalah sebuah biaya yang berpengaruh, Buffet menegaskan "jangan pernah mengabaikan atau tidak peduli dengan biaya yang sangat kecil" Biaya kecil dapat menjadi sebuah biaya yang besar. Biaya kecil juga merupakan bagian penting di dalam keuangan kita.
Perhatian dalam hal biaya kecil juga sangat mempengaruhinya di dalam Investasi, dimana Buffet sangat menggemari investasi pada perusahaan-perusahaan yang sudah sangat murah (berharga rendah). Pendapat saya dalam situasi Bursa Dunia yang mengalami penurunan tajam dan banyaknya nilai saham perusahaan sudah sangat rendah menjadi "It's time to Buying" bagi Buffet.

6. Limit what you borrow.
Pembatasan apa yang anda pinjam. “Hidup di atas kartu kredit dan pinjaman tidak membuat kita menjadi rich,” itu Pasti. Buffet bukan anti dengan pinjaman, tetapi bijaksanalah dengan setiap anda akan melakukan "Pinjaman". Pinjaman untuk membeli rumah dan mobil hal yang wajar dilakukan. Tetapi terlalu banyak utang dan tidak sebanding dengan kemampuan kita, berhutang untuk hal yang tidak terlalu perlu dan hanya sifat konsumerisme akan berdampak pada keuangan pribadi yang menjadi tidak lebih baik. Kenali kemampuan keuangan anda.

7. Be Persistent.
Gigih. Jika anda tahu anda melakukan hal penting dan benar, tetap padanya.
Dengan sabar dan tetap semangat mengejar cita-cita anda. Belajar ke “fail forward”
Gagal dan tidak berhasil adalah hal biasa untuk dapat melangkah demi kemajuan dan mencapai hal yang ingin di dapatkan. Orang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah melakukan sesuatu apapun.

8.Know when to quit
Tahu kapan waktunya untuk mundur. Buffet menegaskan kita harus berani memutuskan untuk mundur/menarik diri sekalipun kita sudah mengeluarkan biaya untuk hal tersebut. Bisnis mempunyai resiko, kondisi kadangkala terjadi tidak seperti harapan atau kita salah di dalam analisa terdahulu "jangan pernah takut untuk segera melakukan tindakan "mundur" walau kerugian yang timbul tindakan ini dilakukan untuk menghindari "kerugian yang lebih besar". Sangat menarik banyak investor "fear" untuk melakukan "Cut Lose" atas sahamnya diawal sehingga segala sesuatunya menjadi lebih buruk dan kerugian besar yang didapatkan. Tidak mudah untuk hal ini diperlukan suatu keberanian. Jika anda ingin menjadi berhasil di dalam Investasi apapun, anda harus berani melakukannya.

9.Assess the risks.
Nilai resiko : “Asking yourself ‘and then what ? Buffet menyampaikan agar kita selalu dapat mengerti dengan baik "Resiko" selalu melekat di dalam hal yang kita lakukan. Yang terpenting menurutnya "kita harus mampu untuk megatasi segala resiko yang terburuk yang mungkin terjadi di dalam bisnis kita. Kita harus mampu membuat sebuah keputusan yang terbaik/tepat bagi keuangan diri kita.

10. Know what success really means.
Ketahui keberhasilan yang mana benar-benar berarti. Keberhasilan berbeda bagi masing-masing dari kami. Menemukan apa Keberhasilan yang sangat berarti hidup anda. "Each day Important", Buatkan ini menjadi fokus anda. Buffett mengatakan: “When kita seumur beliau , kita akan mengukur keberhasilan dengan melihat berapa banyak orang mencintai/kagum/hormat terhadap diri kita. Menjadi berarti dan berguna bagi banyak orang merupakan keberhasilan tertinggi yang telah kita capai dalam hidup.

