Terpercaya, "anak" Integritas

Asset kami adalah Karyawan, Modal dan Reputasi


Suatu hari didalam ruang yang sakral di Harvard Business School, Warrent Buffet businessman terkemuka di dunia sedang berdiskusi dengan para MBA baru. Ada satu pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang peserta : "Mr Buffet, bagaimana cara anda memutuskan untuk memperkerjakan orang ?". (Gelak tawa pecah dan ledekan muncul dari sekitar : "mau ngelamar ni ye ..")

Buffet tersenyum. Setelah suasana hening kembali, ia menjawab : Standard saya ada tiga. Yang pertama adalah Integritas, Kedua adalah Kecerdasan dan yang ke Tiga adalah tingkat energi yang tinggi. "Buffet terdiam sejenak kemudian dia mendekat kepenanya.

Sambil merapatkan wajah ke microfon yang dipegannya, dengan jernih ia katakan : "Namun jika anda tidak memiliki yang pertama, yang kedua dan ketiga menjadi
tidak berguna ...."


Pandangan seperti Buffet itu nampaknya aneh bagi sebahagian orang. Sebahagian (Besar ?) masyarakta dijaman ini memandang bahwa dalil "Integritas yang akan jadi pemenang" hanyalah sebuah ilusi, semua dipandang sebagai fatamorgana belaka.

Pada yahun 1982 Johnson and Johnson, perusahaan farmasi terkemuka menjadi buah bibir masyarakat dunia kala itu. Tujuh orang tewas setelah menenggak produknya "Tylenol ekstra kuat". Produknya tersebut ternyata telah tercemari sianida. Perusahaan berintegritas ini langsung bereaksi dengan memperingatkan masyarakat (Mengumumkan lansung melalui medi Cetak dan Elektronik) akan kemungkinan bahaya tersebut. Para Ilmuwan yang bekerja di perusahaan tersebut bergerak untuk mencari dan menentukan asal muasal racun tersebut. Produk segera ditari dari pasar dan diganti dengan produk yang aman (dan biaya 100 juta US $ harus mereka relakan pada waktu itu).

Perusahaan otomotif Toyota juga sering kita lihat, beberapa kali menarik produknya dari pasar karena kesalahan teknis produksi. Semua diperbaiki, atau diganti atas tanggungan produsen dan pembeli bebas dari biaya. Banyak contoh lain seperti diatas yang kita amati terjadi dipasar dan yang jelas benang merahnya adalah "Terpercaya" (sebagai salah satu karakteristik utama dari Integritas) adalah hal yang nyata (ada!) dan diperjuangkan (saya yakin akan terus ada dan bahkan menjadi tuntutan yang harus dipenuhi produsen).

Bila kita melihat kondisi saat ini banyak kasus makanan dan minuman yang terbukti mengandung isi yang sangat berbahaya bagi kesehatan (kasus melamin pada susu, Asphartame gula pengganti yang dapat menyebabkan lupus dan kelumpuhan otak). Apa tindakan perusahaan tersebut ? dan bagaimana pertanggung jawaban mereka kepada konsumen ?, Tindakan otoritas pemerintahan ?. Apakah cukup hanya dengan menarik produk tersebut dari pasar ? Bagaimana Fungsi pengawasan dari Pemerintah terhadap produk2 yang katanya telah mendapatkan ijin dan telah melalui pengetesan yang mendalam.

Pemerintah harusnya mampu melindungi rakyatnya dari kegiatan bisnis yang tidak benar ini, Perusahaan tersebut harus ditindak dan dihukum atas hal tersebut. Tidak hanya melakukan seremonial pemusnahan barang-barang yang dinyatakan berbahaya (diliput deh secara besar-besaran). Ironisnya lagi beberapa waktu yang lalu, Menteri Kesehatan RI menunda pemusnahan barang-barang yang akan dibakar oleh BPOM "alasan yang dikemukakan perlunya mendapat persetujuan dari atasannya". Semua kaget ! dan .. dan ... dan (Reputasi apa yang bisa dibangun oleh Pejabat seperti ini) wajar bila tingkat kepercayaan masyarakat mengalami kemerosotan terhadap pemerintah (bila banyak pejabat seperti ini).

Perilaku Korup yang merongrong Integritas terus terjadi ?, Pejabat, Anggota Dewan dan Pelaku Bisnis banyak sudah terjerat oleh KPK. Dalam kehidupan sehari-hari ada rumus 3 K yang berlaku (Kesempatan, Kemampuan dan Kemauan) yang membuat "segala sesuatu dapat terjadi" (anything possible in life). Kita lihat K-Kemauan yang menjadi akar penyebab, apa yang menyebabkan orang Mau ? dan apa yang menjadi Motivasi mereka ?. Saya yakin dan kita juga dapat sepakat bahwa semua karena "Uang"

Uang ibarat air laut (semakin diteguk, semakin membuat haus). JD Rockefeller yang kekayaannya luar luar biasa jumlahnya ditanya : "seberapa banyak uang yang bisa dinyatakan cukup", ia tersenyum dan menjawab :"Hanya sedikit lebih banyak lagi ...",

Mempunyai banyak uang, yang cara memperolehnya dilakukan secara benar adalah hal yang wajar (bahkan amat terpuji bila digunakan dan dibagikan demi emamfaatan kepada sesama). Namun bila cara memperolehnya tidak benar, itu jelas perbuatan tercela (reputasinya hancur dan akan dipermalukan).

Membangun reputasi, kepercayaan bukanlah suatu perkerjaan yang mudah dan waktunya juga tidak singkat. Namun yang tersulit adalah menjaga "Reputasi, Nama Baik dan Kepercayaan" agar tetap dan terus bertambah baik. Semuanya menjadi asset yang sangat berharga dan menjadi Trade Mark diri kita (personal branding) atau Perusahaan yang kita jalankan. Mari kita bangun dan jaga Integritas dari kita dan perusahaan tempat kita bekerja.

Mau sukses Integritas wajib Hukumnya ...




10:59 AM | Posted in | Read More »

Success Process - Organisasi


Bila ingin menilai sebuah organisasi apakah sukses atau tidak, lihatlah respon mereka ketika menhadapi situasi yang sulit misalnya saat krisis ekonomi melanda, karena pada situasi inilah tampak kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Organisasi sukses biasanya dalam kondisi seperti ini tau apa yang harus segera dilakukan untuk dapat melewati fase atau masa krisis tersebut. Pada fase Krisis Moneter 1997/1998 banyak sekali organisasi yang collapse namun Astra bisa survive.


Krisis financial global saat ini juga baru terjadi dan banyak para pengamat mengatakan "krisis kali ini sangat berbeda dengan yang terjadi di periode yang lalu, namun kecemasan dan kekhawatiran dari pelaku bisnis cukup dalam. Posting kali ini mencoba menelaah faktor-faktor apa saja yang dimiliki oleh Organisasi Astra sehingga bisa bertahan dan tetap bertumbuh setelah melewati fase krisis periode yang lampau tersebut.


Prinsip Dasar Untuk Sukses

Dasar kesuksesan bagi sebuah organisasi adalah jika didalamnya oleh sumber daya manusia sukses. Yang dimaksud dengan sumber daya manusia sukses adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki sikap dasar (attitude) pemenang. Sikap dasar demikian mendorong mereka untuk senantiasa berperilaku atau bersikap sebagai berikut.

1. Menetapkan Tujuan yang hendak dicapai atau diraih.

Sebuah organisasi atau individu harus menentukan secara spesifik tujuan yang hendak dicapai atau diraih, dalam skala jangka waktu pendek, jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang. Tujuan yang telah ditetapkan digunakan sebagai arahan sekaligus sebagai ukuran dalam melakukan aktivitas. Organisasi atau individu dapat dikatakan sukses ketika berada di dalam kondisi dimana tujuan tersebut telah dapat dicapai atau diraih.


Proses menetapkan tujuan tidak pernah berakhir, karena sebuah tujuan telah dicapai atau diraih maka harus dibuat sebuah tujuan yang baru, sukses bukanlah sesuatu yang abadi karena hanya berlaku sesaat ketika tujuan tersebut tercapai dan kembali berproses ketika tujuan baru telah ditetapkan.





2. Proaktif.

Sikap yang harus tumbuhkan dan dijaga konsistensi pelaksanaannya adalah sikap aktif dalam pemecahan masalah dan mendapatkan peluang-peluang baru untuk kemajuan dirinya dan organisasi. Sikap seperti ini tidak mudah menyerah pada kesulitan,keterbatasan dan tantangan hingga kita dapat menaklukkannya. Berhasil kembali kita mencari tantangan yang baru dan yang lebih besar.


Perilaku proaktif menghasilkan energi yang besar yang membuat kita semakin percaya diri, kepercayaan diri ini akan sangat membantu untuk dapat memecahkan masalah-masalah sulit dan besar.




3. Disiplin.


Memiliki sikap yang mampu memerintah atas dirinya sendiri. Perilaku demikian mendorong orang tersebut untuk senantiasa melakukan hal-hal positif yang tertuju pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Perilaku disiplin sangat diperlukan untuk mendorong orang-orang agar senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui belajar dari hal-hal yang baru. Simplenya kita bisa lakukan untuk membaca dan menyelesaikan 1 buku setiap bulannya.

Strategi Untuk Sukses.

Disamping sikap dasar maka dalam penerapannya dibutuhkan serangkaian strategi, sehingga denga demikian sukses dapat dicapai secara efektif dan efisien. Pada dasarnya setiap organisasi yang bersaing atau orang yang sedang berkompetisi. Strategi yang diperlukan untuk mencapai sukses adalah sebagai berikut :


1. Fokus pada Pareto,

artinya sesorang harus mampu menentukan urutan-urutan aktifitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang hendak dicapai berdasarkan kepentingannya. Untuk memudahkan dalam pelaksanaanya dibutuhkan perencanaan yang mendeteil meliputi : urutan apa saja yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya dan kapan harus dilakukannya serta siapa yang harus melakukannya. Evaluasi dan Improvement yang berjalan baik.

