Luar Biasa Guardiola Tolak Hadiah Mobil Sport Audi A7
![]() |
| Audi A7 |
Dilansir suratkabar Marca, Guardiola bersama pemain Barcelona masing-masing mendapatkan satu buah mobil sebagai bagian dari kerja sama mereka dengan pabrikan asal Jerman tersebut.
![]() |
| Audi A7 |
11:59 AM | Posted in Leadership, People | Read More »
Ketidakmauan untuk menerima kritik dan memperbaiki diri adalah kesalahan fatal dalam hidup ini. Setiap kita tentu tahu kalau kita tidaklah sempurna. Kemampuan kita terbatas dan yang tersulit dalam hidup ini adalah melihat kesalahan diri sendiri. Kritik bagi saya adalah ungkapan kasih sayang karena orang-orang di sekeliling kita memberikan perhatian dengan menunjukkan kesalahan kita dengan maksud agar kita dapat memperbaiki diri. Namun oleh sebagian orang, setiap kritik selalu dianggap sebagai usaha untuk menjatuhkan dirinya.Point-poin dalam Tulisan Kolonel Adjie Suradji :
7:02 AM | Posted in Leadership, National | Read More »
12:32 PM | Posted in Leadership, National | Read More »
Jika saat ini Anda adalah : seorang manajer, supervisor, kepala departemen, eksekutif senior, atau pemilik bisnis, anda mempunyai konsep pemikiran "lebih penting untuk dihormati daripada untuk dicintai". Apakah tidak mungkin anda dapat memiliki keduanya (dihormati sekaligus disayangi).10:13 PM | Posted in Leadership | Read More »


11:08 AM | Posted in Leadership | Read More »

Artinya, setiap janji yang keluar memiliki konsekuensi berat yang tidak dapat dilupakan dan diabaikan. Hanya orang yang tidak memiliki harga diri saja yang akan mencederai janji yang pernah terucap.
8:34 AM | Posted in Leadership | Read More »

Bagi saya singkatnya : "kepemimpinan adalah hal yang berhubungan dengan proses menggerakkan, memberikan tuntutan, binaan dan bimbingan, menunjukkan jalan, memberi keteladanan, mengambil resiko, mempengaruhi dan meyakinkan pihak lain,mengarahkan",

12:09 PM | Posted in Leadership | Read More »

Dia pun tak segan-segan mengaji tinggi karyawannya untuk mendapat ide terbaik dan siap menghadapi tekanan yang berat. Bukan sekadar mengandalkan loyalitas karyawan untuk memajukan GE. “Kualitas seseorang dilihat dari ide dan kemampuan mewujudkannya, bukan loyalitasnya. Kalau loyalitas dianggap sebagai kualitas seseorang, maka kualitas itu buta,” tandas Jack Welch.
8:34 PM | Posted in Leadership, Management, Refferensi Buku | Read More »

"Saya hormati pemain, pemain menghormati saya. Hal ini sangat penting. Setiap hari kami selalu bersama dan terkadang saya berbicara kepada mereka secara individu," ujar Capello kepada The Metro.

6:04 PM | Posted in Leadership | Read More »

10:31 AM | Posted in Leadership | Read More »

8:12 AM | Posted in Leadership | Read More »

10:49 PM | Posted in Leadership | Read More »

