PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mencatatkan laba bersih naik 331% dari Rp69,09 miliar pada 2009 menjadi Rp298,26 miliar pada 2010.
Kenaikan laba bersih diikuti kenaikan pendapatan sebesar 18,81% dari Rp631,53 miliar pada 2009 menjadi Rp750,36 miliar pada 2010. Pendapatan tol perseroan naik menjadi Rp747,32 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp627,38 miliar. Pendapatan sewa turun menjadi Rp3,04 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp4,15 miliar. Jumlah beban usaha naik menjadi Rp355,01 miliar pada 2010 dari periode sama sebelumnya Rp293,10 miliar pada. Laba usaha naik 34,88% menjadi Rp395,34 miliar pada 2010 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp293,10 miliar. Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang diterbitkan pekan ini.
Jumlah aset perseroan naik 2,96% dari Rp2,79 triliun pada 2009 menjadi Rp2,87 triliun pada 2010. Kas dan setara kas perseroan naik 31,865 dari Rp96,77 miliar pada 2009 menjadi Rp405,44 miliar pada 2010.
8:18 PM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil membukukan laba bersih sebesar US$588.128 pada 2010 setelah mengalami rugi US$1,85 juta di 2009.
Dalam laporan keuangan publikasi Perseroan dijelaskan perolehan laba bersih 2010 ini disebabkan kenaikan laba usaha dari US$4,74 juta pada 2009 menjadi US$5,28 juta di 2010. Namun laba selisih kurs justru turun menjadi US$1,56 juta pada 2010 dari US$1,79 juta di 2009. Beban keuangan juga masih relatif besar meskipun terjadi penurunan menjadi US$7,68 juta di 2010 dari US$11,11 juta pada 2009. Pencapaian laba bersih 2010 ini menyebabkan Perseroan berhasil membukukan laba bersih per saham sebesar US$0,03 dari rugi US$0,12 pada 2009.
Jumlah kewajiban Perseroan pada 2010 mengalami penurunan menjadi US$124,69 juta dari US$187,42 juta. Sedang ekuitasnya naik dari US$273,77 juta pada 2009 menjadi US$336,42 juta di 2010.
7:51 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 348,85 miliar, naik 449% dibandingkan 2009 yang mengalami kerugian sebesar Rp 99,7 miliar.
Demikian keterangan perseroan yang dikutip, Kamis (24/3/2011).
Pencapaian laba bersih ini akibat pendapatan perseroan yang melonjak tinggi dari hanya Rp 200,5 miliar di 2009 menjadi Rp 2,75 triliun di 2010.
Sepanjang 2010, Borneo memperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 34,59 miliar, naik dari 2009 yang hanya Rp 397 juta. Perseroan juga meraup keuntungan dari selisih kurs sepanjang 2010 yang mencapai Rp 14,07 miliar.
Dengan pencapaian tersebut, dikurangi oleh beban-beban, perseroan berhasil memperoleh laba sebelum pajak Rp 522,39 miliar. Setelah dipotong pajak, laba bersih perseroan mencapai Rp 348,84 miliar.
6:47 PM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan tambang untuk memperkuat bisnisnya.
Dari informasi di pasar, ekspansi ini didukung keuangan dari Grup Rajawali yang saat ini sudah menjadi salah satu pemegang saham. Perseroan menjadi memilii agenda ekspansi ke usaha pertambangan. Harga saham META diperkirakan akan menembus level Rp500 per saham dalam waktu dekat.
Saham META pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup stagnan di Rp265 dengan volume perdagangan 3.521 saham senilai Rp460,7 juta sebanyak 77 kali transaksi.
8:59 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Silang pendapat seputaran besaran nilai IPO sebuah perusahaan Negara selalu terjadi, banyak pihak yang menyuarakan "berapa nilai Saham" dari perusahaan milik Negara yang akan Go Publik. Silang pendapat ini telah terjadi pada saat Harga Saham Krakatau Steel (KRAS) ditetapkan, banyak pihak menilainya terlalu rendah, begitu juga sepertinya akan terjadi pada saat IPO Perusahaan penerbangan Nasional "Garuda Indonesia Airways".