2. Aliansi.
Untuk sukses kita tidak dapat bekerja sendiriatau hanya dilakukan seorang diri. Bantuan orang lain sangat dibutuhkan secara sinergis sehingga tujuan dan sasaran tersebut dapat dicapai. Team Work sangat berperan, kata TEAM menurut saya adalah "Together Ensure Achievement More.

3. Diferensiasi.
Artinya kita dapat melakukan secara berbeda dari orang lain atau organisasi pada umumnya yang tujuannya dalah pencapaian sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan lebih efektif dan efisien.

Implementasi untuk Sukses


Tingkatan selanjutnya dalam proses mencapai sukses adalah "bagaimana mengimplementasikan strategi-strategi tersebut di dalam aktifitas nyata". Sering organisasi telah mempunyai landasan dan strategi yang tepat untuk mencapai sukses, namun dalam kenyataannya sukses tidak pernah dicapai.

Sesungguhnya, dengan bekal landasan dan strategi sebagaimana digambarkan diatas maka sukses dapat dicapai kuncinya adalah "implementasi harus dilakukan dengan benar dan konsisten". Agar Implementasi dapat dilakukan dengan benar dan konsisten maka yang harus ada Komitmen yang kuat dalam setiap individunya. Pendekatan moril dan spritual adalah cara terbaik untuk senantiasa memelihara komitmen. Tingkat loyalitas terhadap perusahaan sangat tinggi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada perusahaan.
Terima kasih telah membaca posting ini dan berkunjung pada blog saya. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.


Sumber : berbagai sumber dan pengalaman selama bekerja di Astra

5:49 PM | Posted in | Read More »

Selamatkan Rupiah Kita


Panik dan kacau, gambaran yang terjadi hari ini pasar valuta asing, Borong Dollar US $ itu yang terjadi sampai siang ini. Banyak Money Changer sementara tidak melayani transaksi jual dan beli US $. Krisis global membuat nilai tukar rupiah smakin melemah. Hari ini dalam perdagangan Valuta Asing nilai tukar per 1 dollar sudah menyentuh angka 12.100 rupiah.
Kepanikan sudah melanda pasar, masyarakat banyak dan institusi (organisasi) ramai-ramai memborong dollar dengan berbagai alasan dan kepentingan , sungguh sudah sangat mengkhawatirkan ! bila kita bandingkan dengan minggu lalu Rupiah yang bertengger di kisaran 9.800 rupiah per dollarnya.
Kepercayaan pasar sudah sangat rendah dan melihat berbagai langkah dan kebijakan penyelamatan kondisi keuangan oleh banyak Negara tidak berhasil.
Kini krisis keuangan global terjadi kembali seperti satu dasa warsa yang lalu. Nilai rupiah dikhawatirkan akan mengalami kondisi yang buruk bila krisis ini terus berlanjut. Rupiah yang semakin terpuruk tentu sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi, industri dan sektor lainnya. Ujung-ujungnya, rakyat kecil juga yang menjadi korban.

Pemerintah bersama Bank Indonesia harus berani menerapkan kebijakan pengawasan devisa (capital control) terbatas untuk menyelamatkan rupiah. Pasalnya, penyelamatan melalui operasi pasar terbuka (OPT) sudah tidak efektif lagi menjaga stabilitas rupiah yang hingga kemarin siang terpuruk di atas level Rp 10.700 per dolar Amerika. Terjerembabnya nilai tukar rupiah ini terhadap US $ merupakan fenomena global krisis finansial saat ini.

Hal itu diungkap ekonom dari Universitas Gajah Mada A Prasetyantoko berujar " Menurutnya, jika hanya mengandalkan OPT selain biayanya mahal, efektivitas terlihat kecil. Padahal, BI sedikitnya sudah menggelontorkan cadangan devisanya hingga lebih dari US$4,1 miliar".



"Saya melihat pelaksanaan OPT yang telah lebih dari US$4,1 miliar tidak berhasil memperkuat rupiah. Apalagi, pelemahan rupiah saat ini memang fenomena global akibat sentimen negatif dari krisis keuangan yang berlarut-larut," jelas Prasetyantoko




Lebih jauh, Prasetyantoko mengingatkan pemakaian devisa untuk stabilitasi rupiah bukanlah satu-satunya jalan untuk menjaga rupiah. Meski dia mengakui meredam sentimen negatif pasar memang sangat sulit.

Dalam situasi sekarang, apa yang dapat kita lakukan ? apakah kita ikut memborong US $ seperti banyak orang lakukan ?. Mari kita mulai dari diri kita sendiri (kita tidak dapat hanya menonton saja), untuk menyelamatkan Rupiah kita, agar situasi dan ketakutan akan krisis Finansial bertambah besar tidak terjadi.

1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan cairkan uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda, maka akan terjadi bank rush (kesulitan likuiditas), dan krisis keuangan akan semakin bertambah parah.
2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi semakin parah.
3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan inflasi dalam negeri akan semakin menggila.
4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat berlalu.
5. Mari kita sebarkan "Cinta Rupiah" kepada seluruh orang yang ada disekitar kita.
6. Mencintai produk dalam negri agar sektor riil kita dapat eksis.

Harapan kita perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.

Gerakan Moral "LET’S SAVE OUR RUPIAH" ….. perbanyak transaksi dengan rupiah sehingga akan membantu memperkuat nilai mata uang kita terhadap mata uang asing … dan yang paling mudah adalah gunakanlah produk dalam negeri semaksimal mungkin.

Masukan dan pendapat lain dari sahabat Blogger "terhadap kondisi rupiah saat" menambah pemahaman kita.

Terima kasih telah membaca posting ini dan mengunjungi Blog saya. Semoga dapat bermanfaat, Sukses untuk kita semua.

1:29 PM | Posted in | Read More »

Statistik Jumlah Posting di Blog


Apakah anda selalu ingat dengan jumlah postingan (tulisan) yang kita termuat di dalam Blog kita. Kadangkala kita harus masuk kembali ke "Dashboard" untuk dapat melihat jumlah postingan yang telah tampil di dalam Blog kita. Menampilkan jumlah postingan Blog banyak manfaatnya seperti : akan memberikan semangat baru pada kita (ternyata saya mampu menulis juga ya atau jumlah tulisan (postingan) sudah cukup banyak, atau dapat juga sebagai bahan informasi bagi para sahabat blogger yang mengunjungi blog kita.

Pada kesempatan ini, saya mewartakan kepada para sahabat pecinta blog untuk membuat "widget statistik jumlah posting" pada blog kita masing-masing. Seperti yang ada pada blog saya ini (bagian pojok kanan atas), Blog kita akan menampilkal Jumlah postingan dan jumlah comment yang ada.

1. Masuk ke account blogger anda
2. Pada Dashboard Blogger Anda, klik pada "Layout" link





3. Ini akan membawa Anda ke "Elemen Halaman" tab. Tentukan di mana Anda ingin memasukkan statistik widget dan klik "Tambahkan Gadget" link yang sesuai.








4. Tarik ke bawah daftar dan menemukan "HTML / Javascript" dan klik pada tombol "+"




5. Ini akan membuka "Mengkonfigurasi HTML / JavaScript" jendela. Pada bagian judul, ketik "Statistik Blog" atau "Blog Informasi" atau "Blog Data" atau lainnya sebagai judul Anda mungkin inginkan
6.Pada bagian konten, silahkan salin & sisipkan kode berikut:







Widgets for Blogger
7. Jangan lupa untuk mengganti teks dalam format tebal "yourblog" dengan alamat blog Anda. Perhatikan untuk menggantinya di dua lokasi.

8. Anda jendela harus seperti gambar di bawah ini.



9. "Simpan" tombol di bagian bawah sudut kanan

Jadi deh, silahkan coba pada blog anda, sekarang siapa saja dapat melihat jumlah posting yang dapat dinikmati oleh "Sahabat Blogger".

Terima kasih telah mengunjungi Blog saya dan membaca posting ini, semoga dapat bermanfaat. Sukses untuk kita semua.



11:37 PM | Posted in | Read More »

Bahaya Kandungan Aspartame pada Makanan dan Minuman



Belum selesai masalah produk makanan dan minuman yang mengandung "Melamine", yang membahayakan kesehatan, kembali saya memperoleh berita tentang adanya kandungan yang berbahaya pada produk makanan dan minuman kita. Sore ini, saya mendapatkan email dari seorang sahabat yang memberitahukan informasi bahaya kandungan aspartame di makanan dan minuman yang ada disekeliling kita, makanan dan minuma tersebut sangat akrab dengan kita. Email tersebut selengkapnya berjudul.

Aspartame penyebab wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus




Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.




Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela. Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan.

Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas.
Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto.

Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula. Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat
tubuh bertambah karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat.

Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson.

Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, Anda Sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame.

Jangan mengkonsumsi produk tersebut.

Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS! Pada kemasan tertulis : Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].

Berdasarkan hasil survei di salah satu supermarket di Bandung, selain EXTRA JOSS, produk-produk minuman lainnya yang juga mengandung ASPARTAME yaitu M-150, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore..., Frutillo, Segar Sari, POP ICE Es Blender, Segar... Dingin, OKKY Jelly Drink, Sari Vit C, Naturade Gold, AQUA Splash of Fruit, FORTY PLUS.

Beritahukan semua orang yang Anda kenal dan sayangi akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.

Author: Penelitian Badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) - JKT
Yoyok_S
QA Dept PT Prafa
Ph. +62 (0) 21 8751066
Fax.+62 (0) 21 8754094


Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat Tio Alex (heri.krisakr@yahoo.co.id) yang telah memberikan informasi kepada saya, dan kepada para sahabat blogger, mungkin dapat menambahkan informasi lain atau ada yang memiliki pandangan lain terhadap informasi ini, wacana dan referensi lain akan semakin menambahkan pemahamn kita atas suatu permasalahan dalam mencari solusi.



Terima kasih telah berkunjung di blog saya dan membaca posting ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita.