Dalam pertarungan demokrasi, kalah atau menang adalah kehendak yang harus diterima. Pemenang pun harus bijak, tidak harus bertepuk dada tetapi harus mawas diri. Bahwa kehendak menang itu adalah amanah dari masyarakat yang harus diperjuangkan. Sedangkan kehendak kalah pun, akan menjadi terhormat bila dengan sikap jantan memberi selamat kepada pemenang. Kekalahan adalah kemenangan tertunda yang harus diperjuangkan dalam pertarungan berikutnya dengan penuh mawas diri dan kerja keras.
Kepercayaan yang kuat menggerakkan pikiran untuk mencari jalan dan sarana untuk melakukannya. Dan percaya bahwa anda dapat berhasil membuat orang lain menaruh kepercayaan kepada Anda. Mayoritas orang tidak menaruh kepercayaan yang besar akan kepercayaan.
10:34 PM | Posted in Leadership | Read More »
12:57 PM | Posted in Leadership | Read More »
8:34 AM | Posted in Leadership | Read More »
Bagaimana sebenarnya pola kepemimpinan yang tepat untuk menuntun organisasi dalam menghadapi berbagai aspek perubahan yang dialami ? Bagaimana pola kepemimpinan dapat menuntun organisasi lebih bersikap proaktif dan memiliki ketajaman yang relatif tinggi?. Lebih baik lagi jika bukan sekedar menanggapi dan memanfaatkan berbagai perubahan yang ada, tetapi mengantisipasinya dengan baik.
Seorang pemimpin dapat diibaratkan seorang nahkoda kapal yang sedang menempuh perjalanan di lautan luas, dengan berbagai tantangan dan cobaan. Dalam perjalanannya, sang nahkoda senantiasa dihadapkan pada pilihan keputusan-keputusan strategis, dalam kondisi normal, kondisi kritis karena diserang badai, atau dalam kondisi stagnan, tatkala seluruh bentuk kehidupan kelihatannya menghilang dan tidak memberikan arti apa-apa. Dalam perjalanannya, sang nahkoda berada dalam wadah yang tidak pasti tetapi secara ironis justru membutuhkan ketepatan "kepastian" dalam setiap keputusan atau setiap langkah agar kapalnya selamat dan dapat mencapai tempat tujuan dengan cepat.
Sang nahkoda harus dapat membentuk rasa "kebersamaan" dan rasa memiliki terhadap kapal, maupun keterlibatan dalam pencapaian tujuan. Kebersamaan ini hanya dapat dimunculkan jika kita memiliki sikap dan melihat eksistensi kita sebagai pemimpin justru sebagai bagian dari kumpulan eksistensi setiap anggota perusahaan, dan bukan sebaliknya. Kita dapat memicu perkembangan rasa percaya melalui kemantapan kapabilitas atau kompetensi yang dimiliki, serta dilengkapi dengan kerendahan hati untuk menyatakan bahwa proses yang sedang dilaksanakan merupakan "milik bersama". Konsekuensinya, para pemimpin harus dapat menempatkan diri sebagai "inisiator perubahan", "pelayan perubahan", dan secara aktif menunjukkan partisipasi langsung dalam proses pelaksanaan perubahan.
Dalam menjalani perubahan yang penuh tantangan, rasa antusias perlu dihadirkan dari awal perencanaan proses perubahan dan memainkan peran yang sangat penting. Pemimpin perubahan yang telah dibekali rasa antusias berkesinambungan masih akan menghadapi berbagai tantangan perubahan lainnya, akan tetapi, secara moral dan psikis ia telah didukung oleh kemauan dan semangat dari dirinya sendiri. Hanya dengan memiliki antusias yang ditunjukkan secara nyata, seorang pemimpin dapat meminta dukungan rasa antusias yang sama dari para anggotanya.
Unsur "kesinambungan" harus diperhatikan dalam menghidupkan rasa antusias, jangan sampai seorang pemimpin kehilangan semangat di tengah-tengah berlangsungnya proses perubahan.
Kewaspadaan dan Keberanian Mendobrak