Tarik menarik harga penawaran saham umum perdana PT Garuda Indonesia terjadi. Kendati sudah diputuskan di kisaran Rp750-1.100, konflik tampaknya akan tetap membayangi emiten pelat merah ini.
"Banyak alasan yang memperkuat pendapat seharusnya saham IPO Garuda itu bisa ditawarkan di atas 1.200 rupiah," tegasnya.
Namun mekanisme penawaran harga IPO Garuda Indonesia sama dengan mekanisme IPO Karakatau steel. Akibatnya dimungkinkan akan terjadi konflik penetapan harga IPO Garuda akan terjadi.
8:39 PM |
Posted in
Investmen/Stock,
Perusahaan
|
Read More »
Indeks Harga Saham Gabungan memerah sejak awal perdagangan dan semakin menurun hingga akhir sesi ke II terpaku di level 3.478,549, turun 152,904 poin (4,22%). Penurunan selama 3 hari berturut-turut perdagangan membuat cemas banyak pelaku pasar.
Keluarnya dana asing dari bursa saham di Indonesia, menjadi penyebab utama koreksi yang terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini. Namun koreksi terjadi di hampir semua bursa saham negara-negara emerging market.
5:27 PM |
Posted in
Investmen/Stock,
National
|
Read More »
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan segera menggelar penawaran umum saham terbatas (rights issue) di Kuartal I-2011. Aksi korporasi Bank Mandiri ini akan berpengaruh terhadap harga saham induknya dimana kecenderungan harga setelah rights issue akan berada dikisaran Rp7,009 – Rp7,743 per lembar saham.
Analis Pasar Modal eTrading Securities, Muhammad Wafi mengatakan aksi korporasi Bank Mandiri ini tentu saja akan berpengaruh terhadap harga saham induknya dimana kecenderungan harga saham induknya akan bergerak mendekati harga right-nya. Setidaknya sampai dengan dengan tanggal Ex-Right yang akan jatuh pada tanggal 8 Februari 2011 untuk pasar reguler.
"Harga wajar setelah right issue akan berada dikisaran Rp7,009 – Rp7,743 per lembar sahamnya. Ini dengan menggunakan price to book value setelah right 3.41. Tergantung juga akan skenario masing – masing harga right-nya. Selain itu dapat dilihat pula bahwa semakin tinggi harga eksekusi right-nya, maka semakin besar pula harga bukunya sehingga semakin tinggi pula harga wajarnya dan hal ini tentu saja akan semakin menguntungkan,"
4:25 PM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menerbitkan 3 peraturan baru terkait kegiatan perusahaan efek dan pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).
Ketiga peraturan baru yang dirilis Bapepam-LK pada Selasa (28/12/2010) adalah:
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.3 tentang Pengendalian Internal Perusahaan Efek Yang Menjalankan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek.
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.4 tentang Pengendalian dan Perlindungan Efek Yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek.
- Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.
10:27 PM |
Posted in
Finance,
Investmen/Stock
|
Read More »

PT Energi Mega Persada Tbk (ENGR) dikabarkan akan menyusul langkah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menerbitkan obligasi konversi, seiring antusianisme pembelian CB BUMI oleh investor.
Kabar di pasar menyebutkan, perseroan tengah memfinalisasi rencana tersebut. Bahkan, Mitsubishi Corporation dikabarkan siap menjadi pembeli. Harga konversi berkisar kemungkinan
Rp675-750 per saham.
Pada penutupan perdagangan kemarin di bursa hari ini, harga saham ENGR ditutup menguat 50 poin ke level Rp450.
Masih ada peluang untuk saham ini mendekati harga konversi Obligasinya di besar dari 600, didukung dengan keyakinan perbaikan ekonomi dunia kan berdampak pada kenaikan harga minya dunia. Menurut hemat saya masih ada peluang kenaikan pada saham Energi Mega Persada (ENRG) ini.
10:48 PM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »

Wall Street akhirnya mencatat rebound besar. Lonjakan harga saham terjadi setelah keluarnya revisi pertumbuhan ekonomi AS dan laporan kinerja perusahaan yang kebanyakan positif.