7:13 PM | Posted in | Read More »

Sikap Mental dalam Proses Perencanaan


I love Monday ..., Kesibukan dan aktifitas penuh kita mulai dan jalani di hari pertama minggu ini. Pagi ini kami mulai dengan meeting perencanaan strategi kerja di bulan depan, sangat menarik mendengar kata "Perencanaan", sangat biasa dan kita semua sudah sering membuatnya dan menjalankannya baik dalam ukuran organisasi maupun pribadi. Pada posting ini saya menitik beratkan pada proses perencanaan dan sikap mental yang dibutuhkan.


Perencanaan yang efektif hanya dapat dihasilkan oleh oraganisasi yang anggotanya memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya perencanaan dalam membangun masa depan mereka.


Ada 3 sikap mental yang perlu dimiliki aggota organisasi agar perencanaan yang kita lakukan dapat efektif :
1. Kesadaran diri (self-awareness)
2. Tanggung jawab (responbility)
3. Integritas (Integrity)

I. Kesadaran diri
(self-awareness)

Proses perencanaan harus dipicu oleh adanya kesadaran bahwa "kita sendirilah pencipta masa depan kita". Maka, kesmpulan-kesimpulan dibawah ini akan menjadi jelas :



  • Hidup kita (Nasib) bukanlah suatu kebetulan

  • Hidup kita (Nasib) adalah suatu pilihan

  • Hidup kita (Nasib) bukanlah sesuatu yang ditunggu

  • Hidup kita (Nasib) adalah sesuatu yang dicapai

II. Tanggung Jawab (responbility)

Bila kita sudah menyadari bahwasanya kitalah yang menciptakan dan menentukan masa depan organisasi kita, kita perlu untuk dapat bertanggung jawab untuk dpat menuliskan masa depan organisasi kita saat ini (kemana arah yang hendak kita tuju ? dan apa yang hendak kita capai ?), dan langkah-langkah yang akan kita lakukan untuk dapat mewujudkannya.

Perencanaan yang dilaksanakan oleh orang-orang ng memiliki kesadaran tinggi dan rasa tanggung jawab yang tinggi, akan menghasilkan rencana yang berkualitas.

Pada umumnya kita sangat ahli di dalam membuat sebuah perencanaan, namun sangat sulit untuk dapat menjalankan dan menjaga konsisistensi pelaksanaan dari perencanaan tersebut. Tanggung jawab dan rasa memiliki sangat perlukan.


III. Integritas (integrity)

Integritas adalah kemampuan seseorang dalam mewujudkan apa yang telah disanggupinya. Integritas menumbuhkan kewajiban bahwa "kitalah yang berkewajiban mewujudkan apa yang telah kita rencanakan". Keberhasilan sebuah perencanaan sangat ditentukan oleh nilai integritas dari para pembuatnya dan anggota yang menjalankannya. Mari kita ciptakan, bangun dan menjaga nilai-nilai integritas dari organisasi kita. Seseorang yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari pihak lain "memiliki integritas yang tinggi ", Misalnya : Kita sangat percaya kepada staff kita bahwa dia mampu menjalankan tugas yang kita berikan dengan baik dan tepat waktu ataupun dalam lingkungan bisnis yang besar (perusahaan pemenang adalah perusahaan yang memiliki nilai-nilai integritas yang tinggi)





Menurut saya integritas adalah nilai kejujuran, sering kita "tidak jujur" dalam menjalankan, apa yang seharusnya kita lakukan dan kita sadar bahwa hal tersebut kita ketahui dan mutlak untuk dilakukan. Kejujuran adalah kunci sukses kita dalam sukses tidaknya sebuah perencanaan. Kejujuran merupakan "Sikap Mental".



TAHAPAN PENYUSUSUNAN DAN Sikap Mental yang dibutuhkan

IMPLEMENTASI RENCANA

___________________________________________________________________

- Analisa Lingkungan

>>>>>>> Kesadaran Diri

- Menetapkan Misi, Visi dan Keyakinan dasar
Nilai dasar dan Strategi

>>>>>>> Tanggung Jawab

- Rencana Tindakan

>>>>>>>> Integritas

- Tindakan sebenarnya

Terima kasi telah membaca posting ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita. Sukses dalam berkarya bagi kita semua.





8:35 AM | Posted in | Read More »

Umpan Balik



Kata kiasan Umpan balik sering kita dengar dan mungkin kita dimintakan untuk memberikan masukan atau pendapat atas suatu hal yang baru terjadi. Misalnya kita baru saja mengikuti training (umpan balik atas materi dan cara mengajar), melakukan pembelian suatu barang (umpan balik atas pelayanan)dll. Seberapa pentingnya Umpan balik ini bagi pihak-pihak tersebut ?, pentingnya dalam tujuan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan, jasa dan produk atau produk.

Anda baru saja menyelesaikan suatu transaksi dengan klien atau customer kita, apa yang akan kita lakukan : anda mengucapkan terima kasih, memberikan hadiah atau gift, mengundang makan siang/malam klien dengan seluruh staff yang menanganinya atau mungkin sekedar mengangkat telepon dan menghubunginya, meminta referensi dari klien anda untuk klien baru anda.

Yang sangat terpenting dalam hubungan kerja maupun bisnis adalah memastikan bahwa apa yang telah kita kerjakan dapat diterima dengan baik oleh klien, sangat indah bila kita mampu memberikan layananan kepada pelanggan (klien) pada tingkatan delighted (kita telah memberikan suatu layanan yang melebihi ekspektasi klien atau pelanggan kita), misalnya : waktu penyelesaian, potongan harga, tempat dan cara mengirimkan barang, dll

Kita sangat perlu untuk melakukan pertemuan dengan pelanggan/klien setelah kita menyelesaikan transaksi/project yang kita kerjakan, Ucapakan terima kasih dan kita bangga dapat melayani pelanggan tersebut, tunggu dulu itu saja belum cukup !, kita harus mengajukan beberapa pertanyaan yang berkualitas baik kepada pelanggan/klien tersebut.


Pertanyaan seperti apa yang berkualitas ?, sering kita terjebak dengan sikap basa-basi atau hanya sekedar bertanya kepada pelanggan atau klien kita, misalnya :
1. Apakah Bapak Puas
2. Maukah Bapak/Ibu memberikan referensi kepada kami untuk teman atau rekanan Bapak
3. Apakah ada hal lain yang ingin ditanyakan agar kami dapat menjelaskannya ?
Jawaban yang kita terima juga kadangkala bersifat basa-basi atau hanya sekedarnya saja.

Kita sering merasa sudah melakukan proses bisnis dengan sangat baik dan melayani pelanggan sebaik mungkin dalam proses transaksi tersebut, namun dimata pelanggan atau klien malah sebaliknya. Hal ini sering tidak terungkap oleh Konsumen dikarenakan alasan tidak enak, dia sudah baik kepada kita, ntar dia kena tegur dari atasannya, karirnya bisa terhambat, dia sudah lama kita kenal dan masih ada hubungan saudara lagi. Mungkin juga kita hidup dengan Budaya orang Timur yang penuh dengan "rasa sungkan, tidak enakan, takut menyinggung, dll.

Saya sangat yakin kita sendiri tidak menyukai keadaan ini dan kita tidak tau untuk memperbaiki atau dapat meningkatkan kualitas kerja/layanan kita. Kita tidak membutuhkan jawaban netral seperti itu.

Selanjutnya ketika sebuah proyek, produk, jasa layanan atau apapun telah selesai, mempertimbangkan email klien/pelanggan link ke sebuah survei online.



Saya telah menemukan banyak orang yang jauh lebih bersedia untuk berlaku dan berkata jujur dalam menyelesaikan formulir dari pada berbicara langsung kepada Anda.



Tanya mereka apa yang mereka suka tentang proyek yang kita kerjakan dan proses yang telah terjadi - dan kemudian meminta mereka apa yang mereka tidak suka (kurang nyaman). Anda benar-benar tidak ingin tahu. Ia dapat benar-benar sesuatu yang sederhana tentang layanan kita atau perusahaan kita yang dapat lakukan, dengan setiap proyek atau produk/jasa yang kita tawarkan. Misalnya : Konfirmasi atas telah diterimannya pembayaran untuk pesanan barang yang berisi : jumlah, warna, jenis serta jumlah pembayaran. Klien tidak perlu repot untuk memastikan apakah uang sudah diterima oleh perusahaan ?.


Kebiasaan atau proses ini dapat memegang keberhasilan hubungan bisnis yang kita lakukan dan kelangsungan bisnis kita !


Kita harus memulai hal ini dalam team dan rekan kerja kita, kebiasaan ini harus kita bangun dan terapkan, kami selalu mencari umpan balik dengan cara ini, selama beberapa tahun sampai sekarang. Kami mendapatkan tanggapan yang bagus, baik positif dan negatif, yang dapat membantu kami dalam membuat strategi yang selaras dengan proses peningkatan kualiya layanan kami untuk selalu lebih baik kepada pelanggan dan next customer.

Kadangkala masukan dan harapan pelanggan benar-benar sangat merepotkan kita : beberapa masukan, juga – misalnya : Layanan kita buka dalam 7 hari/Minggu, Layanan after office hour s/d jam 21, Emergency Road Assistance 24 jam/sehari dan banyak lagi harapan dari pelanggan.

Kita dapat dengan mudah untuk menyiapkan ke formulir web-email. Siapakan petugas khusus yang menanganinya dan tidak dapat di intervensi pihak lain biasanya langsung dibawah struktur pimpinan perusahaan. Perhatikan untuk menghindari menanyakan pertanyaan yang terlalu terkemuka/sangat biasa : " Apakah Anda menemukan team penjualan kami antusias dalam melayani anda ?", Atau pertanyaan yang memungkinkan jawaban hanya ya atau tidak. Upayakan pertanyaan tetap terbuka. Konsumen dapat memberikan pendapatnya atau saran perbaikan kepada perusahaan, Misalnya : Hal yang perlu diperbaiki dalam proses layanan, pengerjaan, penyelesaain oleh perusahaan kami kepada Bapak/Ibu. Menanyakan dimana proses terburuk dalam layanan kepada pelanggan (Misalnya periode waktu tunggu yang cukup lama dan tidak ada komunikasi dengan pelanggan).