Dalam mengelola perubahan, seorang pemimpin juga perlu memiliki "kerendahan hati", dalam artian tidak terlena oleh kesuksesan yang telah diraih dan senantiasa waspada terhadap berbagai perubahan situasi dan perkembangan-perkembangan yang akan mempengaruhi daya tahan dan masa depan perusahaan. Kebanggaan yang berlebihan justru seringkali menjadi elemen pemicu munculnya potensi kelemahan perusahaan justru ketika perusahaan berada di puncak.
Dalam kondisi yang dianggap "mapan" juga terdapat potensi destruksi yang harus dicermati. Keberanian untuk mendobrak kemapanan benar-benar kita butuhkan dan perlu kita implementasikan. Ingatlah bahwa kita eksis tidak untuk mengingat masa lalu dan hanya untuk mempertahankan apa yang sudah dicapai, tetapi untuk memberikan jalan kehidupan yang baru bagi perusahaan di masa mendatang.
Konsekuensi menjadi pemimpin adalah juga untuk sewaktu-waktu diperlukan mampu dan mau berperan sebagai panglima perang dengan membawa "pedang" yang secara tepat dan mungkin secara radikal harus kita manfaatkan untuk memotong keterikatan dengan tradisi dan kebiasaan yang ada untuk memperoleh kemenangan selanjutnya. Attitude seperti ini juga dibutuhkan dalam menghadapi perubahan yang tidak "nampak" dan terjadi secara perlahan-lahan, sehingga kondisi kemapanan kelihatannya tidak terusik.
Agar dapat dilaksanakan dengan efisien, perubahan memerlukan himpunan energi yang relatif besar. Kekuatan positif ini hanya dapat ditimbulkan jika pemimpin perubahan dapat menghimpun kekuatan dari seluruh jajaran anggotanya. Dengan kata lain, perubahan membutuhkan dukungan penuh dari para "penduduk" perusahaan. Sehingga, peran pemimpin dalam memanajemeni perubahan juga mencakup peran sebagai "bos", di mana karisma, kekuatan pribadi dan kepercayaan diri harus hadir.
Keyakinan diri perlu ditumbuhkan, agar di dalam diri para pengikut kita tidak terdapat keraguan dalam melangkah, karena merasa memiliki seorang pemimpin yang handal dan memiliki kredibilitas yang tidak diragukan. Tentu saja pengembangan diri agar dapat ’menggerakkan’ pengikut berkaitan erat dengan berbagai faktor dan hanya dapat diperoleh jika kita sendiri sudah memiliki "keyakinan diri sendiri", bahwa apa yang kita laksanakan adalah benar dan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.
Dalam mengelola perubahan, tidak dapat dipungkiri bahwa kita sebagai manusia biasa akan lebih mudah merasa tidak mampu dan lebih mudah merasa tertekan dan ingin melepaskan diri apabila dihadapkan dalam kondisi krisis. Kita dapat mempersiapkan bekal untuk memantapkan diri dalam berbagai kondisi dengan terlebih dahulu memiliki kemampuan dan integritas diri yang jelas.
8:18 PM | Posted in Leadership | Read More »
Kita harus berjuang untuk mencapai tingkat tertinggi suatu kesuksesan, Kita akan mempunyai lebih banyak kesempatan dalam berbagai hal untuk dilakukan. Bila sebaliknya tidak boleh menyerah atau menerima fakta bahwa karir kita hanya kan mencapai suatu tingkatan tertetu atau biasa kita sebut Puncak karir (Top Speed).
Karisma Kepemimpinan, ya kita dapat belajar agar kita memiliki suatu penilaian yang dinamakan "Karisma di dalam diri kita sebagai seorang Pemimpin". Kita sering mendengar tentang seorang Pemimpin yang memiliki karisma, seperti : Pemimpin Negara : Bung Karno, Mahatma Gandhi, Mandela, Jach Walch dalam dunia bisnis : OM William S (Founder Astra), Ciputra, yang sampai saat ini nilai-nilai kepemimpinannya selalu diingat dan dipelajari banyak orang,
Karisma tidaklah hanya bersifat menarik, hangat, dan ramah. Karisma dianggap sebagai kemampuan dalam : Ketrampilan hubungan interpersonal, aura, kemampuan bersosialisasi, perilaku sosial yang baik, energi emosi yang positif dan sangat baik dalam hal etika perilaku yang tidak tertulis, atau kepatutan. oleh D.A Benton