Saya menganggap Warren Buffett sebagai Tokoh besar dalam dunia Investasi dan mengagumi perjalan keberhasilan beliau, saya menyadari kekaguman saya mungkin lebih banyak untuk gagasan Buffett. Sungguh menyenangkan membaca biografi baru ini.
Gagasan dan kebijaksanaan Buffet dalam Kehidupannya dapat menjadi suatu pelajaran yang berguna bagi setiap pembacanya. Menjadi Kaya seperti Buffet idaman kita semua.

Salam

11:17 PM | Posted in | Read More »

WORD OF MOUTH MARKETING

Word of mouth marketing adalah buku yang menarik, ringan untuk dibaca sehari habis, ditulis oleh CEO dari Word of Mouth Marketing Association, dan isinya sangat sarat dengan saran2 praktis yang bisa langsung dipakai dalam bisnis kita.

Forwardnya ditulis oleh Seth Godin, penulis purple cow dan sejumlah buku laris lainnya. Afterwordnya ditulis oleh Guy Kawasaki, penulis The Art of The Start yang saya sukai. Buku ini bisa digabung dengan konsep buku „Made To Stick“, yang ditulis oleh Chip Heath & Dan Heath, untuk menjadi senjata ampuh perusahaan mempromosikan produknya.


Semua orang suka berbicara, gossip adalah kenikmatan, ngrumpi adalah kebiasaan, orang2 menceritakan produk yang disukainya, menyarankan temannya membeli ditoko yang dianggapnya hebat.
Definisi Word of Mouth Marketing adalah tindakan yang dapat memberikan alasan supaya semua orang lebih mudah dan lebih suka membicarakan produk anda.
Kata Seth Godin jadilah purple cow, sapi ungu, artinya menjadi „remarkable = worth remarking on, worth saying about“, mempunyai nilai untuk dibicarakan oleh orang lain.

Sebuah survey dari Verde Group menghasilkan pembuktian yang menarik, ternyata orang yang mendengar dari orang lain tentang keburukan produk atau service dari sebuah perusahaan akan lebih tidak mau membeli dari perusahaan itu dari pada orang yang telah mengalami sendiri keburukan itu. Artinya cerita orang lain sering mempunyai dapak luar biasa yang bahkan lebih besar daripada mengalaminya sendiri.

Word of Mouth bukan hanya „blog“ atau „review“ saja, hanya 20% saja dari WOM komunikasi terjadi online, 80% adalah pembicaraan antara pelanggan ke pelanggan yang terjadi sehari hari. Pertemuan sosial, telpon, SMS ataupun pembicaraan dikantor. Secara alamiah, sebuah service dan produk yang sangat baik akan menimbulkan „organik“ word of mouth. Sacara natural orang akan merekomendasikan anda bila anda bagus.

Tetapi marketing membutuhkan lebih dari itu. Perusahaan punya tugas untuk menimbulkan „amplified“ word of mouth marketing. Sebuah tidakan yang memang dilakukan untuk memperbesar efek WOM ini. Baik dengan iklan yang bagus, promosi yang tepat, game on line yang memikat, publikasi di koran ataupun event yang akan dibicarakan orang secara terus menerus.

Ada 4 hal yang mesti diawasi untuk membuat orang lain mau membicarakan produk anda.

Pertama, jadilah sebuah perusahaan yang menarik atau ciptakan produk yang menarik. Orang tidak akan membicarakan hal yang umum dan menjemukan, tetapi akan suka menceritakan sesuatu yang menarik dan berbeda.

Kedua, perusahaan harus mampu membuat pelanggannya bahagia. Pada ulang tahun ke 100 Harley Davidson, beratus orang berkendaraan bersama untuk memperingati kejadian besar itu, dan acara ini membuat semua orang bahagia.

Ketiga, kita harus mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari pelanggan kita. Tanpa adanya kepercayaan, orang enggan merekomendasikan anda karena ini akan membahayakan citra harga dirinya.

Keempat, kita harus membuat hal itu mudah buat orang lain untuk membicarakan produk kita. Tahun 1996 Apple computer menawarkan produk komputer dengan warna merah oranye kuning ungu, semua orang ingin membicarakannya.