Pastikan formulir isian singkat, terlalu banyak halaman dan halaman, klien akan ragu-ragu bahkan enggan untuk menyelesaikan itu dan sangat memakan waktu (pengalaman saya bahkan ada konsumen yang meminta orang lain untuki menjawabnya, atau menyerahkan formulir kepada team kami untuk dapat mengisinya sendiri .

Berikutnya adalah langkah penting untuk bertindak atas umpan balik tersebut. Hal itu dapat menjamin panggilan atau pertemuan dengan pelanggan untuk rincian lebih lanjut, atau untuk berbicara dengan anggota tim (atau sendiri) jika ada sesuatu yang keliru dan belum pas dengan pelanggan atau klien tersebut.

Jangan lupa untuk memberikan pujian atas koreksi yang diberikan pelanggan/klien tersebut. Memberikan yang terbaik dan dapat memuaskan pelanggan/klien mutlak diperlukan. Perusahaan harus senantiasa mengkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Terimakasih telah membaca posting ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita. Selamat berkarya.

8:44 PM | Posted in | Read More »

Menjadi Organisasi yang Adaptif

Pada atmosfir bisnis yang penuh dengan tekanan, tantangan dan perubahan yang sangat cepat seperti sekarang ini, organisasi-organisasi bisnis yang akan menguasai dan memenangkan masa depan adalah mereka yang adaptif dan fleksibel terhadap perubahan yang terjadi.

Cepatnya perubahan yang terjadi mengakibatkan para leaders harus mengenali
realita-realita yang baru dan mampu beradaptasi secara efektif terhadap berbagai transisi yang terjadi.

Karena berbagai perubahan sudah pasti akan terus menerus datang silih berganti, maka adaptasi harus terus menerus dilakukan – terutama terhadap datangnya realita-realita baru.

Ada beberapa langkah penting untuk menjadi organisasi bisnis yang adaptif terhadap realita-realita yang ada.

1.HindariPenyangkalan Terhadap Realita
Fondasi utama dari organisasi yang adaptif adalah keberakaran pada realita. Dengan kata lain, organisasi yang adaptif adalah organisasi di mana para pemimpinnya menolak untuk menyangkali realita (resisting denial). Resisting denial adalah suatu hal yang penting bagi organisasi bisnis yang adaptif. Denial (penyangkalan) adalah suatu keadaan psikologis di mana mereka yang mengalaminya menolak untuk menerima suatu realita yang tidak menyenangkan.

Keyakinan bahwa semuanya dalam perusahaan akan menjadi baik jika Anda sekedar memberinya waktu adalah tanda-tanda bahwa denial sedang terjadi. Tanda lainnya adalah keyakinan bahwa kondisi-kondisi bisnis tidak berubah atau tidak banyak berubah secara signifikan untuk mendapat perhatian. Penyangkalan memang adalah suatu tahap awal yang mungkin dapat diterima ketika seseorang kehilangan orang-orang yang ia kasihi—namun hal ini tidak boleh mendapat tempat pada manajemen perusahaan.

2.Mengerti kondisi-kondisi bisnis yang sedang terjadi
Usaha-usaha adaptasi yang didasarkan pada kesalahan dalam membaca situasi yang terjadi hanyalah akan membawa kepada kehancuran. Demikian pula adaptasi yang dilakukan berdasarkan pada kondisi-kondisi yang sebenarnya tidak terjadi – hal ini sama saja dengan terus bertahan pada status quo ditengah perubahan yang sebenarnya nyata-nyata sedang terjadi.

Adaptasi yang efektif selalu dimulai ketika para leaders membaca dengan tepat kemana arah dari angin perubahan yang sedang terjadi dalam bisnis yang mereka geluti. Para eksekutif perlu mengenali realita-realita baru dibalik berbagai trend dalam bidang teknologi keuangan, perdagangan, politik dan demografi. Para eksekutif juga perlu mengetahui perubahan atau realita-realita baru yang secara khusus mempengaruhi perusahaan mereka, dan memilah perubahan-perubahan yang tidak perlu mendapatkan perhatian terlalu besar.

3.Terus-menerus melakukan benchmarking
Ketika perusahaan Anda menemukan realita-realita yang baru, maka bisa saja benchmark yang ada sudah tidak lagi relevan. Untuk beradaptasi dengan efektif maka perusahaan Anda perlu mempertahankan dan meningkatkan diri dalam kualitas, citra, kepuasan konsumen, pelayanan, uniecost dan profitabilitas—bila dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh para kompetitor Anda.

Keengganan untuk melakukan benchmarking adalah indikator dari resistansi
terhadap adaptasi—artinya, Anda sebenarnya sedang melawan realita baru yang terjadi.


4.Berhati-hati terhadap kelelahan
Perubahan yang cepat membutuhkan eksekutif yang kompeten, serta memiliki fokus yang tajam dan energi yang besar. Sebaliknya para eksekutif yang lelah, sinis dan tidak fleksibel adalah dapat menyebabkan kehancuran pada perusahaan.

Dampak negatif yang akan terjadi bila para eksekutif yang mengalami burn-out dibiarkan terus menerus menahkodai perusahaan ditengah perubahan yang sangat cepat, maka dampak negatifnya akan luar biasa.

Bila seorang eksekutif mulai cenderung defensif, mudah marah, menyimpan kekesalan, tidak fleksibel, mudah bosan, gemar menunda pekerjaan dan kurang berenergi—maka mungkin perusahaan perlu mengistirahatkannya dan menemukan pemain-pemain baru yang lebih segar untuk memimpin adaptive organization.

5.Restrukturisasi !
Menurut Alfred Sloan, bisnis leader legendaris dari General Motors beragumentasi bahwa strategi sebenarnya mengikuti struktur. Dengan kata lain organisasi yang strukturnya tidak dirancang dengan baik cenderung tidak akan mengalirkan strategi-strategi efektif yang dapat meningkatkan kinerja dan eksekusi yang prima.
Untuk beradaptasi dengan cepat pada realita-realita yang baru, maka struktur harus terus menerus dimonitor dan diperbaiki. Pada era penuh perubahan dan turbulensi ini, struktur-struktur yang menghambat inisiatif dan inovasi, serta menyulitkan proses komunikasi dan produktifitas akan membahayakan kelangsungan hidup perusahaan.

Kemampuan beradaptasi dari suatu organisasi tidaklah dicapai dengan sendirinya. Namun perlu terus-menerus dipertajam. Dari waktu ke waktu perusahaan perlu membuat assement dari kapasitas adaptasi mereka—ketika perusahaan menemukan bahwa kapasitas adaptasi mereka menurun, maka tindakan yang cepat dan agresif perlu dilakukan.

Bila tidak maka perusahaan akan berlambat-lambat dalam menghadapi realita-realita baru yang terjadi terus menerus di sekelilingnya.

Datangnya perubahan dan realita-realita baru bukanlah suatu ancaman namun lebih merupakan suatu kesempatan dan tantangan. Jika Anda tidak beradaptasi, eksistensi Anda cepat atau lambat akan berhenti. Dengan kata lain, adapt…or die !
Terima kasih telah berkunjung dan membaca tulisan ini, Have a good day

1:46 PM | Posted in | Read More »

4 Disiplin sebuah Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan ide / tujuan membuat perbedaan nyata. Setiap saat kita dapat dengan mudah untuk dapat menetapkan satu tujuan dan objektif, menjadi suatu hal tidak mudah lagi pada tahapan pelaksanaan (eksekusi), Pelaksanaan kegiatan adalah serangkaian total permainan yang berbeda. Anda mungkin telah melihat dan membuat konsep yang sangat baik dikonversi ke dalam proyek dan terlihat sangat mudah, namun dalam pelaksanaannya nanti proyek/konsep yang telah ditetapkan pada pelaksanaannya tidak berjalan seperti yang diharapkan sehingga sangat mengecewakan. Semua cara yang Anda jalankan namun belum memberikan hasil maksimal. Pertanyaannya kenapa …. Dan bagaimana itu terjadi ….., semua sudah dipersiapkan dengan sangat baik ….?

Saya dikelilingi oleh orang-orang dengan ide-ide yang baik. Apakah Saya perlu lebih banyak orang yang dapat melaksanakannya dengan baik.

Stephen R. Covey - The 4Disciplines of Execution dalam bukunya "These are 4 disciplines" - 4 disiplin ilmu eksekusi. Buku ini berbicara tentang tujuan dan bagaimana memberikan prioritas kerja untuk mencapai hasil dengan sempurna. Kita perlu memberi perhatian yang lebih kepada Team yang terlibat dalam pengembangan tujuan dan metodologi pengukuran tujuan. Buku ini memberikan penekanan bagaimana Team dapat berjalan dengan baik dan mencapai sasaran hasil yang telah ditetapkan,.

Ide yang terbaik tidak datang dari pemimpin, tetapi interaksi dari pemimpin dan garis depan (pelaksana kegiatan)

Disiplin 1 – Fokus Sasaran Utama (tujuan) – Anda bekerja dengan bos dan tim untuk memiliki satu tujuan (yang masuk akal) dan harus dapat diukur (hasil dan biaya yang dikeluarkan) dan mempunyai batasan waktu (time). Pada tahapan yang lebih tinggi lagi, tujuan yang ditetapkan harus sejalan dengan strategi organisasi perusahaan. .

Disiplin 2 - Membuat Papan Kontrol yang Menarik dan Menyenangkan - Teman bermain berbeda ketika mereka sedang menjaga skor (sasaran dan tujuan yang hendak dicapai sangat mempengaruhi dengan siapa dan lingkungan kerja). Papan kontrol/Evaluasi pelaksanaan harus mencerminkan 3 (tiga hal) - Di mana kami sekarang, Di mana kami ingin berada (sasaran), Dan kapan kita harus ada di tempat yang kita ingin berada. Tiga poin ini harus di sampaikan dengan komunikasi visual (sehingga semua pihak yang terlibat dengan mudah memahaminya) . Hal ini memungkinkan kita untuk terus mengikuti perkembangan proses kemajuan dan segera dapat melakukan tindakan perbaikan ( korektif).
Disiplin 3 - Terjemahkan Sasaran/ tujuan dengan rencana tindakan - Apa yang kami lakukan tentang semua untuk mencapai tujuan mereka ? Untuk mencapai tujuan/hasil yang anda tidak pernah capai sebelum ini, Anda harus mulai melakukan sesuatu yang anda tidak pernah lakukan sebelumnya (berani melakukan suatu perubahan). Breakdown Struktur yaitu memecah bagian terkecil untuk tujuan dan tindakan tertentu, Sasaran dan tujuan serta cara dan bagaimana dalam melaksanakannya harus dibuat dan dapat dipahami oleh seluruh anggota team. Kami membutuhkan tenaga kerja baru kreatif dan proses berpikir lebih baik untuk dapat mencapai tujuan melalui tindakan tertentu (daily, weekly dan Monthly).