Pada perdagangan Kamis (25/6/2009), indeks Dow Jones industrial averaga (DJIA) naik 172,54 poin (2,08%) ke level 8.472,40. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 19,32 poin (2,14%) ke level 920,26 dan Nasdaq naik 37,20 poin (2,08%) ke level 1.829,54.
Reaksi positif pasar terjadi setelah pemerintah melaporkan perekonomian AS mengalami kontraksi 5,5% pada kuartal I-2009. Angka revisi itu lebih baik dari sebelumnya yang mencatat kontraksi 5,7%.
Menurut analis, laporan itu konsisten dengan tanda-tanda lain yang menyatakan bahwa yang terburuk dari perekonomian akan segera berakhir.
"Semua data yang keluar menyatakan bahwa aktivitas perekonomian mengalami kontraksi pada tingkat yang lebih rendah pada kuartal II yakni 2,5-4% dan pada siklus ini seprtinya akan terus terjadi hingga Agustus atau September," ujar Nariman Behravesh, analis dari IHS Global Insight seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2009).
Sementara Reuters mencatat, rally saham-saham ini terjadi menjelang keluarnya laporan keuangan untuk kuartal II pada pekan depan. Beberapa manajer portofolio sudah mulai melakukan 'window dressing' untuk menyambutnya. Ritual inilah yang diyakini membantu penguatan saham-saham pada Kamis ini.
Harga saham energi kembali menguat setelah harga minyak melonjak. Saham Exxon Mobil Corp tercatat naik hingga 2,1%.
Perdagangan saham masih sangat tipis, di New York Stock Exchange mencapai 1,23 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,28 miliar atau sama dengan rata-rata tahun lalu.
Minyak Melonjak ke US$ 70
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali melonjak menembus US$ 70 per barel seiring adanya serangan di pusat produksi minyak Nigeria.
Kontrak utama minyak light pengiriman Agustus naik hingga 1,45 dolar menjadi US$ 70,12 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Agustus juga naik 1,45 dolar ke US$ 69,78 per barel.
7:35 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »

IHSG pekan lalu cenderung flat dan bergerak fluktuatif mengikuti pergerakan bursa regional yang mixed.
Indosurya Securities menilai IHSG pada akhir pekan lalu menguat tipis 0,56% dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya di tengah kehati-hatian investor dan profit taking. IHSG masih dalam tren bullish dan hari ini diprediksi bergerak ke level 2.070-2.110.
Sementara itu, Optima Securities mengatakan bahwa indeks bertahan di tengah derasnya aksi profit taking dari investor asing di sektor perkebunan dan keuangan. Sektor konsumen dan properti menjadi penopang penurunan, sehingga menguat 1 poin ke posisi 2.090.
Pergerakan indeks masih sideways ke level 2.070-2.110 dengan pilihan saham: MPPA, DEWA, INTP, HEXA, dan BYAN.
Di sisi lain, Panin Sekuritas memperkirakan indeks pekan ini bergerak ke pola konsolidasi. Tekanan jual diperkirakan terjadi pada awal pekan.
Secara techical, dari weekly chart terlihat indeks membentuk doji star yang mengindikasikan rally mulai tertahan dan muncul tekanan jual. Kami perkirakan indeks bergerak di kisaran support-resistance 2.030-2.120.
Disclaimer
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca.
8:18 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »

Sumber : VIVANEWS
Direktur Pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Justitia Tripurwasani mengatakan, kenaikan harga dan aktivitas sejumlah saham yang lebih tinggi dibanding periode sebelumnya itu kurang didukung informasi yang memadai dari emiten.
"Untuk itu, kami memasukkannya dalam kategori UMA," kata Justitia kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 27 Mei 2009.
Otoritas bursa selanjutnya menginformasikan kepada investor bahwa harga saham emiten-emiten yang masuk UMA itu telah bergerak naik di luar kebiasaan.Hingga 26 Mei 2009, BEI telah menetapkan 17 saham dalam kategori efek yang bergerak di luar kebiasaan. Dua saham terakhir yang masuk kategori UMA adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Sebelumnya, BEI juga menetapkan saham PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI), PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sebagai efek yang mengalami peningkatan harga dan aktivitas transaksi dibanding periode sebelumnya.