Internet membuat WOM menjadi lebih mudah dan mengalir, buku yang bagus akan direview bagus oleh semua orang di internet, yang akan membuat pembaca lain membeli. Kita tidak lagi percaya pada iklan dan promosi, tapi kita percaya pada orang lain yang mempunyai kesamaan dengan kita sebagai pelanggan. Harus ada kejujuran disana, karena sebuah penipuan akan menimbulkan kebencian massa dan berdampak negatip ganda.

Suka atau tidak, orang akan membicarakan produk anda dan perusahaan anda, jadi lebih baik kita memperbaiki produk dan citra kita dengan jujur sehingga WOM akan menguntungkan diri kita.

Ada 5 elemen penting dalam WOM marketing.

Yang pertama kita harus tahu siapa „Talkers“ atau pembicara yang dapat menjadi teman atau duta dari produk kita. Siapa mereka, apa kebiasaan mereka, dan apa yang menarik dari kacamatanya.

Kedua, „Topics“, atau perihal apa yang dapat mereka bicarakan tentang anda? Harga murah, service bagus, TV ditaxi anda, kemudahan Valet parking gratis? Apa yang mudah dibicarakan oleh orang lain tentang perusahaan anda.

Ketiga „Tools“ atau alat apa yang dapat kita berikan. Website game yang diciptakan untuk orang2 bermain, contoh produk gratis, postcards, emails lucu, apa saja alat yang bisa membuat orang mudah membicarakan atau menularkan produk anda kepada temannya.

Elemen keempat adalah „Taking Part“ atau partisipasi perusahaan. Misalkan kita memberi hadiah dalam lomba foto dengan memakai handphone merek tertentu dalam lomba foto keindahan alam. Ataupun kemauan perusahaan untuk menjawab pertanyaan di websitenya. Kita harus turut berpartisipasi dalam pembicaraan ini, karena kita bisa mengarahkannya pada hal yang lebih positip.

Kelima adalah „Tracking“, atau pengawasan akan hasil WOM marketing kita, dan dengan melihat hasil dan penyesuaian, kita dapat membuat kegiatan ini lebih sukses lagi dimasa mendatang.

Ada banyak contoh dan saran saran praktis yang tersebar diseluruh buku dan mudah sekali untuk dipetik dan diaplikasikan dalam bisnis kita. Contoh menarik yang mungkin dapat kita tiru dan ubah supaya cocok dengan bisnis kita.
Hotel baru The Wynn Las Vegas memberikan kamar gratis kepada sopir sopir taxi di Las Vegas untuk mempromosikan hotelnya.
Zappo, penjual sepatu wanita terkenal, memberikan jaminan uang kembali selama setahun sejak tanggal pembelian. Hal yang tidak terduga membuat kita merasa nyaman untuk diceritakan pada orang lain.

Ada tiga alasan orang mau membicarakan produk atau perusahaan anda. Mereka menyukai anda atau produk anda, mereka merasa senang dan bangga dapat merekomendasikan anda, dan setelah merekomendasikannya mereka merasa menjadi satu bagian dari sebuah keluarga besar pemakai produk yang sama. WOM yang sukses harus memenuhi ketiga hal ini.

Berhati hatilah dengan hadiah uang untuk membuat klien mau membicarakan produk anda, karena secara umum ini akan membuat orang merasa negatip dan tidak mempunyai harga diri lagi. Hindari hadiah langsung, berikan kemudahan atau sebuah akses khusus, atapu pengalaman unik melihat pabrik anda, atau hal2 positip lain yang mengesankan.

Buku ini adalah sebuah bacaan enak yang berguna, ditulis ringan nikmat. Saya percaya buku ini akan berguna buat diri anda pribadi ataupun perusahaan anda. Anda dapat mengakses websitenya di www.wordofmouthbook.com.

Selamat menikmati.