Disiplin 4 - Saling Melengkapi (Team adalah kekuatan) - Pemimpin team harus mengetahui dengan baik "keahlian, kemampuan, pengalaman serta pendidikan", mampu mengorganisasikan dan memberdayakan seluruh kemampuan dari anggota Team akan memberikan hasil yang maksimal , kepercayaan yang meningkat dari anggota team, komitment yang tinggi dari anggota team. Pemimpin harus mampun membangun dan menjaga Kepercayaan dan komitment dari Team dalam pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telam di tetapkan.
TEAM : (Together Ensure Achievement More)
Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan kemampuan kita ...,
Terima kasih atas kunjungan anda dan telah membaca tulisan ini, Have a good day



10:23 AM | Posted in | Read More »

BATU RUBI YANG RETAK


Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”

Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”

Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.

Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”

“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.

Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”

Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”

Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah
membuat raja yang dicintainya berbahagia.

Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI

Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren

Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki
kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!

Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso



1:13 PM | Posted in | Read More »

10 Cara Meningkatkan Penjualan


Anda sebagai orang yang bekerja di bidang penjualan dan pemasaran, so pasti anda menginginkan peningkatan penjualan (pencapaian selalu diatas target).
Sebenarnya begitu banyak cara untuk meningkatkan penjualan anda. Tetapi sepuluh ide berikut adalah landasan untuk menemukan berbagai cara yang dimaksud. Kesepuluh hal ini adalah sesuatu yang sederhana. Saking sederhananya, kadang kita lupa untuk dapat melakukannya.

Pertama, Cintailah pekerjaanmu.
Percayalah bahwa setiap bisnis memiliki ciri dan kharakter yang unik (berbeda satu sama lainnya). Karena setiap bidang bisnis memiliki diferensiasi masing-masing. Ini adalah hal yang sungguh menarik. Dan hukum pasar tentang diferensiasi adalah margin yang tinggi. Untuk itu kita harus memahami dengan benar bidang bisnis tempat kita berada, siapa target pasarnya, bagaimana situasi persaingannya dan keunggulan produk kita dengan bidang yang sama (usaha sejenis.

Kedua, Mintalah umpan balik setiap kali anda gagal dalam menjual.
Kegagalan adalah sumber pembelajaran yang sempurna untuk meningkatkan strategi dan teknik menjual. Saya juga sangat menyarankan kita juga meminta umpan balik dari konsumen atas setiap penjualan yang kita lakukan (untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan skill menjual kita)

Ketiga, Ketika berhasil mencapai penjualan dan memenuhi target, pikirkan apa yang telah anda laksanakan sebelumnya. Kemudian lakukan hal serupa dengan tujuan menyempurnakan teknik dan pola penjualan, menjaga semangat dalam diri bukanlah hal yang mudah (Harapan dan Keyakinan akan sangat membantu).

Keempat, Gigih, tidak mudah menyerah (selalu bersikap positip).
Riset menunjukkan bahwa 70 persen penjualan terjadi setelah kontak kelima kalinya.

Kelima, Bernafsulah seolah-olah andapun sangat menginginkan barang yang anda jual. Jika tidak, tidak ada alasan konsumen untuk membeli. Mungkin juga anda memberikan berbagai informasi bahwa produk yang anda tawarkan adalah pilihan banyak konsumen.

Keenam, Jangan pernah takut untuk menawarkan produk anda.
Konsumen yang berpotensi pasti akan mencari tahu lebih dalam, dan ketika anda melihat kesempatan itu segera untuk melaksanakan transaksi “Always be Closing”, Hilangkan keraguan dalam berkomunikasi dengan prospek.

Ketujuh, Pastikan bahwa setiap penjualan akan membuat konsumen merasa bangga memiliki produk anda. Kita juga harus menunjukkan bahwa “dapat melayani konsumen tersebut menjadi suatu kebanggaan dan akan tetap menjaganya” agar tercipta “customer for life’.

Kedelapan, Pastikan konsumen akan mengerti dengan benar dan menyeluruh akan hak-haknya dan pelayanan-pelayanan yang dapat diterimanya dengan mudah serta yang pasti “bagaimana cara penggunaan produk yang kita jual” agar dapat memberikan hasil yang maksimal > kepuasan dari produk yang dibelinya (Value for Money).

Kesembilan, Mintalah referensi calon pembeli potensial dari konsumen anda yang mungkin akan memperoleh manfaat yang sama dengan yang dia miliki. Miliki daftar calon konsumen yang banyak untuk memastikan kegiatan penjualan anda terus berkesinambungan. Ingat dalam hal ini kita harus menyakinkan Orang yang memberikan referensi “Kita akan menjaga kualitas layanan dan nama baik orang tersebut”, banyak kosumen ragu untuk memberikan referensi (takut mengecewakan pihak lain)

Kesepuluh, Daftar calon konsumen adalah aset. Mungkin tidak akan menjadi konsumen anda saat itu juga, tapi di kemudian hari, siapa yang tahu. Selalu menjaga komunikasi dengan para kosumen kita mutlak diperlukan,.

Selamat menjual dan sukses ada ditangan kita ….
Salam


12:39 PM | Posted in | Read More »

Prospekting - Sukses Menjual


Apa kunci kesuksesan dari memasarkan produk Anda ? Tentu saja hanya satu jawabannya, kita harus mencari pembelinya dan mengupayakan agar mereka mau membeli produk yang kita jual. Ya, benar, itu karena kita berbicara tentang prinsip dasar bisnis perdagangan. Dengan kualitas, harga, promosi dan program penjualan yang bagus, calon konsumen akan tertarik dan mau memutuskan membeli produk kita, mencari prospek adalah sangat penting biasa kita sebut dengan melakukan kegiatan prospecting.

Propspekting adalah kunci kesuksesan. Para pakar pemasaran mengatakan – meski belum terbukti benar – bahwa kesuksesanmu hari ini adalah hasil kerjamu enam bulan lalu. Maka, lakukan prospekting setiap hari dan yakinlah bahwa apa yang Anda lakukan adalah benih di kemudian hari (ingat hukum petani). Keberhasilan prosepkting sangat ditentukan oleh perencanaan kegiatan dan konsistensi kegiatan tersebut. Berbagai hambatan dan penolakan akan terjadi dalam kegiatan ini, tebarkan jaring pada banyak tempat akan memberikan hasil yang lebih baik bagi tenaga pemasaran.

Ada 2 alasan mengapa melakukan prospekting.


Pertama, untuk meningkatkan penjualan.

Kedua, untuk menggantikan penjualan yang lepas.

Misalnya dalam jual beli properti – dalam perdagangan biasa juga sering - sering kali konsumen yang telah membayar tanda jadi, atau uang muka bahkan surat persetujuan kredit dari bank telah turun (diterbitkan), kemudian mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Maka kita musti mencari gantinya. Bisa juga kita mobil contoh dalam bidang automotive "dimana customer telah melakukan pemesanan (SPK) dan persetujuan kredit dari leasing telah keluar bahkan sudah kadangkala STNK sudah jadi tiba-tiba membatalkan pesanan kendaraan tersebut atau meminta tolong kita untuk dapat segera menjual kembali kendaraan tersebut.

Bisnis Property :


Prospek calon konsumen ideal adalah orang yang memiliki otoritas, potensi dan menginginkan untuk membeli produk kita . Dalam pengamatan dan pengalaman saya menjajakan produk properti, lebih dari 70% pengambil keputusan untuk membeli properti adalah ibu rumah tangga Hal ini wajar dan logis karena seorang ibu rumah tangga akan menghabiskan lebih dari 50% waktunya untuk berada di dalam rumah. Merekalah yang sehari-harinya mengurus rumah. Berbeda dengan suaminya yang mungkin hanya melihat rumah sebagai tempat untuk berpulang istirahat karena dari pagi sampai petang bahkan larut malam berada di tempat kerja.

Bagaimana dengan bisnis yang lain : Kenali produk anda dan tentukan target pasar yang akan diraih, formulasikan strategi prospekting kita (Waktu, Tempat, Media dan Alat pemasaran yang diperlukan) akan sangat membantu keberhasilan prospekting yang kita lakukan.


Referensi
Cara ini lebih efektif karena cara ini adalah seperti promosi dari mulut ke mulut. Artinya terdapat testimoni dari konsumen lama. Mengapa efektif, ibarat berperang, cukup satu peluru untuk satu sasaran.

Pameran
Ini sering kami lakukan terutama pada saat awal launching produk. Karena untuk memperkenalkan produk dengan lebih luas. Berbeda dengan referensi, cara ini cukup menghabiskan banyak peluru untuk sasaran yang masih belum jelas.

Mitra Strategis
Mitra strategis sampai saat ini kami lakukan dengan beberapa perbankan nasional. Bank memiliki nasabah, developer memiliki rumah, bank memiliki pembiayan kpr, developer memiliki produk untuk dibiayai. Leasing di Automotive, Dokter di bidang Farmasi,

Telepon dan Telemarketing
Telepon dan telemarketing adalah metode lapis kedua. Untuk menjual properti, kita tidak serta merta melakukan prospekting dengan menelepon bermodalkan Yellow Pages. Kenapa ? Karena properti itu unik, sangat personal. Metode ini sangat umum untuk dilakukan oleh semua developer. Mencari database kelompok profesi juga sangat membantu.