Masuknya lima saham tersebut melengkapi 12 saham lainnya yang sebelumnya juga dalam pantauan BEI sejak awal Mei 2009.
Sebanyak 12 saham tersebut adalah PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk (HITS), PT Eatertainment International Tbk (SMMT), PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Leo Investments Tbk (ITTG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Agis Tbk (TMPI).
Selain itu, terdapat saham PT ATPK Resources Tbk (ATPK), PT Dayaindo Resources Internasional Tbk (KARK), PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI), PT Citra Kebun Raya Agri Tbk (CKRA), serta PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI).
Seiring adanya peningkatan aktivitas transaksi yang tidak wajar itu, otoritas bursa sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas saham-saham UMA itu.
Untuk itu, BEI meminta investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, otoritas bursa mengimbau investor untuk mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.
Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi empat perusahaan, bila belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Otoritas juga berharap agar investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski bergerak di luar kebiasaan, saham-saham yang masuk kategori unusual market activity tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.
10:16 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »

Penjualan emiten sektor properti diproyeksikan tetap bertumbuh tahun ini. Terkendalinya inflasi dan tren penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) mendorong kinerja keuangan emiten properti tetap tumbuh.
Analis Credit Suisse Teddy Oetomo dalam risetnya menyebutkan, sektor properti dalam negeri juga akan diuntungkan oleh stabilnya tingkat inflasi serta tren penurunan tingkat suku bunga. Beberapa emiten yang tetap bertumbuh adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
Dia menjelaskan, kinerja keuangan Bakrieland akan dikontribusikan oleh proyek Bakrie Tower, Legian Nirwana, dan tol Kanji Penjagan yang diproyeksikan rampung tahun ini. “Ketiga proyek tersebut menjadi katalis positif penguatan kinerja keuangan dan harga saham ELTY,” tulisnya dalam risetnya belum lama ini.
Analis Samuel Sekuritas Sonny John dalam risetnya beberapa waktu lalu menjelaskan, katalis positif penguatan kinerja keuangan sektor properti juga dikontribusikan aturan yang memperbolehkan asing secara langsung memiliki properti di Indonesia selama 90 tahun. Aturan ini akan positif terhadap Bakrieland, Ciputra Property, Ciputra Development, dan Lippo Karawaci.
Dia menambahkan, penguatan saham properti juga akan ditopang proyeksi penurunan tingkat suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR). Pasalnya, 70% penjualan properti menggunakan fasilitas KPR. Penguatan harga saham emiten properti juga akan didukung sekurititasasi KPR.
Sementara itu, analis BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam risetnya menyebutkan, salah satu saham emiten yang menjanjikan adalah Bakrieland karena ditopang beragam portofolio pendapatan, seperti jalan tol. Hal tersebut memunculkan sentimen positif terhadap kinerjanya.
BNI Securities memiliki outlook positif terhadap potensi peningkatan kinerja perseroan tahun ini. “Kendati pasar properti secara keseluruhan turun sejak kuartal IV 2008 sampai kuartal I 2009, namun diprediksi semester II-2009 akan kembali pulih,” jelasnya.
BNI Securities memproyeksikan penjualan Bakrieland tahun ini senilai Rp 1,55 triliun dengan laba bersih Rp 240. Menurut dia, peningkatan kinerja keuangan akan dikontribusikan proyek Bakrie Tower, Legian Nirwana, dan tol Kanji-Penjagan yang rampung tahun ini. Diprediksi PER dan PBV saham ELTY ditargetkan masing-masing 6,7 kali dan 0,3 kali dengan target harga Rp 730 per saham dalam 12 bulan mendatang. Adapun PER industri tahun ini akan menjadi 16,8 kali dengan PBV mencapai 6,9 kali.