Karisma merupakan suatu percaya diri dan kepribadian yang menjadi contoh atau idaman banyak pihak, menguasai suatu hal dengan sangat baik dan dapat melumpuhkan banyak orang, namun tidak mengancam yang lain (disayang dan dinantikan, banyak akan merasa kehilangan tanpa kehadiran orang tersebut). Kepemimpinan adalah proses dan praktik terus-menerus tidak instant atau terburu-buru, kita senantiasa belajar untuk dapat melakukannya dengan baik. Karisma merupakan suatu proses yang panjang dan untuk memilikinya memerlukan effort yang luarbiasa. Karisma bukanlah dilahirkan tapi dihasilkan oleh effort yang berkualitas dan telah terbukti.
Pemimpin yang memiliki karisma mempunyai ciri : dapat berintegrasi dengan para pekerja yang lain, rekan kerja, manager, eksekutif serta pemberi layanan lainnya. Integritas sangatlah esential dan konsisten menjaganya pada semua segi bidang kehidupan, menjaga nilai moral dan etika (seperti konsisten akan apa yang diucapkan dan dijanjikan). Pemimpin dengan integritas dan rasa percaya diri yang tinggi " akan menjadi inspirasi bagi yang lainnya ",.
6 Langkah untuk dapat mencapai Karisma :
Mari kita mencoba menjalankan 6 langkah diatas dalam kehidupan sehari-hari kita, menjadikannya menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi kita untuk mencapai kesuksesan pribadi dan profesional kita.
1:58 AM | Posted in Leadership | Read More »
Berapa yang setuju bahwa sebahagian besar angkatan kerja di Organisasi anda memiliki bakat, kemampuan, kreativitas dan kecerdasan yang jauh lebih besar daripada tuntutan atau peluang yang diberikan pekerjaan mereka saat ini.
Kepemimpinan tidak semata tentang dengan kontrol, Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menjadikan manusia mencapai dan mengoptimalkan " kapasitas, kemampuan serta senantiasa mampu melakukan proses perubahan kearah yang lebih baik", bagi dirinya dan perusahaan. Mendorong dan memberikan kesempatan menjadi manusia seutuhnya untuk mencapai tujuan : Menggugah, Mengilhami dan Berharga. Pemimpin harus menjalankan praktek manajemen yang tepat di saat ini (era teknologi dan era kemajuan pengetahuan) yang memperlakukan manusia di empat (4) secara utuh : Tubuh, Hati, Pikiran dan Jiwa.
Para pemimpin hendaknya memberikan ruang dan kesempatan yang terbuka pada setiap orang yang ada dalam organisasinya, menjadi percaya bukanlah hal yang mudah. Mind-set, skill set, Tool set serta dari seorang Pemimpin harus dimaksimalkan. Setiap person yang melamar dan kemudian menjadi karyawan, pastilah mempunyai harapan dan tujuan yang besar disaat mereka mulai bekerja di organisasi kita, mereka mempunyai mimpi atau gambaran besar hidup meraka bersama perusahaan. Pergeseran tujuan dan harapan bahkan kegagalan dikedepannya tidaklah semata karena diri mereka.
7:06 AM | Posted in Leadership | Read More »

Untuk memiliki budaya dan karakater yang kuat perusahaan haruslah memiliki sosok pemimpin yang berbudaya dan barkarakter kuat pula.
Pemimpin fokus pada Karakter berarti harus punya sikap, "Saya adalah panutan (I am the Example).
11:36 AM | Posted in Leadership | Read More »
Kita harus berjuang untuk mencapai tingkat tertinggi suatu kesuksesan, Kita akan mempunyai lebih banyak kesempatan dalam berbagai hal untuk dilakukan. Bila sebaliknya tidak boleh menyerah atau menerima fakta bahwa karir kita hanya kan mencapai suatu tingkatan tertetu atau biasa kita sebut Puncak karir (Top Speed).
Mari kita mencoba menjalankan 6 langkah diatas dalam kehidupan sehari-hari kita, menjadikannya menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi kita untuk mencapai kesuksesan pribadi dan profesional kita.
11:18 PM | Posted in Leadership | Read More »
2010 Simplex Transcript. All Rights Reserved. Designed by Gabfire Themes . Convert to Blogger by SimplexDesign