Networking
Networking menurut saya adalah metode prospekting yang bukan ditujukan untuk menjual produk, tapi untuk lebih mengenalkan Brand. Harapan dari networking adalah berbuahnya referensi-referensi yang akan menjadi konsumen di kemudian hari.

Dan masih terdapat metode prospekting lainnya seperti observasi atau melakukan penelitian tentang produk yang kira-kira diinginkan, atau direct mail (surat pos).

Namun cara yang paling efektif adalah tidak perlu bersandar pada satu metode saja, artinya semua metode bisa dijalankan untuk mencapai hasil yang maksimal.


Satu pesan penting adalah selalu memprioritaskan peluang dengan memprospek prospektus yang paling utama terlebih dulu.





12:11 PM | Posted in | Read More »

Perilaku Pemimpin yang Buruk dalam Organisasi


Pola perilaku Buruk dari para pemimpin dapat meracun kehidupan organisasi, kita sering dapat melihat bagaimana pola perilaku para pemimpin baik di perusahaan maupun negara ini yang memberikan dampak negatif kepada Organisasi dan Negara.

Berikut ini adalah beberapa dari "pemimpin buruk" yang sering kita saksikan.
1. Memperlakukan anggota team dan masyarakat sebagai hal atau benda
2. Jarang membangkitkan, atau terlibat dalam memberikan Inspirasi
3. Sangat jelek di dalam pemahaman permasalahan, tetapi ahli untuk menyalahkan
4. Mampu mendelegasikan, tetapi sangat tidak suka untuk menindaklanjutinya
5. Hanya percaya pada orang2nya (sangat anti kepada kelompok diluar mereka)
6. Sifat yang serakah (merasa lebih kuasa, akan sukses, uang/harta)

7. Kuaitas SQ sangat rendah (biasanya memiliki masa lalu yang kurang baik) baik dalam kehidupan pribadi maupun hubungan bisnis.
8. Tidak banyak memiliki (jika ada) teman dekat dan hubungan bisnis yang baik sangat sedikit,
9. Tidak dapat dipercaya dan sangat tidak percaya pada orang lain
10. Nilai kehidupan sosial dan hubungan antar pribadi yang buruk,
11. Menempatkan kepentingan pribadi diatas kepentingan perusahaan dan kelompok
12. Tidak pernah melihat suatu keberhasilan dari anggota team, segalanya bertumpu pada dirinya,
13. Memanfaatkan orang lain dengan cara yang dapat merusak pribadi orang yang bersangkutan (demi kepentingan pribadi dan alasan yang diciptakan sendiri)
14. Enggan untuk memiliki pribadi yang disenangi atau dikagumi oleh anggota yang dipimpin (lebih senang untuk ditakuti),

Kemajuan suatu organisasi sangat ditentukan dengan "Kualitas dari Pemimpinnya", Pemimpin yang baik dan selalu bersikap positip akan memberikan kemajuan kepada perusahaan dan seluruh anggota teamnya.

Prinsip Kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantoro sangatlah sederhana, Pemimpin di Depan bertindak dan bersikapa sebagai "Tauladan" dapat memberikan contoh dan menjadi contoh, Pemimpin di Tengah harus mampu memberikan "Motivasi" dan selalu menyemangati anggotanya untuk terus memelihara motivasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan, Pemimpin di Depan : Selalu mampu memberikan "Dorongan" dan bantun kepada seluruh anggota yang dipimpinya untuk dapat mencapai kesuksesan.

TEAM : Together Ensure Achievement More

Saat ini anda memimpin ?, bagaimana sikap dan perilakuk kita dalam memimpin ?, mari kita perbaiki segera bilamana selama ini kita belum benar dalam memimpin.

Selamat Memimpin ....

9:22 PM | Posted in | Read More »

Strategi Perusahaan dengan CRM


PELANGGAN merupakan basis utama setiap usaha bisnis. Pada era persaingan seperti sekarang, pelanggan adalah ‘raja’ sehingga tidak hanya cukup untuk dikenali, tetapi perlu lebih jauh dipahami. Saat ini interaksi dengan pelanggan menjadi hal yang krusial dalam dunia bisnis. Demi meningkatkan pendapatan dan profitabilitas/keuntungan perusahaan, maka kegiatan ‘menyapa’ pelanggan harus dilakukan oleh setiap bagian dari perusahaan. Dengan demikian, sangat penting bagi manajemen bisnis untuk menerapkan model Manajemen Hubungan Pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM).

CRM tidak sekadar sebagai call center yang hanya menerima pertanyaan ataupun keluhan pelanggan, dan juga bukan sekadar layanan purna jual yang prima. Namun lebih dari itu, CRM merupakan suatu strategi bisnis yang fokus pada pelanggan guna meningkatkan kepuasan pelanggan, pendapatan dan keuntungan perusahaan.

Sebagai gambaran proses CRM bermula dari pengumpulan data dari berbagai sumber yang kemudian diperkaya informasi umpan balik dari pelanggan untuk dijadikan master data pelanggan. Kemudian dilakukan analisis sehingga menghasilkan model serta informasi. Selanjutnya didistribusikan ke berbagai bagian di perusahaan untuk digunakan sebagai dasar menciptakan program-program interaksi dengan pelanggan. Semua ini pada akhirnya akan menghasilkan aksi berupa ‘titik-titik sentuh’ antara perusahaan dengan pelanggan secara terintegrasi.

Pada tahapan akhir, akan diambil umpan balik guna memperkaya data yang sudah ada. Demikian proses terus berulang sehingga hubungan dengan pelanggan akan terus membaik dari waktu ke waktu. Pada awalnya, penerapan CRM akan memberikan data-data terbaru dan akurat pada semua bagian di perusahaan, sehingga dapat untuk mengukur nilai yang sesungguhnya dari setiap pelanggan dan dapat untuk menentukan targeting pelanggan. CRM juga dapat digunakan untuk menentukan saluran-saluran pemasaran yang efektif, sehingga diperoleh penurunan biaya. Akhirnya, perusahaan dapat meningkatkan perolehan pendapatan maupun keuntungannya.

Strategi CRM dapat diterapkan pada hampir semua jenis usaha, antara lain pendidikan, kesehatan, perbankan, asuransi, transportasi, pariwisata, ritel ataupun usaha manufaktur lainnya. Hal yang lebih penting dalam rangka penerapan CRM yakni niat, arahan dan dorongan kuat dari pihak atasan/pimpinan serta dukungan budaya perusahaan untuk fokus pada pelanggan.

1:06 PM | Posted in | Read More »

SOP dan Komplain Pelanggan


Tingkat kepuasan konsumen mempengaruhi perilakunya untuk menyatakan produk/jasa perusahaan terbaik kepada orang lain. Bagaimana perusahaan mampu menciptakan kepuasan pelanggan yang menyatu dengan sistem perusahaan ?

Masyarakat selaku konsumen dalam melakukan pembelian–baik produk maupun jasa- memiliki pertimbangan akan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan seperti produk, harga, promosi, kualitas layanan dan manfaat. Dalam proses pengambilan keputusan pembelian tidak berakhir setelah transaksi pembelian terjadi, berlanjut sampai tahap perilaku purna beli atau biasa kita sebut layanan After Sales.

Pada tahap ini konsumen produk akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Konsumen yang merasa puas cenderung akan menyatakan hal-hal yang baik tentang produk dan perusahaan yang bersangkutan kepada orang lain (pihak ke-3).

Oleh karena itu, di dalam proses pemasaran, perusahaan harus mampu menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, perusahaan perlu memiliki strategi pemasaran yang jitu dalam memasarkan produknya. Di mana strategi pemasaran juga merupakan alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang digunakan untuk melayani pasar sasaran.

Salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mendukung pemasaran adalah menciptakan kepuasan konsumen adalah penggunaan marketing mix (bauran pemasaran) yang dapat meliputi product, price, promotion, dan physical evidence.

Dengan demikian, faktor yang ada dalam bauran pemasaran merupakan variabel-variabel yang diharapkan mampu menciptakan kepuasan konsumen, atau dengan kata lain variabel-variabel tersebut akan mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli suatu produk.

Memastikan SOP Berjalan.

Untuk memastikan operasional perusahaan agar berada pada jalur yang benar, biasanya perusahaan menugaskan bagian internal auditornya. Meski internal auditor menjadi bagian dari operasional perusahaan, namun tidak menjadi bagian dari sales and marketing

Di sinilah internal auditor harus melakukan pemahaman yang tepat untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Seperti apa saja yang harus diketahui dalam divisi sales and marketing dan divisi keluhan pelanggan.

Untuk melakukan audit pada bagian sales and marketing dapat diterapkan audit sistem mutu, yang di dalamnya terdapat penanganan komplin. Beberapa pasal yang sudah pasti harus diaudit di bagian marketing seperti klausul yang terkait dengan sasaran mutu; klausul mengenai tinjauan terhadap persyaratan pelanggan dan penanganan komplin; klausul mengenai survey kepuasan pelanggan; dan proses yang spesifik terdapat bagian sales and marketing.

Sementara terkait dengan saran mutu, apa bagian marketing telah memiliki sistem mutu. Bagaimana action plan untuk mencapai sasaran mutu. Jika ada telusuri, apakah rencana dijalankan atau tidak. Apakah sasaran mutu pencapaiannya dimonitor secara berkala ? Apakah ada tindakan corrective action dilakukan ketika sasaran mutu tidak tercapai ? Serta apakah target sasaran mutu masih menantang?

Jika itu dapat dipastikan, langkah selanjutnya melakukan review terhadap persyaratan pelanggan dan penanganan komplin. Hal itu dapat ditelusuri dimulai dari penerimaan order dari pelanggan, baik dari kemampuan pengiriman, ketersediaan barang maupun aspek teknis lainnya yang spesifikasi, sebelum komitmen menyatakan kesanggupan untuk melakukan pengiriman.

Sebagaimana diketahui kasus komplin sering terjadi, bagian marketing langsung menerima order tanpa koordinasi dengan bagian operasional atas kesanggupan untuk mengirim permintaan sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan. Di sinilah perusahaan harus memastikan bahwa jumlah kuantitas atas produk tersebut sesuai dengan permintaan. Ini harus terkendali dengan baik.