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk siap menyalurkan pinjaman senilai Rp 800 miliar kepada Bakrieland melalui anak usahanya PT Bakrie Toll Road. Dana tersebut untuk pembangunan jalan tol Kanci-Pajagan. Selain itu, Bakrieland juga akan menawarkan sukuk ijarah I tahun 2009 senilai Rp 150 miliar. Dana hasil emisi akan dimanfaatkan untuk pengembangan proyek residensial anak perusahaan, fasilitas sentra UMKM, dan modal kerja
9:46 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Saham PT Bumi Resources (BUMI) Rabu (13/5) diprediksikan melanjutkan penguatan mengejar historical trade di Rp 8.550 seiring penguatan harga minyak. Investor disarankan hold dan buy on weakness jika ingin mengoleksinya.
Ikhsan Binarto, analis PT Optima Securities mengatakan dengan penguatan BUMI pada level Rp 2.175 kemarin, saham produsen pertambangan ini bisa melanjutkan penguatan. Penguatan saham BUMI didorong sentimen positif dari naiknya harga minyak dunia yang berada di kisaran US$ 57-58 per barel.
Selain itu, pergerakan saham BUMI saat ini yang selalu berada pada top value membuatnya menjadi emiten paling likuid. Akibatnya, saham sejuta umat ini menjadi pilihan investor. Pasalnya, investor selalu mencari saham yang paling mudah baik untuk jual maupun beli di samping faktor fundamental BUMI yang positif.
Bahkan, lanjut Ikhsan, secara grup hampir 50% dari total kapitalisasi di Bursa Efek Indonesia dikuasai Grup Bakrie. Sedangkan dari sisi grupnya, BUMI merupakan saham yang paling leading. “Prediksi saya, BUMI, Rabu (13/5) bergerak di kisaran Rp 2.050 hingga Rp 2.300,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta semalam.
Pada penutupan perdagangan kemarin, BUMI ditransaksikan menguat 175 poin (8,75%) ke level Rp 2.175. Harga tertinggi BUMI kemarin mencapai Rp 2.175 dan terendah Rp 1.970. Sedangkan volume transaksi BUMI mencapai 694,2 juta lembar saham dengan nilai Rp 1,4 triliun dan frekuensi 13.094 kali.
Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan meski fundamental BUMI saat ini positif, tapi hal itu bukanlah perhatian utama investor. Pelaku pasar lebih melihat harga tertinggi BUMI sebelumnya (historical trade) pada level Rp 8.550 pada Juni 2008 lalu.
“Dulu BUMI pernah di atas level Rp 8 ribu, sekarang baru Rp 2.175, itu masih jauh jika melihat historical trade,” paparnya. Investor sambung Ikhsan bisa berspekulasi ke arah itu.
Karena itu, ada kecenderungan sebelum level Rp 8.000, BUMI akan terus menguat selama market di luar tidak ada koreksi. Jika market mendukung, BUMI akan kembali ke harga historical-nya. “Historical trade menjadi salah satu referensi investor untuk membeli saham,” paparnya. Dalam dua bulan ke depan, Ikhsan memprediksikan BUMI akan menyentuh level Rp 2.500 per lembar saham.
Mengenai peluang profit taking, Ikhsan mengakui sejatinya, BUMI terkoreksi hari ini. Tapi, karena pola pergerakannya yang up trend BUMI masih berpotensi melanjutkan penguatan.
Jika dilihat dari peluang profit taking, saham selain Grup Bakrie sudah dilanda profit taking. Iksan mencontohkan Grup Astra, yang hingga perdagangan kemarin masih dilanda aksi profit taking. Sebelumnya, PT Telkom (TLKM) pun terkena aksi profit taking. “Yang belum terjadi koreksi adalah grup-nya Bakrie,” katanya.
Lebih lanjut ia memaparkan, support BUMI saat ini berada pada level Rp 2.000. Faktor yang bisa membuat saham BUMI kembali melemah ke level Rp 2.000 adalah Dow Jones. Namun jika Dow Jones naik lagi di atas 8.500 sementara bursa regional mendukung, justru akan berpengaruh positif terhadap pergerakan BUMI.
“Sentimen positif yang utama terhadap BUMI adalah harga minyak. Harga minyak telah menambah percaya diri market karena BUMI merupakan saham sektor komoditas. Sementara harga minyak saat ini berada pada kisaran US$ 57-58 dan akan running terus,” tuturnya.