10:08 AM | Posted in | Read More »

Ritz-Carlton Hotel, The New Gold Standard



HE NEW GOLD STANDARD - Joseph Michelli, PhD

Leadership Lessons from the Company that turned Customer Service into an Art Form

When it comes to refined service and exquisite hospitality, one name stands high above the rest: The Ritz-Carlton Hotel Company. With ceaseless attention to every luxurious detail, the company has set the bar for creating memorable customer experiences in world-class settings.

Joseph A.Michelli, Phd penulis buku laris "Starbuck Experience" dalam buku ini menampilkan kajian tuntas tentang Nilai-nilai Kepemimpinan yang ada di di "RITZ -CARLTON HOTEL COMPANY".

Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan yang banyak menerima penghargaan dan pengakuan kelas dunia di bidang hospitality dan gaya hidup, bagaimana perusahaan membangun nilai-nilai pelayanan dan menjadi budaya perusahaan serta filosofi servis mereka..

Buku dengan 285 halaman dalam bahasa Inggris ini akan membeberkan dan mengungkapkan bagaimana terciptanya "Hubungan kesetiaan Pelanggan dalam nilai-nilai pelayanan yang kita lakukan", .

Buku ini akan mengungkapkan 5 kerangka Prinsip Nilai Kepemimpinan yang digunakan RITZ CARLTON yaitu :
1. Define and Redifine,
2. Empower Through Trusts,
3. Its Not About You,
4. Deliver "WOW"
5. Leaving a Lasting Footprint,

Brand recognition semata tidak dapat memastikan pelanggan akan kembali lagi, fakta mengatakan pengakuan, nama besar, terkenal adalah sebuah langkah awal dari perusahaan dalam hubungan dan mempertahankan pelangggan.

Penulis menggambarkan rekomendasi dan kesimpulannya dari hasil interview dengan ratusan karyawan/i, pimpinanan perusahaan, customer (Biro perjalanan, tamu hotel baik pribadi maupun perusahaan-perusahaan yang mengunakan Hotel ini) tentang nilai-nilai kejujuran, ketulusan, kepastian, antisipasi serta aman dan nyaman , tanggung jawab atas pekerjaan dari seluruh insan perusahaan ini.

Penulis juga menggunakan data dari Gallup Organization yang mengukur "Kesetiaan dan Hubungan dengan Pelanggan" sebagai akibat dari Trust, perusahaan telah berhasil membangun Trust atau rasa percaya dari seluruh team dan customer.
Buku ini sangat baik sebagai tambahan literature dalam bisnis, bagaimana peranan kepemimpinan di dalam setiap keputusan dan komunikasi (dalam dan keluar) perusahaan akan sangat menentukan reputasi perusahan di dalam kualitas pelayanan dan membangun customer service culture.
Service excellence dalam pelayanan mutlak diperlukan saat ini

Buku ini di terbitkan oleh Mc-Graw-Hill, 2008

10:32 AM | Posted in | Read More »

The Human Side of Enterprise


Berbagai jenis buku tentang Management diterbitkan, kadangkala kita bingung dalam menentukan buku mana yang baik dalam hal contentnya dan dapat berguna bagi pengembangan diri kita. Saya mencoba memberikan referensi sebuah buku Management yang sangat baik dan mudah di aplikasikan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi para pembacanya.


Buku ini berfokus pada pada sebuah isu penting tentang Iklim Organisasi dan tetap relevan hingga saat ini, yaitu : "Bagaimana menstimulasi potensi yang paling optimal dari seorang insan sehingga ia mampu tumbuh menjadi individu yang happy, productive dan satisfied".

Dan sungguh, tema fundamental semacam ini pasti akan terus relevan hingga peradaban manusia masih eksis.


Kini kian banyak buku manajemen praktis tentang People Management. Namun buku yang ditulis lebih dari 40 tahun silam ini rasanya tetap yang terbaik dibanding ribuan buku serupa yang diterbitkan kemudian hari. Dan bagi Anda yang ingin mendalami “human side of enterprise” secara bening dan inspiratif, buku ini mestinya tidak boleh dilewatkan.

1:35 PM | Posted in | Read More »

Blog Archive

David P Pangaribuan