Begitu pula dengan adanya perubahan order seperti penambahan order, pengurangan order, revisi aspek teknis terhadap penerimaan order. Apakah sistem perusahaan sudah siap. Pasalnya kasus yang sering terjadi setiap perubahan order, penambahan order, perubahan spesifikasi akan secara langsung berdampak pada aktivitas yang bakal dilakukan di bagian opeasional.

Untuk itu harus diperhatikan apakah sudah ada sistem guna memastikan perubahan setiap order. Jika tidak dapat mengganggu order dari pelanggan lainnya. Tentunya kalau tidak segera diatasi dapat menimbulkan komplain.

Begitu pula perusahaan harus memastikan bahwa komunikasi order pelanggan ke bagian lain yang terkait berjalan lancar. Untuk perusahaan jasa sering terjadi, hal-hal yang sudah disepakati dengan marketing tidak diketahui bagian lain yang nantinya melakukan operasional penyediaan jasa kepada pelanggan. Di sinilah diperlukan adanya pemantauan terhadap kontrak-kontrak dengan pelanggan yang sudah jatuh tempo.

Untuk menangani komplain, perusahan harus mengetahui apakah pelanggan memiliki informasi yang jelas ke mana mereka harus berhubungan ketika ingin memberikan masukan atau saran kepada perusahaan. Apakah sudah ada mekanisme untuk penanganan komplin. Apakah ada follow up dari masing-masing komplin yang diterima. Apakah ada tindakan perbaikan untuk komplin-komplin yang diterima. Apakah ada yang melakukan pemantauan jika tindakan perbaikan yang dilakukan terhadap komplin melibatkan department yang lain-lain.

Bagian mana yang melakukan monitoring pelaksanaan dan batas waktu dari komplain ini. Apakah ada tindakan langsung yang dilakukan untuk mengatasi kekecewaan dari pelanggan. Meski demikian, perusahaan harus melakukan survey dan analisa untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan. Di sini perusahaan harus membuat metode dalam melakukan survey kepuasan pelanggan. Bagaimana rencana kerja yang harus dilakukan untuk mengatasi poin-poin yang masih lemah dari hasil analisa tersebut ?.

Sukses

9:56 AM | Posted in | Read More »

CRM dan Marketing Communication


Definisi dari CRM (Customer Relationship Management) adalah proses dari beberapa tahapan yang terdiri dari Indentifikasi, akuisisi, retensi dan pengembangan customer yang memberikan kontribusi yang besar kepada perusahaan dengan cara memfokuskan strateginya yaitu dengan cara menjaga hubungan dengan customer secara efektif dan efisien sehingga hubungan tersebut menjadi hubungan seumur hidup (“lifetime”) yang menguntungkan.

CRM sendiri bukanlah sebuah konsep, melainkan sebuah perubahan paradigma untuk perusahaan-perusahan – dimana CRM itu adalah pola hidup yang bertujuan untuk mengajak customernya menjadi partner dalam perusahaan tersebut dan berkembang untuk mendapatkan keuntungan bersama.

Integrated Marketing Communication menurut definisi The American Association of Advertising Agencies adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah pada strategi komunikasi yang melibatkan kegiatan sales promotion, periklanan, public relations, direct response yang dipadukan untuk menghasilkan dampak komunikasi yang berarti.

Menurut sebuat artikel Rayna Skolnik tentang Integrated Marketing yang dimuat oleh Sales Marketing Network, terdapat empat isu kritikal dalam menerapkan IMC, yakni:

1. Pelanggan makin banyak pilihan dan tuntutannya semakin tinggi. Mereka mempunyai banyak akses ke berbagai produk, memiliki banyak sumber informasi, dan channel untuk membeli,

2. Pasar berubah dari pendekatan "inside-out" marketing menjadi "outside-in" planning sebagai basis CRM dalam mengetahui kebutuhan pelanggan.

3. Para praktis pemasaran harus mengubah mind-set dari "inilah produk/jasa yang akan saya jual, bagaimana memasarkannya" menjadi `inilah yang diinginkan konsumen, bagaimana saya menunjukkannya".

4. Perusahaan harus menyadari bahwa pesan yang terpadu harus dihasilkan oleh perusahaan yang terpadu. Jadi persoalannya adalah bagaimana mengkomunikasikannya kepada pelanggan dan konsumen potensial.

Tanpa integrasi dan sinergi antara CRM dan Marketing Communication, hasil yang dicapai oleh brand menjadi tidak optimal. Seperti yang diutarakan di atas, Customer Relationship Management (CRM) dan Integrated Marketing Communication memang bukan barang baru. Tapi persoalannya bagaimana CRM dan IMC dapat membuat perusahaan dan Brand Anda lebih bagus daripada pesaing dan bagaimana memenangkan hati dan pikiran pelanggan Anda

Kemajuan Akses Komunikasi
Perkembangan internet, world wide web, metodologi komunikasi interaktif seperti sms, kuis interaktif, dan sebagainya adalah tantangan bagi pendekatan komunikasi tradisional. Fokus brand dan branding telah berubah dari hanya mengkomunikasikan satu arah menjadi interaktif dan memicu respon.

Sejalan dengan hal tersebut telah berkembang konsep on-to-one marketing dimana pelanggan ingin `disapa' secara personal, mendapatkan value sepanjang hayat, dan menjadi pelanggan yang loyal terhadap suatu produk maupun jasa dan kita menharapkan perusahaan mampu menciptakan Customer menjadi Brand Ambasador.

Tanpa integrasi dan sinergi antara komunikasi dan aktifitas CRM hasil yang dicapai oleh perusahaan tidak akan maksimal. Seperti yang diutarakan di atas, Integrated Marketing Communication dan CRM memang sangat diperlukan agar hasil yang baik dapat diperoleh perusahaan serta menjadikan perusahaan memiliki keunggulan dibandingkan pesaingnya.




11:12 AM | Posted in | Read More »

Motivasi


Motivasi adalah perpaduan antara keinginan dan energi untuk mencapai tujuan tertentu.
Memengaruhi motivasi seseorang berarti membuat orang tersebut melakukan apa yang kita inginkan. Dengan dorongan (driving force) di sini dimaksudkan: desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidupan merupakan kecenderungan untuk dapat mempertahankan hidup.

Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau activities) dan memberikan kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan,
memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan.

Oleh karena itu tidak akan ada motivasi, jika tidak dirasakan rangsangan-rangsangan terhadap hal semacam di atas yang akan menumbuhkan motivasi, dan motivasi yang telah tumbuh memang dapat menjadikan motor dan dorongan untuk mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan atau pencapaian keseimbangan.

Motivasi adalah suatu fenomena psikologis, sehingga kita perlu mengetahui pendapat dari para psikolog. Mungo Miller, pimpinan Affiliated Psychological Services, mencetuskan enam prinsip umum motivasi sebagaimana di bawah ini.

1. Motivasi adalah proses psikologis, atau lebih tepatnya proses emosional, bukan logis.
2. Motivasi pada dasarnya adalah proses yang tidak kita sadari. Tindakan yang kita atau orang lain lakukan mungkin saja tampak tidak logis, namun bagi orang yang melakukannya, tindakannya tampak wajar dan masuk akal.
3. Motivasi bersifat individual. Tingkah laku seseorang bersumber dari dirinya sendiri.
4. Motivasi tiap orang berbeda, begitu juga setiap individu bervariasi dari waktu ke waktu.
5. Motivasi adalah proses sosial. Tak dapat diingkari, bahwa terpenuhi atau tidaknya kebutuhan kita tergantung dari orang lain.
6. Dalam tindakan sehari-hari, kita dipandu oleh kebiasaan yang bersumber dari motivasional di masa lalu.

Pendorong Motivasi

Motivasi seseorang sering kali dipengaruhi oleh dua hal berikut.

” fear “ , yang dimaksud dengan ” fear “ adalah sebuah rasa takut :-SS akan sesuatu.Hakikat manusia adalah ingin selalu menghindari hal-hal yang akan merugikan dirinya. Persepsi tentang bagaimana kita memandang dua kebutuhan tersebut sangat menentukan mana yang akan diprioritaskan. Kalau kita berpikir bahwa kita bisa di dikeluarkan karena tidak mencapai target, kita akan mengorbankan waktu makan siang untuk mengerjakannya. Sebaliknya, jika kita merasa tidak akan mendapat masalah walaupun pekerjaan itu tidak selesai, kita akan pergi untuk makan siang.

“gready “ , yang dikmaksud dengan ” gready “ adalah kerakusan >:) akan pemenuhan kebutuhan hidup. Anggapan bahwa suatu tindakan akan memenuhi suatu kebutuhan. Misalnya, anda punya target pada tahun baru ini yaitu membeli laptop baru seharga Rp 5.000.000, tapi uang yang ada didalam rekening anda saat ini adalah Rp 200.000 maka anda pun akan terdorong untuk mencari kekurangannya bagaimanapun caranya.

Orang dapat termotivasi karena kepercayaan, nilai, minat, rasa takut, dan sebagainya. Diantaranya adalah faktor internal seperti kebutuhan, minat, dan kepercayaan. Faktor lainnya adalah faktor eksternal, misalnya bahaya, lingkungan, atau tekanan dari orang yang dikasihi. Tak ada proses yang mudah dalam motivasi — kita harus selalu terbuka dalam memandang orang lain (sekeliling).

Mampu menjaga dan memelihara motivasi utama di dalam diri kita, akan memberikan kemudahan bagi diri kita di dalam mencapai tujuan dan cita-cita hidup yang telah kita tetapkan

11:20 PM | Posted in | Read More »

Who Am I - Motivasi

Topik motivasi adalah topik yang banyak dibicarakan orang, banyak literatur, buku-buku dan seminar diadakan membahas permasalahan Motivasi. Perusahaan senantiasa mengadakan training rutin dan berkesinambungan untuk dapat meningkatkan dan menjaga motivasi dari karyawannya. Peningkatan motivasi diyakini mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap orang.