Mengenai rekomendasi terhadap saham BUMI, Ikhsan menyarankan hold karena dinilai lebih menguntungkan untuk direalisasikan di kemudian hari. Pasalnya, jarak harga sekarang dengan historical trade-nya masih sangat jauh. ”Walaupun saat ini ada beberapa koreksi tapi masih pada batas-batas wajar,” ucapnya.
Sedangkan jika investor berniat membeli BUMI, seharusnya melakukan buy on weaknes. Jika menyentuh level Rp 2.000 ke bawah BUMI bisa dikoleksi karena kadang pergerakannya cukup lebar. “Bagi investor yang tidak tahan kadang melakukan cut loss. Kalau BUMI menyentuh level Rp 1.800, investor baru bisa cut loss,” pungkasnya.
9:22 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Aturan baru pencatatan bakal mewajibkan emiten membagikan dividen minimal sekali dalam 3 tahun. Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengkaji kemungkinan memberikan sanksi bagi yang melanggar.
"Aturan baru pencatatan bakal mewajibkan emiten memberikan dividen kepada pemegang sahamnya minimal sekali dalam tiga tahun," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (5/5/2009).
Menurut Eddy, pengaturan poin tersebut penting untuk menjaga kelangsungan industri pasar modal Indonesia. Eddy mengatakan, selama ini sejumlah emiten diketahui memiliki kemampuan membagikan dividen, namun memilih tidak membagikan dividen.
"Kan ada yang punya kemampuan membayar dividen tapi tidak dibayarkan. Kalau dia memiliki kemampuan, maka mereka wajib membagi minimal sekali dalam 3 tahun," jelas Eddy.
Dalam draf tersebut, Eddy melanjutkan, bukan mewajibkan semua emiten untuk tunduk pada poin tersebut. Kewajiban membagi dividen minimal sekali dalam 3 tahun wajib bagi emiten yang memiliki kemampuan membagi dividen.
"Jika tidak mampu maka tidak apa-apa. Tapi jika mampu namun tidak membagikan dividen, mereka harus menyampaikan alasannya ke BEI dan publik. Contohnya, apakah dividen ditahan untuk mendapatkan return yang maksimal atau capex. Mereka harus jelaskan," jelas Eddy.
BEI bahkan sedang mengkaji memberikan sanksi bagi emiten yang melanggar poin baru tersebut. "Ada masukan dari pelaku pasar soal sanksi. Kita coba mendengar dan mencermati," ujar Eddy.
9:36 PM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat hampir 9%. Sejumlah analis percaya, setelah terkoreksi ‘ala kadarnya’, perdagangan di lantai bursa akan kembali bergairah.
Beberapa pelaku pasar, tampak begitu optimistis terhadap perdagangan efek di bursa. Mereka begitu yakin, di bulan ini, transaksi masih akan berlangsung bullish. Sehingga, IHSG akan dengan mudah mencapai level 1.800.
Ini memang merupakan perhitungan yang ekstra optimistis. Tapi, bukan merupakan sesuatu yang mustahil dicapai. Dengan catatan, indeks bisa tumbuh seperti pekan lalu yang meningkat lebih dari 130 poin.
“Memang akan terjadi koreksi. Namun setelah itu indeks akan kembali melesat,” kata seorang kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas asing. Ada beberapa sentimen positif yang memicu munculnya optimisme tersebut.
Salah satunya adalah kemungkinan otoritas moneter memangkas tingkat bunga acuan alias BI Rate. Kalau benar RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI melakukan itu, maka sejumlah sektor yang terkait dengan urusan kredit bank akan sangat diuntungkan.
Bisnis perbankan sudah pasti mendapat angin segar, sebab turunnya BI rate akan menurunkan tingkat bunga deposito yang pada gilirannya akan menciutkan bunga kredit. Artinya, pipa pinjaman bank yang selama ini mampet bisa mengalir kembali.
Selain perbankan, sektor properti dan multi finance juga bakal ikut menikmati turunnya tingkat bunga. Itu sebabnya, sejumlah analis sepakat, selain saham perbankan, saham properti juga layak mendapat perhatian.
Seperti saham PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA) dan saham properti PT Ciputra Development (CTRA) dan PT Ciputra Properti (CTRP).