Pada kenyataanya tidak banyak orang mampu menemukan dan memotivasi dirinya sendiri. Disisi lain bayak para atasan yang juga mengalami frustasi karena belum atau tidak mampu memotivasi para karyawan atau bawahannya.

Dari beberapa teori motivasi yang ada, motivasi sesorang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe motivasi. "Moslow" misalnya membagi beberapa motivasi berdasarkan hirarki kebutuhan manusia. "Mc Clelland" membagi dasar motivasi menjadi : Bersahabat, berkuasa dan berprestasi. Apapun teori motivasinya, pada dasarnya motivasi adalah "suatu hal yang dapat menggerakkan kita bersikap dan melakukan tindakan"

Oleh karena itu sangatlah penting untuk dapat menemukan faktor utama motivasi kita, coba anda berhenti sejenak dan memikirkannya (bila anda belum mampu menemukan motivasi utama diri anda). Cara lain yang dapat kita lakukan untuk menemukannya adalah dengan merenungkannya dan bertanya jauh kedalam lubuk hati dan jiwa kita yang paling dalam "Who Am I ?" dan "Where am I Going ?"

Persoalan berikutnya yang perlu kita beri perhatian dan penekanan adalah bagaimana Menjaga dan Mengembangkan motivasi diri yang telah kita temukan tersebut. Mengapa menjadi penting ?, Karena kita mengetahui bahwa dalam perjalanan hidup kita tidak dapat selalu berjalan dengan mulus, ada saja gelombang, hambatan, godaan dan rintangan yang dapat menjadi hambatan bagi diri kita bahkan kadangkala membawa dampak negatif "menjadikan kita demotivasi dan terjatuh, hilang harapan akan tujuan yang telah kita tetapkan.

Bagi Orang yang ingin sukses, hal terpenting bukanlah
berapa kali kita jatuh atau gagal tetapi berapa kali kita mampu
bangkit.

Mari kita mulai saat ini meluangkan waktu untuk menemukan "Motivasi Utama" diri kita, temukan dan pastikan dan patrikan kedalam pikiran dan jiwa kita, setelah itu mari kita senantiasa "menjaga, memelihara dan terus dapat meningkatkan" motivasi utama tadi dalam keseharian di perjalanan hidup kita.

Sukses di puncak prestasi ... akan kita raih


10:43 PM | Posted in | Read More »

Membangun Sikap Pemenang - Team Sales


Berapa waktu yang diperlukan untuk menjadi sukses dalam penjualan ?
Tentu saja "usaha, kerja keras dan dedikasi adalah penting".
Pemahaman yang sangat baik dari proses penjualan juga penting. Tetapi lebih dari itu. Yang paling berhasil adalah mereka yang memiliki pandangan sedikit berbeda dibandingkan dengan teman kerja ataupun orang pada kebanyakan.

Saya baru-baru ini bekerja dengan sekelompok orang dibidang penjualan, mereka memiliki nilai dan jumlah penjualan tinggi serta pengalaman yang luas. Mapan dan sukses dalam karir dan begitu cerdas serta sangat menikmati pekerjaannya. Apa yang menjadi kekuatan mereka dan membuat mereka berbeda dengan yang lainnya. Mereka tidak menggerutu, mengeluh, merengek atau mengeluh tentang banyak hal dalam pekerjaan yang kita jalani. Kegagalan dan kekecewaan dalam proses pekerjaan (penjulan) juga pernah mereka alami seperti tenaga penjual lainnya, namun mereka mengatakan “yang membedakan mereka dengan yang lain” adalah mereka memiki mentalitas positif dan bersikap positf terhadap apa yang terjadi.

Ini adalah bukti bahwa ini kelompok orang gila yang sikap pemenang. Dan saya percaya bahwa sikap ini memberikan kontribusi utama untuk keberhasilan mereka. Jadi, apa dan bagaimana untuk dapat memiliki sikap pemenang ? ....

Sebuah sikap pemenang adalah kemampuan untuk fokus pada tujuan jangka panjang walaupun hasil jangka pendek anda tidak berjalan. Ini lebih sulit daripada kelihatannya. Terlalu banyak orang mengambil dari mata mereka akan tujuan jangka panjang, ketika pengalaman mereka yang lebih lambat atau dua bulan dan berakhir dengan hanya fokus pada kekurangan hasil mereka. Akibatnya, mereka mengalihkan/tidak fokus pada apa yang telah dikerjakan dan pasto penjualan mereka terus mengalami penurunan.

Sebuah sikap pemenang yang berarti tahan akan godaan untuk tidak menyalahkan ekonomi, persaingan, atau hal lain seperti kondisi pasar saat penjualan yang tidak bagus atau kondisi ekonomi yang suram. Pemenang akan fokus pada apa yang dapat mereka kontrol, tidak seperti orang yang rata-rata/pada umumnya, tenaga penjualan yang selalu mencari pembenaran atau menyalahkan orang lain, suatu kondisi untuk membela diri atau hanya mencari sebuah pembenaran.
Sikap pemenang berarti berupaya menjelajahi berbagai pilihan dan pendekatan untuk dapat menjual, memiliki banyak ide dan inovasi, tidak mudah menyerah serta tidak hanya menggunakan cara-cara pada umumnya yang banyak digunakan orang lain.

Sales force terbaik terus mengasah kemampuan mereka. Mereka membaca buku koran dan artikel yang berhubungan dengan sales dan informasi yang baru. Mereka mendengarkan CD atau Talkshow di radio, TV dan Internet. Mereka mengambil keuntungan dari setiap program pelatihan mereka dapatkan termasuk seminars dan juga belajar dari prospek yang di temui. Pemenang tahu bahwa usaha mendapatkan lebih kompetitif setiap hari dan mereka mengambil tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Mereka bekerja dengan teknik baru , gaya, penampilan dan media komunikasi yang baru.

Seorang pemenang fokus pada sikap berarti menampilkan nilai produk atau layanan Anda. Tidak seperti rata-rata penjualan orang, pemenang tidak fokus pada harga. Mereka tahu bahwa kebanyakan pembeli dan pelanggan yang lebih peduli dengan mereka memecahkan masalah dan mendapatkan solusi lengkap daripada mendapatkan harga termurah atau terendah namun tidak dilayani dengan baik atau tidak mendapatkan seperti apa yang menjadi kebutuhan terpenting dari pelanggan. Saya tidak mengatakan harga tidaklah penting namun yang perlu diingat adalah “Harga tidak yang utama” jangan terjebak dalam lingkaran “Harga menjadi penentu dalam proses pembelian”.

Tenaga penjualan rata-rata adalah orang yang dengan cepat untuk menawarkan diskon, pemenang berkonsentrasi pada pelanggan dengan menunjukkan bagaimana mereka memberikan produk dan layanan yang berbeda dari saingan mereka. Misalnya : Mudah dihubungi, cepat dan tanggap akan kebutuhan pelanggan, Jaringan After Sales yang lengkap dan mudah didapatkan, memiliki warranty dan tenaga yang terlatih dan handal. Tidak percaya diri dan takut gagal faktor utama seorang salesforce yang terjebak dengan Perangkap “Harga” .

Menjadi seorang pemenang adalah sikap mampu menerima kenyataan bahwa Anda tidak akan mampu untuk menutup setiap penjualan dari setiap prospek yang anda garap. Pemenang menyadari bahwa serangkaian 'kata “No' akan membawa banyak mereka semakin dekat dengan kata ' Ya '.

Pemenang tidak dapat menikmati kehilangan prospek yang beralih ke pesaing tetapi ia tidak akan memukul diri atau larut dalam kesedihan yang mendalam ketika itu terjadi, Jangan pernah menangisi padi yang sudah rusak, segera cabuti dan tanami dengan yang baru, dan selalu menganalisa dari setiap kegagalan yang terjadi, melakukan proses perbaikan.

Menjadi seorang pemenang memiliki sikap belajar dari setiap penjualan dan interaksi untuk meningkatkan hasil masa depan. Pemenang selalu mengambil setiap kesempatan untuk belajar. Seorang Manajer penjualan harus mampu menekankan perlunya “setiap penjualan dievaluasi” ini mudah namun yang sering pada tahap awal dan selanjutnya terabaikan. Kita lebih sering untuk menganalisa kegagalan dibanding dengan sebuah keberhasilan. Analisis singkat ini dan kritik diri-Nya membantu dia meningkatkan kinerja sehingga ia tidak mengulangi kesalahan itu dan selalu belajar dari keberhasilan untuk mendapatkan keberhasilan yang lebih besar dan lebih baik.

Sikap Pemenang adalah salah satu sikap optimis dan semangat. Yang paling berhasil saya tahu semua orang memiliki prospek yang besar. Mereka tahu bahwa dibalik kesulitan ada peluang, dan ketika 'item' terjadi, mereka cepat beradaptasi dan mampu bertahan. Mereka selalu mencari cara untuk mencegah 'item' dari terjadi karena mereka belajar dari setiap situasi.



Pemenang tidak diam di masa lalu-mereka fokus pada masa depan karena mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi. Namun, mereka mengetahui bahwa mereka bisa mempengaruhi apa yang terjadi di masa depan



Manajer penjualan yang memiliki sikap pemenang mereka bekerja dengan team penjualan yang menyenangkan bukan yang menakutkan atau membuat team enggan berhubungan teratur dengannya, dan Manager selalu mengerti dengan jelas akan kehilangan kesempatan penjualan yang terjadi.

Sikap Pemenang Manager penjualan dapat menjadi pelatih team mereka dan memberikan pelatihan yang sedang berjalan untuk team. Merayakan sikap individu dan tim akan hasil dan selalu mendorong mereka dengan kuat akan rasa kebanggaan dalam organisasi dan menjadi seorang tenaga Penjual. Pada akhirnya, mereka memimpin dengan contoh dan membuat tim memiliki sikap pemenang. (Leading by Example), Menciptakan dan membawa organisasi penjualan selalu menjadi yang terbaik dalam segala kegiatan, kekompakan dan kerjasam Team yang terpelihara dengan baik.

Apa yang sedang Anda lakukan untuk mengembangkan sikap pemenang ?

10:51 PM | Posted in | Read More »