Selain tingkat bunga, faktor lain yang ikut mempengaruhi perdagangan saham adalah harga minyak dunia yang cenderung menguat. Harga si emas hitam yang enggan beranjak jauh dari level US$ 50 per barel, diperkirakan akan mendongkrak sejumlah harga komoditas pertambangan dan perkebunan.
Biar aman, kata sang kepala riset, sebaiknya investor memilih saham-saham beRfundamental kuat dan likuid. Seperti PT Aneka Tambang (ANTM), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Elnusa (ELSA).
Soalnya, jika kelak terjadi koreksi, saham-saham ini tidak akan menukik terlalu tajam. “Saham Telkom (TLKM) juga pantas dikoleksi. Sebab, kendati sudah naik banyak, efek ini masih mampu menguat ke Rp 9.000,” katanya.
Hanya saja, ya itu tadi, lantaran peningkatan indeks sudah cukup tinggi, sebaiknya pembelian dilakukan setelah terjadi aksi profit taking. Tak perlu terburu-buru. Apalagi dari luar negeri masih ada sederet sentimen negatif yang bisa menjatuhkan indeks. Misalnya hasil stress test perbankan dan kemungkinan naiknya tingkat pengangguran di AS.
8:10 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatannya pada perdagangan diawal pekan ini, Senin (4/5/2009). Pasalnya, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks dalam kondisi positif.
"Menurut saya IHSG masih bisa menguat," ujar analis pasar modal Muhammad Al Fatih saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/5/2009).
Al Fatih memprediksi, IHSG bakal menembus level 1.800 pada perdagangan hari ini. "Kearah 1.815 dengan support di 1.700 sebagai level penentuan perubahan trend jangka pendek," ungkapnya.
Menurutnya, beberapa hal yang menjadi sentimen positif pergerakan IHSG adalah harapan akan turunnya tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) setelah pengumuman deflasi sebesar 0,3 persen.
Selain itu, beberapa waktu ini juga muncul laporan keuangan kuartal I-2009 dari emiten yang umumnya hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kendati demikian, pergerakan IHSG ini masih akan terpengaruh dengan pergerakan dari indeks regional serta indeks Wall Street.

Sekadar kilas balik, IHSG berhasil ditutup menguat tipis 6,816 poin atau setara 0,4 persen ke level 1.729,582 pada perdagangan diakhir pekan lalu, Jumat (30/4/2009). Begitu pula indeks LQ45 juga menguat 1,058 poin ke posisi 342,783. Sementara itu, Jakarta Islamic Indeks (JII) malah melemah 1,794 poin ke posisi 278,075.
Volume perdaganganpun sebanyak 11,832 miliar lembar saham dengan nilai Rp5,057 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 122,041 kali transaksi. Terdapat 75 saham yang menguat, 62 saham melemah, dan 61 saham terpantau stagnan.
8:06 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan pertumbuhan 114 persen menjadi Rp1,219 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp570 miliar.
"Kami telah membukukan laba bersih sebesar Rp1,219 triliun atau meningkat sebesar 114 persen," ujar Sekretaris Perusahaan PGAS M Wahid Sutopo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/5/2009).
Pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut, menurutnya didorong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 62 persen menjadi Rp4,478 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,768 triliun.
Dalam periode tersebut, perseroan juga telah mencatatkan pertumbuhan laba usaha sebesar 78 persen dan kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi EBITDA sebesar 65 persen bila dibandingkan triwulan I-2008.
Sementara itu, volume penjualan gas perseroan hingga akhir Maret 2009, mencapai 721 MMScfd atau meningkat sebesar 37 persen dibandingkan triwulan I-2008. Sedangkan, volume penyaluran pada usaha transmisi gas perseroan tercatat sebesar 779 MMScfd.
"Karena didorong adanya peningkatan kapasitas pemakaian gas oleh pelanggan industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik," imbuhnya.
Untuk kerugian kurs, dia mengungkapkan mengalami penurunan sebesar 33 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp134 miliar. Dengan demikian, di akhir 2008, kerugian kurs perseron tercatat sebesar Rp2,5 triliun.
Wahid menuturkan, perseroan melakukan upaya lindung nilai melalui fasilitas kontrak swap mata uang Jepang, yen terhadap USD untuk mengantisipasi kerugian dari transaksi yang menggunakan mata uang asing
8:01 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »

Berbagai kebijakan dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh otoritas Moneter di Amerika Serikat belum mampu memberikan sentimen positif dalam memberikan kepercayaan kepada para Investor. Dow jones ditutup di bawah 8600 yang merupakan angka terendah dalam 5 tahun terakhir. Sangat menakutkan bagi para Investor, sampai seberapa jauh kehancuran ini akan terjadi ?
Saham jatuh tajam dalam perdagangan sore di New York pada Kamis sebagai keprihatinan tentang sistem keuangan global terpasang dan investor harga dalam resesi mendalam.
The Standard & Poor's 500 stock index was down nearly 7.6 percent and the Dow Jones industrial average was down 678.91 points, or about 7.3 percent, both posting one of their worst days in post-war history. Standard and Poor's 500 indeks saham telah turun hampir 7,6 persen dan industri Dow Jones bawah rata-rata adalah 678,91 poin, atau sekitar 7,3 persen, baik dari mereka posting satu hari terburuk dalam sejarah pasca-perang. The Nasdaq composite was down 5.4 percent. Nasdaq komposit yang telah turun 5,4 persen.
Setelah di tutup 2 hari BEI (Bursa Efek Indonesia) akan dibuka pagi ini,seberapa besar penurunan yang akan terjadi di Bursa kita ? akankah berbagai langkah dan kebijakan yang diambil oleh Otortitas Moneter dan Pemerintah Indonesia akan memberikan sentimen positif dalam memulihkan kepercayaan pasar ?, memang ironis bila pasar sudah kehilangan kepercayaan, apapun yang dilakukan atau tindakan yang diambil oleh Pemerintah seakan tidak berarti atau tidak dapat dengan cepat memberikan reaksi positif.
Kita harus percaya bahwa Pemerintah sedang berupaya dengan keras untuk dapat dengan segera dalam melakukan stabilisasi dan pemulihan pasar.Ikut panik dan ketakutan yang berlebihan akan semakin menyeret kita kedalam lubang kehancuran yang semakin besar. "Market always right" sebuah perintah bijak dalam Investasi !, pasar selalu benar dan kita tidak dan jangan pernah untuk bertindak melawan arah pasar. Tindakan untuk mensusupend BEI dalam di hari Rabu kemarin tindakan yang sangat tepat. Pagi ini Bursa Asia sudah ambruk lagi : Jepang turun 10%, Singapore lebih dari 7% ....,
BEI jangan dibuka dulu di hari ini ..., situasi saat ini kecemasan sudah berubah menjadi ketakutan ...
8:30 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »
Target Harga Saham Holcim Indonesia di tahun 2008 di harga 990 atau mengalami penurunan sebesar 20% dari target sebelumnya di 1250. Penurunan TP saham Holcim ini dikeluarkan oleh OUB kemarin.
UOB cuts fair price of Holcim Indonesia (SMCB.JK) to IDR990 from IDR1,250 as high inflation, interest rate hike may threaten domestic cement consumption growth. Maintains Hold with entry price of IDR840. Notes Holcim also most expensive stock in cement sector with 2009 PE of 14.6X, vs 12.6X for sector. Shares last down 1.2% at IDR860.(IMS) Contact us in Singapore. 65 64154 140; MarketTalk@dowjones.com (END) Dow Jones Newswires September 24, 2008 23:12 ET (03:12 GMT) Copyright (c) 2008 Dow Jones & Company, Inc.- - 11 12 PM EDT 09-24-08
Pergerakan saham Holcim Indonesia yang berkode "SMCB" ini dalam 1 bulan terakhir adalah di kisaran 730 - 850 dengan harga tertinggi di 1 tahun terakhir adalah di 1260. Saham ini mengalami penurunan sebesar 30% dari harga tertinggi yang pernah dicapainya (selama periode krisis finansial yang melanda
4:05 AM |
Posted in
Investmen/Stock
|
Read More »